Umat muslim tentu sudah tidak asing lagi dengan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang terkenal berani. Ya, siapa lagi jika bukan Umar bin Khatab. Ialah pemimpin dan penguasa Muslim yang paling kuat dan berpengaruh pada periode 633M hingga 644M. Meskipun dalam sejarah barat di eranya terkenal dengan zaman kegelapan, namun dalam sejarah Arab adalah era keemasan.

Umar dijuluki sebagai Al-Faruq yang berarti orang membedakan antara benar dan salah. Ia tokoh luar biasa di dunia Islam yang dikenal sebagai pemimpin, negarawan, pelopor dan seorang Muslim saleh. Kebaikan hatinya ditunjukkan terhadap semua masyarakat tanpa membeda-bedakan meskipun mereka bukan umat Muslim.

Sahabat Nabi satu ini masuk ke dalam THE 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History oleh Michael H. Hart dan berada di posisi ke-52. Menurut sang penulis, kepemimpinan Umar yang brilian dan bertanggung jawab berhasil mengekspansi berbagai wilayah Islam. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Umar bin Khattab memerintah pasukan Muslim untuk membiarkan penduduk asli dari tanah yang ditaklukannya dalam keadaan damai.

Prestasi Umar bin Khattab sangat mengesankan dan akan menjadi kesalahan besar jika mengabaikan kontribusinya terhadap kemanusiaan. Perlu dicatat bahwa kepemimpinannya bertanggung jawab atas kemakmuran wilayah-wilayah yang berada di bawah peran Islam pada waktu itu. Bagaimana Sang Khalifah memimpin rakyatnya pada masa itu? Lantas suri tauladan apa yang patut ditiru oleh pemimpin saat ini?

Kehidupan awal Umar bin Khattab

Sumber: suarahati.org

Umar bin Khattab lahir di Mekkah pada tahun 458 Masehi. Ayahnya bernama Al-Khaththab bin Naufail dari Bani ‘Adi. Sementara ibunya dari Bani Makhzum bernama Hantamah. Semasa hidup ia dikenal sebagai pria yang kuat secara fisik. Berotot, tinggi, kaki dan tangan yang besar. Cara bicaranya terkenal tegas dan tidak segan langsung pada intinya. Disebutkan bila menantu Nabi ini juga teguh terhadap apa yang diyakininya.

Saat masih anak-anak Umar belajar membaca dan menulis. Ia sangat menyukai puisi serta sastra. Di masa remaja, sang pemimpin ini belajar seni beladiri, menunggang kuda dan gulat. Anas bin Malik seorang sahabat Nabi Muhammad berkata bila saat Umar berjalan, langkahnya cepat, bicaranya begitu jelas, ketika memukul rasanya sakit.

Gemar mempelajari tentang ilmu masyarakat

Sumber: muadz.com

Syarat suatu wilayah dikatakan sebagai negara apabila memiliki penduduk. Mereka merupakan sekumpulan orang yang tinggal di daerah tertentu yang turut membangun dan memelihara lingkungan, menjalankan kewajiban, mengelola segala aspek hingga yang menjadikan area yang diduduki lebih hidup. Bagi seorang pemimpin, kesejahteraan masyarakat sangatlah penting.

Pemimpin harus bisa menjamin hak dan kewajiban mereka terlaksana dengan baik. Akan tetapi perilaku mereka berbeda-beda yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, misal kondisi geografis, budaya, adat istiadat hingga kepercayaan yang dianut. Oleh sebab itu, leader harus mengetahui tentang masing-masing perilaku rakyatnya agar mudah dalam menyikapi dan berhubungan baik dengan mereka.

Sebelum menjadi seorang pedagang dan melakukan perjalanan ke Roma dan Persia, Umar bin Khattab sudah banyak memperkaya ilmunya dengan mengamati masyarakat yang berbeda. Sampai pada akhirnya ia masuk Islam pada 616 Masehi. Menurut Abdullah bin Masoud, salah seorang sahabat Nabi Muhammad mengatakan bila ketika ia memeluk Islam adalah kemenangan, hijrahnya ke Madinah adalah kesuksesan serta pemerintahannya merupakan berkah dari Allah.

Umar bin Khattab adalah seorang Muslim taat. Beliau berpartisipasi dalam semua pertempuran. Di eranya, kerajaan Islam berkembang hingga ke Madinah, Mekkah, Iran, Mesir, Palestina, Suriah, Afrika Utara hingga Armenia.

Rendah hati

Sumber: portal-islam.id

Sebagai seorang pemimpin, Umar adalah orang yang terkenal rendah hati. Dia biasa mengunjungi rakyatnya dari rumah ke rumah. Tidak segan pula beliau menyamar bukan sebagai seorang khalifah sembari mendengarkan keluhan dan masalah. Nantinya sahabat Nabi ini turut mencari jalan keluar dan memberikan solusi terbaikya.

Kerendahan hati itu ditunjukkan pula dengan kebiasaanya keluar setiap malam sambil membawa kantong-kantong beras, gandum dan tepung di punggungnya, lantas dibagikan kepada orang-orang yang kelaparan. Sebuah kisah yang terkenal menceritakan tentang dia yang tiba-tiba saja di Yerusalem sembari berjalan di samping untanya.

Diriwayatkan bila Umar juga orang yang sangat menyayangi hewan, sehingga ia sangat khawatir bila seseuatu terjadi pada kuda-kudanya. Dalam buku Early Caliphate oleh Muhammad Ali, Umar pernah mengatakan, “Bagaimana aku dapat menganggap diriku sebagai seorang gembala, sementara aku tidak terpukul dengan apa yang dilakukan oleh kawanan domba.”

Umar senang terlibat dengan permasalahan rakyat. Bahkan ia menjauhkan diri dari segala hal yang membuat orang-orang kehilangan. Dikisahkan bila ia pernah berpesan, janganlah menunda-nunda pekerjaan sehingga membuat semuanya menumpuk bahkan terbengkalai. Standar kesuksesan baginya yakni tekad serta kebaikan kepada setiap orang tanpa terkecuali.

Merangkul semua golongan

Sumber: boombastis.com

Umar bin Khattab merupakan pemimpin yang adil dan tidak memihak. Dia percaya bahwa individu tidak boleh kehilangan kebebasan dan harga diri. Di bawah kepemimpinannya Islam tersebar luas dengan pedang tetapi karena keindahan, kesederhanaan, keterbukaan dan kepemimpinan yang netral, jadilah menciptakan suatu kehidupan yang damai.

Dia percaya bahwa setiap manusia dilahirkan bebas dan tidak seorang pun harus merendahkan diri di depan orang lain. Di masa kepemimpinannya, Umar membiarkan orang-orang non Muslim menyembah apa yang mereka yakini, mulai dari ritual dan upacara keagamaan.

Jumlah umat muslim berkembang pesat saat itu. Bahkan mereka yang dulunya memeluk Yahudi dan Kristen berbondong-bondong untuk taat kepada Allah SWT.

Ardkun, seorang Uskup Damaskus menerima Islam setelah pasukan muslim memasuki kota yang saat itu dipimpin oleh Khalid bin Whalid. Para pengikut Ardkun tertarik pada agama yang dibawa oleh Umar hingga akhirnya masuk Islam.

Kemudian administrator Kota Shata di Mesir yang terkenal karena pabrik tekstilnya memutuskan untuk meninggalkan kotanya bersama dengan dua ribu orang ke Kota Damietta di mana tentara muslim berkemah hingga memeluk Islam. Bahkan perjanjian yang menyatakan kebebasan memeluk agama manapun ditandatangani langsung oleh Umar dengan menjamin kebebasan beragama dalam damai.

Disebutkan dalam buku The Second Calpih of Islam oleh Abdul Basit Ahmad, Umar mengatakan bila mereka yang tidak memeluk Islam tidak diharuskan untuk mengubah agama mereka, juga tidak akan ada campur tangan dari umat Muslim.

Pemimpin yang beraksi dan pandai berbicara

Sumber: pintuledeng.com

Sudah sepatutnya seorang pemimpin tidak hanya pandai berdiplomasi tetapi juga melakukan aksi. Orasi juga penting untuk menyampaikan aspirasi kepada masyarakat, namun yang terpenting adalah mewujudkan apa yang telah dicita-citakan bersama.

Berbicara tentang kepemimpinan Umar, ia adalah orang yang pandai berbicara dengan tegas dan benar. Kendati demikian kemampuan tersebut diimbangi dengan pencapaian sebagai cerminan pemimpin sukses.

Ia memiliki banyak prestasi dalam aksi Islam dan mandat sosial. Setelah Nabi Muhammad wafat, sebagian besar sahabatnya yang telah mempelajari Al-Qur’an meninggal dalam keadaan syahid. Tidak ingin petunjuk umat itu hilang begitu saja, akhirnya ia memulai proyek penulisan kembali kitab suci dan membuat satu salinan yang disetujui untuk disimpan oleh orang-orang yang dipercaya.

Dari sanalah ia dikenal sebagai orang yang telah menyelamatkan Al-Qur’an dari kehilangan atau kerusakan. Tidak hanya itu, sebagai pemimpin yang memang berdedikasi untuk rakyat dan terus beraksi, Umar menetapkan Kalender Hijriah yang hingga kini digunakan oleh seluruh umat Islam.

Dengan kesucian hatinya, ia juga menghapus dan menghilangkan perbudakan yang selama ini menjadi momok dari penindasan. Dia bahkan memainkan peran yang sangat keras saat itu. Tidak ada seorang pun di tanah Arab yang memiliki budak atau memperbudak.

Suatu hari putra Amr bin As melecehkan dan memukuli seorang budak Kristen Koptik. Mendengar hal itu, Umar menyuruh putra Amr tersebut dihukum secara terbuka oleh tangan korban. Kemudian beliau berbicara kepada ayah pelaku, “Sejak kapan kamu mengubah manusia menjadi budak, padahal mereka dilahirkan bebas dari ibu mereka?”

Bertindak di ranah pemerintahan dan politik

Sumber: Kiblat.net

Kerajaan Islam yang berkembang pesat saat itu menjadikan Umar berpikir untuk membangun sistem administrasi. Sebagai pemimpin liberal dan berpikiran terbuka, ia menggunakan pengalamannya saat berkunjung ke Persia dan Rumania dalam mengelola dan menambahkan banyak hal yang sesuai untuk negaranya.

Umar bin Khattab juga mendirikan perbendaharaan publik yang memungkinkan membayar gaji untuk semua pegawai kekaisaran termasuk para tentara Islam. Didirikan pula Departemen Pendapatan Tanah dan ia diakui jenius secara politis sehingga di masanya negara memiliki organisasi militer serta para balatentara yang hebat.

Kisah inspirasi Umar sebagai seorang pemimpin juga tergambar dalam setiap organisasi yang ia bentuk. Mengelompokkan sesuai fungsinya dengan baik memungkinkan ia bisa mengontrol setiap aspek. Untuk pertama kalinya dalam Islam, sahabat Nabi ini membentuk sistem administrasi peradilan yang efektif, membangun Departemen Kepolisian pertama dalam sejarah.

Menjunjung tinggi demokrasi dan keterbukaan

Sumber: ibnuasmara.com

Adanya seorang pemimpin bertujuan untuk mewujudkan segala aspirasi masyarakat. Sebuah negara dan tatanannya ada dikarenakan rakyat selalu mendukung. Maka sudah sepatutnya bila semua hal harus melibatkan mereka.

Sudah semestinya bila pemimpin menggelar musyawarah untuk segala hal yang sulit dipecahkan dan meresahkan warganya. Mereka tidak bisa mengambil keputusan sepihak, oleh karenanya harus menghadirkan wakil-wakil rakyat sebagai penampunga aspirasi.

Seperti yang dicontohkan oleh Umar bin Khattab di suatu kisahnya. Pada suatu hari orang-orang yang telah memeluk Islam menerima sebuah tantangan baru. Pertanyaan kompleks tentang cara hidup menurut Islam muncul. Banyak yang tidak dapat dijawab karena semua memang mengacu pada Nabi Muhammad SAW dan Kitab Suci Al-Qur’an.

Para sahabat, seperti Abdullah bin Ma’sud, Ammar bin Yasar, Abu Musa Ash’ari, Abu Ubaidah bin Jarrah, Mughira bin Shuba dan lainnya merujuk kepada Umar. Diskusi dilakukan dengan kebebasan dan ketajaman besar. Shah Waliullah menulis dalam Hujjatullah al-Baligha, “Itu adalah praktik Umar untuk berkonsultasi dan menegakkan diskusi dengan mereka sampai tabir diangkat dan keyakinan tercapai.” Setelah pertanyaan-pertanyaan tersebut dibahas, ia lantas memberikan penilaiannya.

Menunjukkan integritas dan kecintaan kepada agama dan rakyat

Sumber: tr.eyeni.biz

Ketika seseorang ditunjuk sebagai seorang pemimpin, maka ia harus bertanggung jawab atas seluruh rakyat dan wilayah. Ribuan nyawa bergantung dan semua hal di dalamnya membutuhkan tanggung jawab dari leader-nya.

Umar bin Khattab menunjuk Amr bin Al-As sebagai gubernur Mesir. Amr menunda pengiriman pendapatan ke kas. Sang pemimpin akhirnya menuliskan surat kepadanya dan mengingatkan soal penundaan itu. “Aku mengerti hal yang membuatmu tidak membalas adalah fakta bahwa bawahanmu tidaklah baik. Mereka telah membuatmu menjadi perisai dan itu adalah penyakit. Aku terkejut telah menuliskan surat panjang lebar seperti ini kepadamu, tetapi kamu lalai mengirimkan pendapatan dan menghindari memberi jawaban langsung. Jadi Abu, Abdullah, jangan khawatir. Karena akan diambil darimu dan kamu harus membayar mereka karena seperti sungai yang menghasilkan mutiara, demikian juga kamu harus memberikan iuran.”

Mengenai masalah itu Umar bin Khattab berdoa kepada Allah SWT untuk tidak membiarkan dirinya jatuh dalam kelalaian atau biarkan saja dirinya bertanggung jawab atas hal yang tidak disengaja. Tindakan ini mencerminkan karakternya yang tegas, berintegritas tinggi dan rasa cintanya kepada orang-orang Muslim. Dia bahkan berkeliling pada malam hari untuk mengecek kondisi masyarakat yang dicintainya.

Kuat dan berani

Sumber: muslimobsession.com

Pemimpin ditunjuk karena dianggap kuat dan mampu melindungi rakyatnya. Melalui kekuatan yang dimiliki, mereka diharapkan bisa membangun wilayah dengan benar, menghapus yang dazlim dan menegakkan peraturan yang tegas.

Sebagai seorang pemimpin, Umar dikenal karena pribadinya yang kuat dan ketangguhan dalam menegakkan kebenaran. Ketika ada sesuatu yang dianggapnya tidak beres, maka dengan segera sahabat Nabi ini mencari duduk perkaranya.

Saat dia memutuskan untuk memeluk Islam, dia tidak menyembunyikan fakta tersebut dari para sahabat dan kaum Quraisy yang selama itu mengagungkannya. Ia bahkan pergi keluar dan secara terbuka mendeklarasikan Islam kepada para pemimpin Mekkah.

Sebelum hijrah ke Madinah, alih-alih diam ia bahkan menyatakan keputusannya secara terbuka. Beberapa orang mungkin berpikir bahwa tindakan tersebut tidaklah bijaksana. Tetapi Umar memiliki tubuh dan mental yang kuat, tidak mudah takut meski sempat dihentikan oleh bangsawan Mekkah.

Sikap berani dan kuat itu adalah kualitas yang sangat berharga bagi seorang pemimpin. Leader yang baik harus menunjukkan tindakan yang bijaksana, tegas, menyampaikan tanpa ragu-ragu dan berusaha untuk mencapai apa yang sudah matang dipikirkannya.

Rasa tanggung jawab yang besar

Sumber: ramadan.sindonews.com

Bicara soal tanggung jawab, seseorang yang diamanahi jabatan pemimpin harus memikul tanggung jawab ribuan nyawa di pundaknya. Mereka adalah orang pilihan yang diutus mengurus, membenahi, mengatur dan segala hal dalam suatu wilayah. Bukan hanya pada rakyatnya, pada hal kecil pun nantinya akan dimintai pertanggung jawaban.

Pada suatu hari Ali melihat Umar bergegas. Dia bertanya kepada sahabatnya itu, hendak kemana. Sang pemimpin menjawab, “Aku akan menangkap salah satu unta amal yang telah melarikan diri.”

Ibn al Jawzi meriwayatkan, “Jika seekor kambing hilang di tepi sungai Eufrat, Umar akan bertanggung jawab atas hal itu pada hari penghakiman.”

Begitu tajamnya rasa tanggung jawab Umar juga dicerminkan dengan kebiasaannya berkeliling kota untuk mengetahui bagaimana keadaaan rakyatnya. Dia juga sering mengunjungi negara bagian lain guna mendengarkan keluhan rakyatnya.

Dapat membaca kelebihan dan kelemahan

Sumber: islam.babe.news

Tidak banyak yang diberi kemampuan membaca kelebihan serta kelemahan orang lain. Mereka yang mampu ialah tentu sudah bergaul dengan luas, memiliki pengalaman mumpuni serta pengetahuan luar biasa.

Sebagai seorang pemimpin yang diamanatkan untuk menjaga rakyat, sudah barang tentu harus bisa menjadi sandaran. Dengan demikian ia harus bisa membaca kelemahan serta kelebihan untuk kemudian mendengarkan dan memberi solusi.

Umar dikenal sebagai pemimpin yang dapat membaca kelemahan dan kelebihan orang secara tepat. Dia pernah bersama dengan teman-teman paling berpengalaman dan berkualitas di Madinah sebagai penasihat. Akan tetapi ia tidak tetap bepegang teguh kepada instingnya saat rakyatnya datang meminta pendapat. Ia memiliki ide-ide tajam, bahkan bisa menerka maksut musuh.

Beberapa pencapaian dan aksi Umar yang sangat berjasa

Sumber: www.halhalal.com

Kuat dan berani berbicara saja tidak cukup. Umar bin Khattab membuktikan bila dirinya adalah pemimpin yang bisa mewujudkan keinginan rakyat. Maka dengan aksinya selama memimpin, berikut merupakan pencapaian yang telah ia raih dan hingga kini diaplikasikan oleh negara-negara di dunia:

  1. Umar bin Khattab mendirikan banyak institusi dalam sistem administrasi negara Islam. Sejarawan menyebut aksinya ini sebagai inovasi.
  2. Mendirikan perbendaharaan publik atau Bait-ul-Mal
  3. Mendirikan pengadilan beserta hakimnya
  4. Untuk berjaga dari pasukan anti Islam, ia mengatur dan mendirikan Departemen Perang
  5. Memberikan gaji kepada tentara yang sudah berjuang. Selain itu Umar juga menempatkan beberapa fungsi dalam kemiliteran, seperti perwira perbendaharaan, akuntan, penerjemah, dokter serta ahli bedah. Dia lantas menginstruksikan komandan militer untuk menyerahkan laporan pengeluaran dan daftar rampasan perang. Catatan sejarah menunjukkan bahwa pada 16 Hijriah, Ziyad bin Abi Sufyan datang ke Kota Jualan. Setelah penaklukkannya ia membawa catatan-catatan pengeluaran ke Madinah dan menyerahkan kepada Umar.
  6. Mendirikan Departemen Pendapatan Tanah. Ia memerintahkan survei, penilaian tanah serta sensus. Catatan pemeliharaan tanah dibuat dalam bahasa Persia, Syria, dan Koptik.
  7. Mendirikan Kota Kufah, Basrah, Jazirah, Fustat dan Musal. Lantas ia membangun kanal-kanal di sana.
  8. Negara yang ditaklukkan dibagi menjadi beberapa provinsi
  9. Memerintahkan pungutan bea masuk
  10. Pejabat yang ditunjuk diberi tugas mengumpulkan pajak hasil laut
  11. Memberi izin kepada para pedagang dari negara asing untuk melakukan bisnis di wilayah Islam
  12. Sistem dalam penjara yang terorganisir dan adanya hukuman cambuk
  13. Mendirikan barak militer dan menempatkannya di tempat-tempat strategis
  14. Departemen Kepolisian yang terorganisir
  15. Mendirikan penginapan-penginapan dari Mekah ke Madinah sebagai tempat istirahat para pelancong
  16. Memberikan tunjangan untuk orang-orang Yahudi dan Kristen yang kurang mampu
  17. Mendirikan sekolah, lantas memberikan gaji kepada guru dan dosen publik
  18. Mengusulkan prinsip Qiyas dan formulasinya
  19. Mengusulkan pembagian warisan yang tepat
  20. Mengusulkan pernyataan tambahan setelah adzan sholat Subuh, “Sholat lebih baik daripada tidur.”
  21. Ditahbiskan melakukan sholat teraweh berjamaah
  22. Memberikan hukuman delapan puluh cambukan kepada peminum alkohol
  23. Membuat pengaturan untuk menghidupkan lampu di masjid pada malam hari.
  24. Menetapkan prosedur untuk memberikan gaji dari kas umum kepada para imam dan muazzin

Diberi amanah menjadi seorang pemimpin, sudah seharusnya mengabdi sepenuhnya kepada rakyat. Di samping memiliki rasa tanggung jawab, mereka juga perlu memiliki pengetahuan luas, bisa diandalkan, bersikap tegas, beraksi sesuai dengan apa yang dibicarakan, hingga bagaimana menjadikan wilayah tersebut makmur, damai meski berbeda agama serta etnis. Apakah Anda sudah terinspirasi dengan kepemimpinan Umar bin Khattab?

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *