Allah SWT menyebutkan nama Nabi Muhammad berkali-kali. Melalui mukjizat-Nya itu, Dia mengatakan kepada seluruh umat bahwa akan ada Nabi terakhir yang membenarkan ajaran dari nabi-nabi sebelumnya. Ialah Muhammad, Rasul Allah yang memiliki sikap teladan.

Tidak ada manusia yang sempurna, kecuali Rasulullah. Beliau adalah cahaya di tengah kegelapan dunia. Kelahirannya membawa keberuntungan kepada seluruh makhluk di muka bumi. Muhammad adalah gambaran dari seorang kepala keluarga, pebisnis sukses, kepala negara hingga pemuka agama yang mengedepankan iman serta takwa.

Beliau menjalani kehidupan sesuai dengan perintah Allah SWT. Oleh sebab itu Nabi Muhammad senantiasa bersikap baik kepada sesama hingga kemudian mendapatkan gelar Al-Amin atau dapat dipercaya. Keberhasilannya menegakkan ajaran Sang Pencipta juga dibarengi dengan urusan duniawi. Semasa hidup Muhammad menjalankan bisnis bersama istrinya, Khadijah. Nilai-nilai teladan juga diterapkan dalam dunia perdagangan. Terbukti banyak orang yang suka bekerja sama dengannya dan usahanya mendapatkan keuntungan.

Berhasil di dunia bisnis, namun Rasullullah  tidak suka hidup bermewah-mewahan. Itu semua sebenarnya bisa dilakukan dengan mudah seperti saudagar kaya lainnya, tetapi beliau berpikir masih banyak umatnya yang menderita. Maka Rasulullah tidak segan hidup sederhana, bahkan memilih tidur di lantai.

Sebagai seorang berjiwa sosial tinggi, Rasulullah juga kerap membebaskan budak. Baginya semua kedudukan manusia itu sama. Allah yang memerintahkan untuk saling berbelas kasih pada sesama. Tidak ada si kaya dan miskin, karena itu beliau menganggap semua umatnya setara. Sikap adil itulah yang membuat kaum muslimin begitu takjub kepada beliau.

Rasullullah mengajarkan seluruh aspek kehidupan. Melalui mukjizat yang diturunkan kepadanya, umat muslim dapat mengetahui dengan jelas aturan-aturan menjalankan kehidupan di dunia dan bagaimana membekali diri untuk kehidupan di akhirat. Meski Rasulullah sudah tidak ada lagi, namun hingga saat ini ajaran, sunnah dan hadist-nya masih tetap diikuti oleh para pengikut. Sepeninggalannya memunculkan rasa rindu yang tiada tara.

Namun demikian Rasulullah selalu berpesan, apabila merindukannya maka bacalah Al-Qur’an, tegakkan salat, dan mengikuti apa yang disunnahkan. Rasa rindu kepada beliau memunculkan rasa tentram dan keteraturan dalam hidup. Dikisahkan, setelah Nabi Muhammad meninggal pada tahun ke-11 Hijriyah, Bilal merasakan hatinya dirundung gelisah. Kenangan bersama utusan Allah datang begitu saja di pikirannya. Ia rindu akan kebersamaan itu.

Di tengah rasa gelisah yang berkepanjangan itu, akhirnya ia memutuskan untuk hijrah ke Syam (Suriah). Saat sudah berada di sana, ia bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad. Rasulullah berkata, “Kebekuan apakah ini hai Bilal? Bukankah sudah waktunya engkau mengunjungiku?”

Seketika Bilal melompat dari tidurnya. Ia segera naik ke tunggannya dan hari itu juga pergi menuju Madinah untuk mengunjungi makam Rasulullah. Ia berpikir bila mungkin inilah yang dimaksut oleh beliau, yakni mengunjungi makamnya. Di sana Bilal menangis dan membolak-balikkan wajahnya di atas pusara. Kemudian Hasan dan Husain cucu Nabi Muhammad mengetahui hal itu dan segera datang.

Melihat Bilal yang menangis, mereka berkata, “Duhai Bilal, kami ingin sekali mendengarkan lantunan azanmu. Sebaiknya engkau azan untuk kakek kami di Masjid ini dulu.” Bilal menuruti apa kata cucu nabi tersebut. Saat ia mengatakan Allahu Akbar, sontak penduduk Kota Madinah gempar. Suara yang sudah lama tidak didengar itu akhirnya berkumandang kembali. Kegemparan itu semakin menjadi-jadi saat ia menambahkan kalimat Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.

Mendengar kalimat itu, penduduk Madinah menangis. Mereka merasa Nabi Muhammad yang dirindukan seolah hidup kembali. Rasa cinta yang tiada tara kepada Rasul Allah menumbuhkan rindu yang tiada tara. Maka dari kisah tersebut dapat dipetik beberapa pelajaran untuk kehidupan lebih baik.

Mimpi bertemu Rasulullah

Sumber: Elizato.com

Hanya orang-orang yang merindukan dan beriman yang akan bertemu dengan Rasulullah dalam mimpi. Apabila ada yang mengaku bertemu dengan beliau dalam keadaan sadar maka bisa dipastikan bila orang tersebut berdusta. Sebab setan dan makhluk lainnya tidak ada yang dapat menyerupai beliau.

Maka satu-satunya cara bertemu dengan Rasulullah adalah lewat mimpi. “Dan siapa saja yang melihat Rasulullah dalam tdiurnya maka dia benar-benar telah melihatnya, karena setan tidak bisa menyerupainya”. (HR Bukhari-Muslim)

Di sisi lain, Abdullah Al-Harrari, seorang ahli hadis dari Lebanon menafsirkan bila seseorang yang pernah bermimpi bertemu Nabi Muhammad maka Insya Allah ia akan meninggal husnul khatimah.

Keinginan bertemu dengan Rasulullah

Sumber: tarbiyah.net

Manusia diciptakan oleh Allah untuk menjadi khalifah di bumi. Tugas utamanya yakni untuk menyampaikan ajaran Allah, mengajarkan kebaikan dan memelihara dunia. Namun demikian, malaikat mengetahui bila nantinya manusia akan menumpahkan darah dan justru membuat kehancuran. Akan tetapi Sang Maha Pencipta mengetahui segalanya.

Semasa Nabi Muhammad hidup, beliau adalah satu-satunya utusan Allah untuk menyampaikan ajaran tersebut. Dalam praktiknya banyak cacian hingga hinaan yang didapat. Bahkan beliau dan pasukan muslimin tidak segan mengobarkan bendera perang demi Islam. Kemudliaan akhlak, kecerdasan dan sikap kepemimpinan membuat Rasulullah masuk ke dalam Top One orang paling berpengaruh di dunia.

Jika seorang Muslim mencintai Nabinya, maka mereka berkeinginan kuat untuk bertemu serta berkumpul dengan beliau. Generasi setelah sahabat hingga saat ini menginginkan untuk bertemu dengan Rasulullah di Surga kelak. Bahkan Allah menjanjikan kepada orang-orang beriman, yang menjauhi segala larangan dan perintah-Nya untuk bertemu dengan Muhammad di Firdaus nanti.

Menjalankan perintah Allah dan sunnah Rasulullah

Sumber: Kisahikmah.com

Dengan menaati Nabi Muhammad, maka sama halnya dengan menaati Allah SWT. Rasulullah bersabda jika beliau tidak meninggalkan apapun selain sunnah dan hadist. Melaksanakan apa yang telah disunnahkan akan memberikan kebahagiaan dan keistimewaan.

Salah satu yang terasa sekali manfaat dan kenikmatannya yakni Shalat Tahajud. Penelitian membuktikan bahwa aktivitas setelah bangun tdiur saat sepertiga malam (02.00 hingga 04.00) menjadikan tubuh dan otak lebih sehat. Di waktu tersebut, malaikat turun dari langit untuk memberikan hidayah kepada siapapun yang bersujud kepada Allah. Ia akan menganugerahkan segala bentuk kenikmatan serta kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat.

Di sisi lain, Tahajud merupakan terapi terbaik dari berbagai masalah penyakit, utamanya rasa stres yang selama ini meliputi. Di saat itu, sistem imun sedang bergerak aktif membentuk antibodi yang diperlukan tubuh untuk melawan segala jenis penyakit. Kemudian, rasa frustasi dan tertekan akan lebih baik bila mengadukan diri kepada Sang Pencipta saat tengah malam yang sunyi. Setiap doa dan keluh kesah akan didengar oleh-Nya. Perlahan aktivitas otak yang terasa terforsir rileks dan menjadikan diri lebih tenang.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Dirikanlah shalat malam karena itu adalah tradisi orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Allah, pencegah perbuatan dosa, penghapus kesalahan dan pencegah berbagai macam penyakit.” (HR Tirmidzi). Maka dengan menjalankan sunnahnya, selain merasa dekat dengan beliau juga akan memberikan keistimewaan dan kebahagiaan tersendiri.

Perbanyak shalawat serta salam

Sumber: minanews.net

Kerinduan kepada Rasulullah begitu membuncah ketika mereka senantiasa melaksanakan ibadah kepada Allah. Semua yang kita lakukan saat ini, termasuk sholat, zakat hingga puasa karena Muhammad yang telah mengajarkannya. Tidak ada maksut buruk di baliknya, semua yang beliau perintahnya mengandung kebaikan untuk diri pribadi, orang-orang di sekitar juga dunia.

Berpegang teguh kepada Kitab Suci Al-Qur’an yang berisi seluruh aturan kehidupan baik di dunia dan bagaimana baiknya untuk di akhirat, Nabi Muhammad mencoba mengaplikasikan itu semua untuk dirinya sendiri juga kaumnya. Kebaikan-kebaikan tanpa cacat itulah yang diingat oleh para sahabat hingga kaum muslimin saat ini.

Ketika mulai rindu beliau, perbanyaklah membaca shalawat atas Nabi. Beliau bersabda, “Barang siapa bershalawat atasku sekali, niscaya Allah bershalawat atasnya sepuluh kali.” (Muslim). Mengenai ini, Allah berjanji akan melindungi dan merahmati siapapun yang memperbanyak shalawat.

Mengikuti akhlaknya

Sumber: Tribunnews.com

Rasa rindu terhadap Rasulullah menjadikan manusia senantiasa beribadah kepada Allah dan mengingat bagaimana beliau memperjuangkan Islam bersama para sahabat. Semua itu akan tertanam dalam benak, sehingga berusaha berperilaku seperti beliau.

Tidak dipungkiri lagi bila Nabi Muhammad SAW memiliki akhlak yang mulai. Beliau tidak pernah membedakan antara satu kaum lainnya, atau bahkan si kaya dan miskin. Seperti yang tertulis dalam firman Allah, “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) berakhlak yang agung.” (QS al-Qalam ayat 4).

Setiap perilaku beliau selalu terpuji. Tutur kata dan tindak tanduk merupakan simbol dari kebaikan hati dan akhlaknya. Rasulullah merupakan manusia paling sempurna yang Allah ciptakanya. Namun demikian beliau terus merendah dengan bersabda, “Sesungguhnya aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR Bukhari).

Rasa cinta kepada Nabi Muhammad membuat manusia tetap berada di lingkaran kebaikan. Mereka akan senantiasa mengingat bahwa hidup di dunia hanyalah sementara, sementara akhirat merupakan tempat yang kekal. Maka tidak ada alasan untuk tidak menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya.

Di sisi lain, mencintai Rasulullah sama halnya mencintai para sahabat, para istri, keturunan hingga sesama muslim. Dengan demikian, kerinduan terhadap Rasulullah menjadikan hidup lebih baik.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *