Penelitian dilakukan untuk membuktikan suatu hal, misalnya saja jumlah populasi penduduk, pendidikan, keefektivan suatu kinerja dan lain sebagainya. Dalam praktiknya riset perlu perencanaan matang. Mulai dari proses penentuan obyek, perumusan masalah, langkah-langkah kerja, siapa saja yang bertugas, hingga hipotesa. Di samping itu, kegiatan tersebut juga membutuhkan biaya sebab bisa saja dilakukan di beberapa tempat, baik luar kota, pulau, atau bahkan luar negeri.

Sementara itu, orang-orang yang terlibat juga merupakan mereka yang memang ahli di bidangnya. Pekerjaan langsung dilakukan secara serempak dengan menyebar ke beberapa titik lokasi untuk memulai proses sampling. Sampling merupakan kegiatan mengambil contoh dari populasi atau yang mewaklinya untuk kemudian diteliti.

Sampel sebagai bagian terbatas dari populasi target. Sedangkan populasi target merupakan seluruh rangkaian subjek yang karakteristiknya menarik bagi para tim peneliti. Maka dengan demikian, hasil yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan. Sedangkan prosesnya disebut dengan inferensi statistik.

Ketika sampel hanya terdiri dari sedikit individu daripada kebutuhan minimum, maka keterwakilan tetap dipertahankan. Kesimpulan dari statistik kemudian dikompromikan dengan studi prevalensi. Di sisi lain, sampel tanpa keterwakilan bukanlah sumber yang bisa dipercaya untuk proses penarikan kesimpulan nantinya. Sedangkan kurangnya keterwakilan dapat terjadi dikarenakan prosedur seleksi yang cacat atau bias.

Namun yang terjadi dalam lapangan, meskipun sebagian besar penelitian dilakukan dengan menggunakan sampel terkadang masih timbul pertanyaan apakah mereka cukup mewakili populasi target? Berikut langkahnya dan jenis sampling yang perlu Anda ketahui!

Proses frame sampel

Sumber: www.biobest.co.uk

Kerangka sampel merupakan kelompok contoh yang dpilih oleh populasi target. Tujuannya yakni agar tim memperoleh cukup contoh, tidak keluar jalur yang telah ditentukan dalam perumusan masalah.

Mengingat sampel hanya dapat mewakili sebagian dari populasi, peneliti juga perlu memeriksa dengan saksama apakah kerangka sudah sesuai dengan tujuan penelitian atau hipotesis. Jika Anda memiliki strategi mengatasi batasan kerangka sampel, maka bisa juga diaplikasikan.

Teknik sampling non probabilistik

Sumber: www.climatecommunication.yale.edu

Pada teknik pengambilan sampel nonprobabilistik, kemungkinan memilih beberapa individu dari populasi target adalah nol. Jenis pengambilan ini tidak memberikan sampel yang representatif. Maka dari itu, hasil yang diamati biasanya tidak dapat digeneralisasikan.

Akan tetapi, sampel yang tidak dapat direpresentasikan mungkin berguna untuk tujuan penelitian tertentu. Bisa juga untuk membantu menjawab pertanyaan riset lain, serta berkontribusi pada generasi hipotesis baru. Maka teknik ini kemudian dibagi lagi menjadi 4 bagian:

  1. Convenience sampling

Para peserta dipilih secara berurutan sesuai dengan aksesibilitinya. Proses pengambilan sampel berakhir ketika jumlah total peserta dan/atau batas waktu yang ditentukan tercapai. Teknik biasanya digunakan pada uji klinis.

Setelah pengambilan sampel, peserta dialokasikan secara acak ke kelompok intervensi atau pengacakan. Meskipun ini termasuk dalam proses probabilistik untuk mendapatkan dua kelompok yang sebanding, sampel yang digunakan umumnya tidak mewakili populasi target.

  1. Purposive sampling

Teknik ini digunakan untuk tujuan tertentu atau sampel yang lebih beragam. Biasanya dilakukan dengan mengambil hasil dari pendapat ahli dalam bidang tertentu atau topik-topik yang menarik.

  1. Quota sampling

Menurut teknik pengambilan sampel ini, populasi pertama diklasifikasikan berdasarkan karakteristik seperti jenis kelamin, usia, dan lain sebagainya. Kemudian, unit pengambilan sampel dipilih untuk menyelesaikan setiap kuota.

  1. Snowball sampling

Pada teknik ini, peneliti memiliki kelompok individu pertama. Lalu, para peserta mengindikasikan anggota potensial lainnya dengan karakteristik yang sama untuk mengambil bagian dalam penelitian. Biasanya banyak ditemukan dalam riset pengguna narkoba, dan lain sebagainya.

Teknik sampling probablistik

Sumber: gponline.com

Cara mudahnya mengingat teknik sampling probabilistik yaitu merupakan metode pengambilan sampel secara random. Dengan demikian seluruh populasi yang diasumsikan memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai sampel. Sama halnya dengan non, teknik ini juga dikategorikan lagi menjadi beberapa cara:

  • Systematic random sampling

Langkah ini menggunakan interval dalam memilih sampel. Contohnya jika riset membutuhkan 20 sampel dari 200 orang, maka jumlah intervalnya 200/20=10. Kemudian responden dibagi lagi ke dalam masing-masing kelompok dan diambil secara acak pada tiap grup tersebut.

  • Stratified sampling

Pada metode ini populasi target dibagi ke dalam tingkat yang berbeda. Lalu, sampel dipilih dalam setiap strata, baik melalui pengambilan sederhana atau sistematis. Jumlah total individu yang akan dipilih di setiap tingkat dapat diperbaiki atau sebanding dengan ukuran masing-masing.

Setiap individu memiliki kemungkinan yang sama untuk dipilih. Namun metode biasanya melibatkan pengguna bobot sampel dalam analisis statistik. Cara ini berbanding terbalik dengan probabilitas seleksi.

  • Cluster sampling

Metode ini membagi sampel menjadi beberapa kelompok atau area tertentu. Tujuannya yakni mempermudah penelitian pada bagian-bagian yang berbeda. Misalnya aja seperti penelitian kepuasan pelanggan pada restoran.

  • Complex/Multi-stage sampling

Metode pengambilan sampel ini menggabungkan berbagai strategi dalam pemilihan unit sampel. Kata lainnya yakni dilakukan secara bertingkat, baik tingkat dua, tiga ataupun lebih. Contohnya, Kecamatan > Kelurahan > RT/RW.

Sampel sedikit atau banyak?

Sumber: blog.masterofproject.com

Meskipun konsep tentang sampel terbilang cukup sederhana, yakni dengan mengambil contoh dari populasi saja lalu diteliti. Namun nyatanya proses ini adalah yang paling menentukan keberhasilan suatu penelitian. Kesesuaian hasil juga dapat dilihat dari sini. Maka terkadang beberapa riset mengeluhkan ketidaksesuaian yang dikarenakan pengambilan sampel kurang efektif.

Lantas untuk mengatasi itu semua yakni dengan mengulang kembali penelitian sejak awal. Bukankah langkah tersebut sama halnya dengan membuat waktu, tenaga dan biaya? Maka dari itu, poin yang perlu ditekankan yakni populasi tidak boleh dikacaukan oleh sampel, meskipun sampel merupakan wakil dari seluruhnya.

Pada penelitian, apabila jumlah sampel dan populasi sama, maka itu dinamakan dengan sensus. Banyak dijumpai bila jumlah sampel tentu lebih sedikit dari populasinya. Tetapi, sebenarnya yang terpenting adalah bagaimana cara mengambil wakil tersebut.

Sampel yang berjumlah banyak justru membuat hasil tidak sesuai dan kurang efektif, apalagi jika tekniknya salah. Sebaliknya, jika sampel diambil secukupnya, namun teknik sampling benar maka hasil akan lebih akurat. Di sisi lain, teknik sampling juga tidak lantas diaplikasikan, sebab semua itu tergantung dari sifat populasi. Semakin homogen, maka semakin kecil sampelnya.

Kemudian, responden juga tidak boleh mengacaukan populasi dan sampel. Beberapa mengira, responden bukanlah suatu yang harus ada, padahal ialah terdiri dari orang yang memberikan informasi sesuai dengan permintaan atau pernyataan tim peneliti. Maka akan sangat membantu sekali dalam mencari kesesuaian serta perbandingan.

Akan tetapi tidak semua penelitian membutuhkan sampel karena kecilnya populasi, seperti dalam bidang pendidikan, psikologi dan lainnya. Demikian pula jika populasinya sangat besar dan ingin melibatkan seluruhnya, contoh sensus penduduk.

Pada proses penelitian seringkali pengambilan sampel tidak memperhatikan teknik, biaya, waktu serta tenaga. Akan lebih baik bila sampel yang digunakan porsinya cukup mewakili populasi. Tidak juga terlalu berlebihan, namun justru teknik yang digunakan salah maka juga berdampak kurang efektif. Yang terpenting adalah bagaimana dari sampling kesimpulan valid.

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *