Pentingnya Independen Pada Diri Sendiri dan Sekitar

Oleh: Dwi Andika

Seringkali bertanya pada diri sendiri apa itu independen. Apakah sikap independen dengan melakukan segala sesuatunya dgn lurus seperti kaca mata kuda ?Lantas dalam hal apa saja, kehidupan sehari-hari, pekerjaan atau yang lainnya?

Adanya teori sosial yang mengatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial, sehingga harus senantiasa tolong menolong dan mereka menggantungkan satu sama lain membuat saya diam sejenak dan mengesampingkan konsep independen. Jika mereka saling menggantungkan, lalu kenapa manusia harus dituntut mandiri?

Setelah membaca beberapa referensi, menimbang dari banyak hal, hingga mengamati satu persatu apa yang terjadi di kehidupan sendiri dan orang lain, sikap independen sebenarnya mendukung konsep sosial. Misalnya saja begini, seseorang terbiasa melakukan segala sesuatunya sendiri, lambat laun akan terbentuk karakter kuat dan tidak mudah menyerah. Sikap inilah yang bisa digunakan untuk membantu orang lain, terlebih bila mereka lebih lemah dari kita. Dengan demikian sebenarnya manusia ini saling melengkapi satu sama lain.

Dalam proses menuju independen, tidaklah mudah bagi saya. Banyak tekanan dari berbagai sisi, entah dari dalam diri sendiri, lingkungan sekitar, dan faktor luar. Saya mengerti bila bisnis, bidang yang saya tekuni menuntut pelakunya untuk selalu independen. Namun dalam prosesnya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Tepat pada tahun 2008, saya memulai karir sebagai konsultan appraisal. Di titik itu, mulai mengerti pentingnya independen. Seperti diketahui bahwa bidang tersebut menuntut saya bisa memberikan penilaian berupa perkiraan tentang nilai sebuah obyek dengan melakukan penelitian yang menekankan pada segi ekonomi. Maka dalam praktiknya appraiser harus menilai baik buruknya obyek yang terlihat maupun tidak. Sementara hasil wajib sesuai dengan fakta, jujur, profesional dan metode yang telah ditetapkan. Tidak mungkin bukan bila menggantungkan kepada lainnya dalam penelitian. Saya dituntut untuk melakukan segala sesuatunya secara independen, mulai dari riset memberikan konsultasi kepada klien dan sebagainya.

Kemudian, kembali kepada sifat asli manusia yakni tidak mudah puas. Pada tahun 2010 saya menantang diri sendiri untuk berbalik pada bidang yang berbeda, yakni riset market. Bergelut dengan pengamatan tentang sikap konsumen, selera, hingga bagaimana mengatur strategi marketing yang baik menuntut harus mengeluarkan ide, pengetahuan serta mengaplikasikan pengalaman. Lagi-lagi semuanya membutuhkan sikap mandiri.

Sebagai seseorang yang tertarik dengan ilmu pengetahuan baru tentang riset, lantas pada tahun 2017 melalui perkenalan saya dengan salah satu founder lembaga riset politik.. saya mulai ekspansi bisnis di bidang riset politik. Bersamaan dengan Pemilu 2019 yang  digelar, tentu perkiraan perhitungan suara capres dan cawapres sangatlah ditunggu-tunggu. Bagi saya itu sangat membantu para pendukung mereka agar berlomba-lomba menyumbangkan suara nantinya, sehingga bisa menggenjot perolehan akhir.

Nah, di titik inilah yang kemudian membuat saya sadar akan pentingnya independen. Sebuah survey tidaklah bisa dibeli dengan uang berapapun. Proses dan hasil haruslah netral tidak memihak salah satunya. Sebab kembali lagi, dugaan perolehan sangat berguna bagi para pendukung agar mereka berbondong-bondong memberikan suara nantinya. Memihak salah satu justru akan berdampak pada tindakan tidak menyenangkan, seperti memanipulasi data ataupun tabulasi yang ada. Dengan demikian, selama saya melakukan riset politik saya selalu menekankan kepada rekan untuk berlaku seadil-adilnya, independen, dan tidak memihak agar hasil benar-benar real dan dapat dipercaya.

Maka independen bagi saya bukanlah sekadar dapat melakukan segala sesuatunya sendiri. Juga bagaimana kita bersikap berani mengambil keputusan dan berlaku adil pada apapun itu. Jika dalam praktiknya ada banyak hal yang menghalangi seperti tekanan, itu adalah hal yang lumrah. Sebab segala sesuatu yang baik pasti ada rintangannya. Tapi tenang saja, tentu semua akan terjawab pada waktunya