Ketum PA 212 ditetapkan sebagai tersangka, kenapa begitu tergesa-gesa?

Oleh: Dwi Andika

Ketua umum persaudaraan alumni 212, Slamet ma’rif ditetapkan sebagai tersangka dengan kasus pelanggaran pemilu. Hal ini tentunya terkesan sangat tergesa-gesa. Seperti yang dilansir Dari detik.com Kasatreskrim Surakarta mengumpulkan bukti berupa video saat tabligh Akbar 212 Yang diselenggarakan Di Solo Dan susunan Tim kampanye pemenangan Prabowo-sandi. Dua bukti ini dianggap tidak kuat dan penetapan nya sebagai tersangka seakan dibuat tergesa-gesa, proses peradilan nya pun begitu cepat. Ada apa yaa ?

Slamet ma’rif dijerat dengan pasal UU no 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum, Dan pasal 492 Dan 521 UU no 7 tahun 2017.

Menurut saya, pemerintah terlalu cepat menetapkan sSlanet ma’rif sebagai tersangka dan berfokus hanya kepada kasus kasus yang dapat merugikan salah satu pasangan calon. Harusnya pemerintah lebih berfokus agar penanganan laporan baik dari kubu 01 dan 02 Dapat ditangani dengan berimbang. Jangan membuat masyarakat curiga bahwa polri tidak netral. Ini akan berbahaya bagi bangsa. Hal ini dapat menyebabkan masyarakat kehilangan Rasa percaya nya pada polri itu sendiri. Dilihat dari sisi pemilu yang sebentar lagi akan terlaksana, hal ini sangat membuat kubu prabowo-sandi berang. Ketidakadilan atas penetapan tersangka kepada Slamet ma’rif ini sangat membuat berang.

Sementara itu,  Tim Advokasi Reaksi Cepat ( TARC) yang diwakili oleh M.taufiq melaporkan 3 orang polisi yang belum dirilis namanya ke propam polri. M.taufiq tidak setuju dengan penetapan Slamet ma’rif sebagai tersangka.