Membangun bisnis dimulai dari dasar. Banyak hal yang perlu dipikirkan sebelum beranjak pada praktik berhadapan langsung dengan pelanggan. Seperti yang diketahui, dalam dunia usaha ada strategi yang mengatur dari tahap awal hingga selanjutnya. Tidak ada proses akhir, sebab para pelaku terus berusaha mengembangkan dari waktu ke waktu menembus persaingan.

Secara umum, strategi mengacu kepada tujuan tertentu dan hendak dicapai. Pada perkembangannya, istilah ini berkaitan antara visi dan sarana, hasil yang dicari dan sumber daya yang dimiliki. Kata ini sama halnya dengan taktik serta konsepsi, dilanjutkan dengan tindakan untuk mencapai goal.

Dalam dunia bisnis, strategi berkaitan dengan bagaimana menggunakan atau mengalokasikan sumber daya. Pada perusahaan ini akan dibagi menjadi beberapa bagian yang lebih spesifik mulai dari rekruitmen, produksi, finance, marketing dan pengembangan. Semua elemen tersebut tidak hanya melibatkan pemimpin, tetapi juga seluruh SDM dalam perusahaan.

Menurut saya ada beberapa poin yang perlu dicatat mengenai pengelolaan sumber daya manusia dan pengembangan bisnis selama berkecimpung di bidang ini. Apa saja?

Jadikan karyawan menjadi teman

Sumber: Kyoseiconsulting.com

Semua orang tahu bila strategi bisnis adalah hal penting, namun sangat sedikit yang memikirkan tentang strategi kepemimpinan. Beberapa organisasi atau lembaga masih mempertahankan model lama, sementara zaman terus berkembang dari waktu ke waktu. Ketika memang memiliki suatu bayangan baru terhadap struktur leadership, mengapa tidak langsung diterapkan?

Strategi leadership sebenarnya merupakan penyelerasan antara kepemimpinan, tujuan dan aspirasi bisnis. Beberapa elemen yang menyangkut hal ini adalah SDM seperti apa yang dibutuhkan, keterampilan bagaimana agar memenuhi syarat perusahaan, track record masing-masing karyawan, hingga latar belakang pendidikan. Namun yang lebih penting dari itu semua yakni sumber daya manusia yang kreatif, inovatif dan peka terhadap perubahan.

Maka dalam hal ini, salah satu kunci keberhasilan bisnis yakni SDM yang saling berhubungan serta bersinergi satu sama lain. Antar tim harus mendukung dan mengerti apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan dari strategi. Masing-masing juga berwewenang mengemukakan pendapat, ide serta menyanggah hal-hal yang dapat merugikan usaha. Sementara tugas leader, menjadi teman terbaik, memberikan arahan, meluruskan yang semestinya serta mengawasi alur.

Rasa saling membutuhkan dan ketergantungan antara pemimpin dan karyawan menciptakan suatu kolaborasi efektif di berbagai fungsi. Situasi ini memberikan suatu pikiran kreatif dan inovatif, misalnya produk baru yang dibutuhkan atau sedang ngetren di pasaran. Pada dasarnya leader juga harus bisa menjadi teman terbaik agar tidak ada sekat antara atasan dan bawahan. Menerapkan trik kesetaraan membuat semua orang dihargai.

Penerapan strategi baru pada pengolahan SDM

Sumber: shutterstock.com

Di bawah naungan Grapadi, saya sudah menangani perihal berbagai macam bisnis dari berbagai studi bidang. Perusahaan yang berdiri sejak 26 tahun lalu itu memiliki ratusan proyek dan klien yang kesemuanya menginginkan pencapaian. Maka sebagai salah satu pemimpin di perusahaan, tugas yang seharusnya dilakukan yakni mengolah sumber daya manusia sebaik mungkin dengan menerapkan target khusus.

Terlebih dewasa ini segala sesuatu telah didukung oleh teknologi, sehingga SDM tidak hanya mereka yang berada di dalam kantor tetapi juga pekerja lepas yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Bukan tanpa alasan, menerapkan strategi ini. Sebab menurut saya cara tersebut terbilang cukup efektif, cepat dan mengurangi biaya. Hal itu tentu menjadi sebuah nilai plus bagi perusahaan, yang mana klien dapat tertangani dengan baik, namun juga tidak mengabaikan manajamen internal.

Kendati demikian kembali lagi pada prinsip bisnis auto pilot, yang mana semua harus dikerjakan dengan profesional. Meskipun karyawan baik tetap maupun lepas tersebar di berbagai daerah, namun setiap pekerjaan dilakukan oleh orang-orang yang memang ahli dibidangnya. Maka dalam hal ini yang paling penting adalah bagaimana menemukan orang-orang terpercaya dan konsisten.

Sebagai pemimpin yang bergerak di bidang konsultan bisnis, saya percaya bahwa klien adalah orang yang harus diutamakan. Mereka juga memiliki tujuan serta harapan. Untuk itu  sebisa mungkin kami membantu usaha mereka menjadi lebih baik dan terukur menggunakan alat-alat analisis yang umum digunakan. Karena mereka juga sangat istimewa, maka perusahaan juga memberikan SDM berkualitas agar semua dapat berjalan dengan semestinya. Jika demikian, bukankah kita juga akan menuai buahnya?

Membagi menjadi beberapa divisi

Sumber: lighthousegroup.co

Seperti yang telah dijelaskan di atas bila bisnis membutuhkan strategi khusus. Tidak bisa bila semuanya dilaksanakan begitu saja tanpa perencanaan yang jelas. Baik usaha kecil, menengah maupun besar sama-sama membutuhkan alur yang pasti. Oleh sebab itu, salah satu agar semuanya berjalan secara bersamaan namun efektif dan sistematis adalah membagi menjadi beberapa divisi.

Adapun beberapa tim yang umumnya ditemukan dalam perusahaan yakni rekruitmen bertugas menyeleksi calon karyawan baru yang sesuai dengan persyaratan. Kemudian tim produksi dengan segala ide dan gagasan untuk kemudian di proses dan menghasilkan produk atau layanan baru. Lantas tim marketing, memikirkan strategi pemasaran agar apa yang dihasilkan bisa sampai ke konsumen dengan baik. Juga finance memiliki wewenang dalam mengatur keuangan perusahaan, baik pengeluaran, pendapatan, keuntungan hingga aset. Kesemuanya yang terlibat dalam organisasi harus independen dan tidak boleh sedikitpun diintervensi.

Pekerjaan yang dilakukan secara bersamaan menjadikan organisasi atau bisnis berjalan sesuai dengan peran masing-masing. Di sisi lain, meski terbagi menjadi beberapa divisi, tetapi sembari menancapkan gas, maka sebuah kapal dapat berjalan kencang tanpa sedikitpun goyah.

Instropeksi kepada diri sendiri

Sumber: www.emmanuelmensahministries.com

Dalam praktiknya, terkadang kita menemukan hal-hal yang di luar ekspektasi. Menurut teori, pemimpin harus bertindak tegas terhadap karyawan. Tidak hanya sekadar memerintah, tetapi juga merangkul seluruhnya. Namun di lapangan, hal-hal yang tidak diduga bisa saja terjadi. Mengingat masing-masing orang memiliki kepribadian yang beragam, maka perlu perlakuan yang berbeda pula.

Ketika menemui sesuatu yang tidak sesuai atau berbelok dari arah yang seharusnya, tugas sebagai seorang pemimpin bukan langsung memberhentikannya. Sebab mereka juga memiliki kehidupan di luar kerja yang harus dipertanggung jawabkan. Selama ini saya dan tim tidak pernah mengusulkan pemberhentian secara sepihak. Justru sebaliknya, merekalah yang akhirnya memiliki kemauan untuk mundur.

Dalam kasus seperti ini, kita tidak bisa mencegah hal itu karena mereka memiliki hak untuk memilih. Sementara kita sudah berusahah mempertahankan dan memiliki niat memperbaiki, namun apabila sudah berkeputusan demikian, perusahaan juga harus menerima. Tidak cukup sampai di sana, kesalahan juga tidak dapat ditimpakan kepada bawahan. Pada dasarnya mereka hanya menjalankan perintah, lantas jika ada kesalahan bukankan kita sebgaai seorang pemimpin harus instropeksi juga?

Intinya, sangat penting bagi kita untuk mereformasi birokrasi. Penerapan reformasi struktural bertujuan agar lembaga-lembaga semakin sederhana dan lincah. Beberapa kunci kebehasilannya yakni kesigapan melayani dan kecepatan memberikan izin.

Oleh sebab itulah lembaga birokrasi yang tidak efisien perlu dipangkas. Bahkan apabila ada yang dirasa tidak memberikan manfaat signifikan, lebih baik dibubarkan. Saya hanya tidak ingin ada lagi pola pikir lama yang bekerja secara linier, berupa rutinitas dan monoton. Pendeknya, tidak ada lagi kerja di zona nyaman. Kita harus berubah, membangun nilai-nilai baru yang menuntut kecepatan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Reformasi birokrasi merupakan bagian dari ikhtiar dalam membangun Indonesia yang adaptif, produktif, inovatif dan kompetitif. Sementara itu, ekonomi dan bisnis merupakan salah satu aspek penting untuk kemajuan negara.

 

 

 

Sumber: sukita.id

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jutaan penduduk tersebar di berbagai wilayahnya. Negeri subur dengan sumber daya alam melimpah ini menjadi salah satu yang paling berpotensi di dunia. Kekayaan yang dimiliki itu pernah membuat para penjajah datang. Namun demikian rasa kepemilikan, nasionalisme dan persatuan membuat rakyat berbondong-bondong mengusir mereka dari bumi pertiwi.

Lambat laun Indonesia berubah menjadi suatu negara yang berasaskan Pancasila dan diatur dalam Undang-undang. Tersebarnya pulau dan wilayah yang di berbagai penjuru mempengaruhi perilaku dan agama masyarakatnya. Di sinilah tempat orang-orang dari latar belakang, suku, budaya hingga agama yang berbeda hidup berdampingan dengan aman serta damai.

Walaupun demikian, perbedaan sering menjadi alasan mengapa masyarakat saling beradu pendapat hingga menimbulkan perpecahan. Itu semua sebenarnya merupakan hal lumrah. Saling mengajukan pendapat dan perbedaan sudut pandang wajar adanya. Bahkan di forum kecil pun, situasi demikian sering terjadi, apalagi di negara dengan jutaan penduduk? Sayangnya, kini perbedaan itu menjadi senjata untuk saling menjatuhkan.

Kondisi negara sebenarnya belum benar-benar kondusif pasca pemilu. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk mengumpulkan massa, menebarkan berita hoax, mengajak serta memprovokatori lainnya hingga menyerang pemerintah. Alhasil, timbul perpecahan serta kerusuhan. Situasi tersebut kemudian menimbulkan korban jiwa, saling membenci antar saudara hingga kesinisan terhadap pemerintah yang kini sedang berkuasa. Tidakkah ini terlalu egois untuk memaksakan kehendak, sementara di tengah perbedaan itu membutuhkan penengah?

Pentingnya persatuan Indonesia

Sumber: nusantaranews.com

Dalam satu wilayah biasanya terdiri dari ratusan hingga jutaan penduduk. Mereka beraktivitas, melaksanakan hak serta kewajiban, membangun keluarga dan mengatur kehidupannya. Akan tetapi, sekumpulan orang itu saja tidaklah cukup untuk membangun wilayah agar terus berkembang, baik secara peradaban, pembangunan hingga memperluas daerahnya. Tidak mungkin juga hidup masing-masing secara individual, sementara mereka membutuhkan wilayah yang aman dan tentram.

Maka dibutuhkan satu orang yang ditunjuk sebagai seorang pemimpin untuk mengatur, mengelola dan menjadikan kegiatan dalam wilayah tersebut lebih teratur. Nantinya ia berhak menunjuk siapapun yang kemudian ditugaskan berdasarkan bidang-bidang tertentu. Masing-masing bidang yang ditangani oleh kelompok-kelompok orang saling bersinergi, berhubungan, berkoordinasi dan mendukung agar tujuan dapat tercipta. Sebab sejatinya, dalam suatu wilayah yang dibangun haruslah memiliki visi serta misi untuk kesejahteraan bersama.

Dalam praktiknya, perbedaan tentu ada. Tidak hanya dalam satu kelompok, bahkan antar kelompok, atau ada juga yang tidak setuju dengan pemimpinannya sendiri. Itu merupakan hal lumrah. Sebab manusia memiliki sudut pandang yang berbeda. Akan tetapi bagaimana menyatukan pendapat itu agar tidak ada yang merasa diabaikan atau bahka dicurangi, sehingga semua dapat berpartisipasi.

Persatuan Indonesia telah ditegakkan sejak sebelum Indonesia merdeka. Sejarah mencatat bahwa kemerdekaan yang didapat bermula dari rasa nasionalisme. Meskipun rakyat berasal dari latar belakang, suku, agama, dan budaya berbeda namun mereka sadar akan pentingnya tujuan bersama. Rasa nasionalisme membentuk karakter kuat, mengakar dalam darah daging. Kesadaran itu kemudian menjadikan diri kita sadar untuk mencintai Ibu Pertiwi dan menerima segala perbedaan yang ada.

Dalam hal itu, baik pemimpin maupun masyarakat harus sama-sama bersinergi, memberikan masukan terbaik, saling mendengarkan aspirasi dan tentunya menerapkan rasa nasionalisme. Sebab sejatinya Indonesia merupakan negara yang terbentuk karena keberagaman, maka tidak dapat dipaksakan untuk menganut aturan dari golongan tertentu.

Ulil Amri dan Implementasinya

Sumber: Tribunnews.com

Pada prinsipnya, suatu wilayah atau negara dipimpin oleh kepala negara. Ia menunjuk orang-orang terpercaya untuk mengatur berbagai bidang. Semua perangkat tersebut harus berjalan secara berdampingan, seimbang, berkoordinasi demi terciptanya tujuan bersama, yakni mensejahterahkan rakyat.

Dalam Islam, konsep itu disebut juga dengan ulil amri. Ialah seseorang atau kelompok yang mengurus kepentingan-kepentingan umat. Sementara itu, ketaatan pada pemimpin adalah kewajiban selama tidak bertentangan dengan nash dan zahir. Namun demikian, ketaatan terhadap ulil amri sifatnya kondisional, karena mereka juga manusia yang memiliki kekurangan. Apabila ia menentukan suatu hal sesuai dengan Allah dan Rasul-Nya, maka wajib diikuti. Jika bertentangan, tidak wajib ditaati.

Kata Ulil Amri telah akrab di telinga. Merujuk pada Surah An-Nisa 59, “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya) dan ulil amri di antara kamu….

Jika secara pengertian telah dijelaskan di atas, maka at-Thabari menafsirkan bahwa pengertian ulil amri bisa berbeda-beda, tergantung dari pandangan masing-masing. Salah satu kelompok ulama mengatakan bahwa kata tersebut berasal dari umara. Ada pula yang menyebutkan bahwa ulil amri adalah ahlul ilmi wal fiqh (mereka yang memiliki pengetahuan fiqih). Sementara ulama lain memiliki pandangan bahwa sahabat-sahabat Rasulullah lah yang disebut dengan ulil amri.

Selain at-Thabari, Imam al-Mawardi memiliki empat tafsiran mengenai ulil amri, yakni sebagai berikut:

  1. Ulil Amri bermakna Umara yang berarti para pemimpin yang megurus masalah dunia. Di sisi lain Ibnu Abbas mengatakan bahwa ayat ini berkenaan dengan Abdullah bin Hufazah bin Qays as Samhi ketika Rasul mengangkatnya menjadi pemimpin dalam sariyah. Sementara As-Sady berpendapat bahwa ayat ini berkaitan dengan Amr bin Yasir dan Khalid bin Walid ketika diangkat oleh Rasul sebagai pemimpin dalam sariyah.
  2. Jabir bin Abdullah, al-Hasan, Atha dan Abi al-Aliyah memaknai ulil amri merupakan ulama dan fuqaha.
  3. Mujahid berpendapat bahwa ulil amri itu adalah sahabat-sahabat Rasulullah SAW.
  4. Ikrimah justru berpendapat bahwa ulil amri hanya dua sahabat Rasul saja, yakni Abu Bakar dan Umar.

Sementara itu Ibnu Katsir mengutip dari sejumlah hadits mengenai ulil amri. Ia menyimpulkan bahwa kalimat tersebut menurut zhahirnya adalah ulama. Sedangkan secara umum bisa diartikan umara.

Meski banyak pendapat dan tafsir mengenai ulil amri, namun dapat disimpulkan bahwa istilah tersebut merujuk kepada pemimpin. Maka dari itu taati pemimpin selama mereka benar, dan Anda boleh tidak mematuhinya bila memang mereka keluar dari jalur yang semestinya. Mengenai ulil amri, Quraish Shihab mengatakan bahwa kata ‘taat’ terhadap ulil amri memberikan isyarat bahwa ketaatan tidak berdiri sendiri, melainkan kepada Allah dan Rasul. Dalam artian bila perintahnya tidak sesuai dengan ajaran Allah dan Rasul, maka tidak diperkenankan untuk taat kepada mereka.

Dengan demikian, ulil amri berhubungan dengan kepemimpinan. Tujuan utamanya yakni mengatur kemaslahatan umat dengan menjalankan syariat. Maka dari itu dalam Islam pemimpin juga disebut dengan pengganti peran Rasulullah. Seperti yang dikatakan oleh Imam Al-Mawardi, “Kepemimpinan adalah pengganti tugas kenabian dalam menjaga agama dan mengatur urusan dunia.” Sedangkan para pemimpin negara yang mengatur kepemerintahannya selain hukum Allah, seperti komunis, demokrasi dan lain sebagainya tidak dapat disebut sebagai ulil amri.

Senada dengan itu, Syaikh Ahmad Naqieb yang merupakan da’i salafi di Mesir mengatakan bahwa, “Kita tidaklah membela kebatilan, jika demokrasi menjadi asas undang-undang sebuah kepemimpinan maka dia tidak desebut dengan ulil amri. Berhukum dengan demokrasi tidak sesuai dengan petunjuk syar’i. Akan tetapi kita harus menaati peraturan dia demi kemaslahatan”.

Pemimpin yang mengerjakan shalat

Sumber: freepik.es

Seperti yang diriwayatkan dari Muslim dari Auf bin Malik, bahwa Rasulullah pernah bersabda,

Sebaik-baik pemimpin kalian adalah pemimpin yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian. Kalian mendoakan mereka dan mereka mendoakan kalian. Seburuk-buruk pemimpin kalian adalah pemimpin yang kalian benci dan mereka membenci kalian. Kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian. Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bolehkah kita menyatakan perang kepada mereka ketika itu?’ beliau menjawab, ‘Jangan! Selama mereka mengerjakan shalat di tengah-tengah kalian’.” (HR. Muslim)

Dalam hadits lain disebutkan, “Sungguh akan ada pemimpin-pemimpin yang kalian kenal (kebaikan mereka, -pen.) dan kalian ingkari (kemaksiatan mereka, -pen.). Barang siapa mengingkari kemaksiatannya, dia terlepas dari tanggung jawab. Dan barang siapa membencinya, dia selamat, tetapi (yang berdosa adalah) mereka yang ridha dan mengikutinya.” Sahabat bertanya, “Bolehkah kami memerangi mereka?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh, selama mereka mengerjakan shalat lima waktu bersama kalian.” (HR. Muslim).

Melalui hadits tersebut dapat diartikan bahwa selama seorang pemimpin mengerjakan shalat, maka sudah sepatutnya rakyat untuk mentaatinya. Karena pada dasarnya, kualitas keimanan dan perilaku seseorang dapat dilihat dari shalatnya. Ketika melupakan ibadah kepada Tuhan-Nya, maka mereka termasuk orang-orang yang telah melakukan kekufuran.

Menegakkan hukum Allah

Sumber: aswajamuda.com

Kita tahu bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki aneka ragam suku, agama serta ras. Maka menegakkan hukum negara yang sesuai dengan syariat terkadang kurang adil bagi mereka selain Islam. Maka dari itu, wilayah ini berasaskan Pancasila dimana sila pertama berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa.

Memaksakan kehendak kelompok lain untuk sama dengan kita juga tidaklah baik, sebab mereka juga bagian dari Indonesia. Maka Islam mengajarkan untuk, agamamu agamamu dan agamaku agamaku. Toleransi, perbedaan pendapat serta pandangan haruslah ditegakkan untuk membentuk wilayah yang adil, makmur, dan aman. Hal ini pula yang sebenarnya ingin dicapai oleh kepemimpinan ulil amri atau sesuai dengan hukum Allah.

Abu Abbas Al-Qurthubi dalam kitabnya Al-Mufhim Syarh Shahih Muslim juga menegaskan, “Kalau pemimpin itu tidak mau menegakkan salah satu pondasi agama seperti penegakan shalat, puasa Ramadhan, pelaksanaan hukum hudud, bahkan melarang pelaksanaan itu, atau dia malah membolehkan minum khamer, zina serta tidak mencegahnya maka tak ada perbedaan pendapat bahwa dia harus dilengserkan.”

Di sisi lain Syaikh Abdullah bin Abdul Hamid menjelaskan, “Para pemimpin yang mengingkari syariat Allah, tidak mau berhukum dengan hukum Allah serta berhukum dengan selain hukum Allah, maka ketaatan kaum muslimin kepadanya telah lepas. Manusia tidak wajib menaatinya. Karena mereka telah menyia-nyiakan tujuan imamah (kepemimpinan). Dimana atas dasar tujuan tersebut ia diangkat, berhak didengar, ditaati dan tidak boleh ditentang.”

Melalui pendapat di atas bisa disimpulkan bahwa ulil amri merupakan pemimpin yang mampu menegakkan hukum Allah. Ketika melenceng dari nilai-nilai syariah, maka mereka tidak dapat disebut sebagai uilil amri dan rakyat berhak untuk melengserkannya.

Presiden Indonesia termasuk Ulil Amri?

Sumber: siakkab.go.id

Menjadi suatu negara yang berdaulat dan diakui oleh dunia seperti saat ini butuh waktu dan sejarah panjang bagi Indonesia. Ibu Pertiwi telah melalui banyak hal, mulai dari masa kerajaan dan perebutan kekuasaan, penjajahan bertubi-tubi, pemberontakan rakyat sendiri, hingga ketidak puasan rakyat terhadap pemerintahan.

Sejauh ini, Indonesia telah dipimpin oleh enam kepala negara. Masing-masing memiliki kisah sebelum akhirnya diangkat menjadi Presiden. Tahun ini pemilu kembali diselenggarakan untuk menyerahkan tanggung jawab selanjutnya. Apabila dihubungkan dengan konsep ulil amri yang ada dalam ajaran Islam, apakah Presiden Indonesia juga termasuk dalam golongan tersebut?

Imam Al-Ghazali berpendapat bahwa gelar ulil amri tidak dapat diberikan kepada semua pemimpin. Terlebih era saat ini yang jarang dan bahkan sulit ditemui seorang pemimpin sempurna atau mujtahid mandiri. Maka perlu syarat-syarat khusus agar mereka disebut dengan ulil amri.

Berbeda dengan itu, Ketua Ikatan Dai Indonesia Profesor Ahmad Satori Ismail mengatakan bahwa Presiden RI disebut juga dengan ulil amri. Bahkan kepala desa bisa juga disebut demikian. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab merujuk dari masing-masing asal katanya. Ula berarti pemilik dan amr artinya urusan. Maka dapat disimpulkan bahwa mereka yang mengatur dan berwewenang mengatur pemerintahan disebut dengan ulil amri. Akan tetapi, soal ketaatan rakyatnya, mereka harus mengikuti syarat-syarat tertentu.

Maka dalam hal ketaatan, Satori mengatakan ada dua aspek penting. Pertama yakni kebijakan yang dikeluarkan, apakah menabrak aturan Allah atau tidak. Kedua yakni ketaatan secara umum.

Bila diaplikasikan dengan kondisi saat ini, selama pemimpin tidak bertentangan dengan Islam dan mendzolimi msyarakat, maka sepatutnya untuk ditaati. Adapun masalah duniawi yang sudah sewajarnya diikuti oleh rakyat yakni kepemilikan sertifikat rumah, menggunakan helm saat berkendara, menaati rambu-rambu lalu lintas, KTP serta SIM dan lain sebagainya.

Pada dasarnya pemimpin yang terpilih apabila ia menerapkan peraturan yang tidak bertentangan dengan ajaran Allah serta Rasul, dan ia sendiri berpegang teguh pada Islam, wajib hukumnya bagi rakyat untuk mentaati. Namun demikian, Indonesia merupakan negara yang berpegang teguh pada keberagaman. Siapapun tidak bisa memaksakan kehendak untuk menyeragamkan semua peraturan, sementara golongan lainnya tidak menerima itu.

Perbedaan adalah suatu hal yang wajar. Sebagai rakyat yang tinggal dalam wilayah dengan keberagaman, sudah sepatutnya untuk bersikap dewasa dalam menyikapi semua hal yang terjadi. Pun demikian, menaruh kepercayaan kepada pemimpin merupakan hal yang patut dilakukan, selama ia memegang amanah rakyat.

 

Allah SWT menyebutkan nama Nabi Muhammad berkali-kali. Melalui mukjizat-Nya itu, Dia mengatakan kepada seluruh umat bahwa akan ada Nabi terakhir yang membenarkan ajaran dari nabi-nabi sebelumnya. Ialah Muhammad, Rasul Allah yang memiliki sikap teladan.

Tidak ada manusia yang sempurna, kecuali Rasulullah. Beliau adalah cahaya di tengah kegelapan dunia. Kelahirannya membawa keberuntungan kepada seluruh makhluk di muka bumi. Muhammad adalah gambaran dari seorang kepala keluarga, pebisnis sukses, kepala negara hingga pemuka agama yang mengedepankan iman serta takwa.

Beliau menjalani kehidupan sesuai dengan perintah Allah SWT. Oleh sebab itu Nabi Muhammad senantiasa bersikap baik kepada sesama hingga kemudian mendapatkan gelar Al-Amin atau dapat dipercaya. Keberhasilannya menegakkan ajaran Sang Pencipta juga dibarengi dengan urusan duniawi. Semasa hidup Muhammad menjalankan bisnis bersama istrinya, Khadijah. Nilai-nilai teladan juga diterapkan dalam dunia perdagangan. Terbukti banyak orang yang suka bekerja sama dengannya dan usahanya mendapatkan keuntungan.

Berhasil di dunia bisnis, namun Rasullullah  tidak suka hidup bermewah-mewahan. Itu semua sebenarnya bisa dilakukan dengan mudah seperti saudagar kaya lainnya, tetapi beliau berpikir masih banyak umatnya yang menderita. Maka Rasulullah tidak segan hidup sederhana, bahkan memilih tidur di lantai.

Sebagai seorang berjiwa sosial tinggi, Rasulullah juga kerap membebaskan budak. Baginya semua kedudukan manusia itu sama. Allah yang memerintahkan untuk saling berbelas kasih pada sesama. Tidak ada si kaya dan miskin, karena itu beliau menganggap semua umatnya setara. Sikap adil itulah yang membuat kaum muslimin begitu takjub kepada beliau.

Rasullullah mengajarkan seluruh aspek kehidupan. Melalui mukjizat yang diturunkan kepadanya, umat muslim dapat mengetahui dengan jelas aturan-aturan menjalankan kehidupan di dunia dan bagaimana membekali diri untuk kehidupan di akhirat. Meski Rasulullah sudah tidak ada lagi, namun hingga saat ini ajaran, sunnah dan hadist-nya masih tetap diikuti oleh para pengikut. Sepeninggalannya memunculkan rasa rindu yang tiada tara.

Namun demikian Rasulullah selalu berpesan, apabila merindukannya maka bacalah Al-Qur’an, tegakkan salat, dan mengikuti apa yang disunnahkan. Rasa rindu kepada beliau memunculkan rasa tentram dan keteraturan dalam hidup. Dikisahkan, setelah Nabi Muhammad meninggal pada tahun ke-11 Hijriyah, Bilal merasakan hatinya dirundung gelisah. Kenangan bersama utusan Allah datang begitu saja di pikirannya. Ia rindu akan kebersamaan itu.

Di tengah rasa gelisah yang berkepanjangan itu, akhirnya ia memutuskan untuk hijrah ke Syam (Suriah). Saat sudah berada di sana, ia bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad. Rasulullah berkata, “Kebekuan apakah ini hai Bilal? Bukankah sudah waktunya engkau mengunjungiku?”

Seketika Bilal melompat dari tidurnya. Ia segera naik ke tunggannya dan hari itu juga pergi menuju Madinah untuk mengunjungi makam Rasulullah. Ia berpikir bila mungkin inilah yang dimaksut oleh beliau, yakni mengunjungi makamnya. Di sana Bilal menangis dan membolak-balikkan wajahnya di atas pusara. Kemudian Hasan dan Husain cucu Nabi Muhammad mengetahui hal itu dan segera datang.

Melihat Bilal yang menangis, mereka berkata, “Duhai Bilal, kami ingin sekali mendengarkan lantunan azanmu. Sebaiknya engkau azan untuk kakek kami di Masjid ini dulu.” Bilal menuruti apa kata cucu nabi tersebut. Saat ia mengatakan Allahu Akbar, sontak penduduk Kota Madinah gempar. Suara yang sudah lama tidak didengar itu akhirnya berkumandang kembali. Kegemparan itu semakin menjadi-jadi saat ia menambahkan kalimat Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.

Mendengar kalimat itu, penduduk Madinah menangis. Mereka merasa Nabi Muhammad yang dirindukan seolah hidup kembali. Rasa cinta yang tiada tara kepada Rasul Allah menumbuhkan rindu yang tiada tara. Maka dari kisah tersebut dapat dipetik beberapa pelajaran untuk kehidupan lebih baik.

Mimpi bertemu Rasulullah

Sumber: Elizato.com

Hanya orang-orang yang merindukan dan beriman yang akan bertemu dengan Rasulullah dalam mimpi. Apabila ada yang mengaku bertemu dengan beliau dalam keadaan sadar maka bisa dipastikan bila orang tersebut berdusta. Sebab setan dan makhluk lainnya tidak ada yang dapat menyerupai beliau.

Maka satu-satunya cara bertemu dengan Rasulullah adalah lewat mimpi. “Dan siapa saja yang melihat Rasulullah dalam tdiurnya maka dia benar-benar telah melihatnya, karena setan tidak bisa menyerupainya”. (HR Bukhari-Muslim)

Di sisi lain, Abdullah Al-Harrari, seorang ahli hadis dari Lebanon menafsirkan bila seseorang yang pernah bermimpi bertemu Nabi Muhammad maka Insya Allah ia akan meninggal husnul khatimah.

Keinginan bertemu dengan Rasulullah

Sumber: tarbiyah.net

Manusia diciptakan oleh Allah untuk menjadi khalifah di bumi. Tugas utamanya yakni untuk menyampaikan ajaran Allah, mengajarkan kebaikan dan memelihara dunia. Namun demikian, malaikat mengetahui bila nantinya manusia akan menumpahkan darah dan justru membuat kehancuran. Akan tetapi Sang Maha Pencipta mengetahui segalanya.

Semasa Nabi Muhammad hidup, beliau adalah satu-satunya utusan Allah untuk menyampaikan ajaran tersebut. Dalam praktiknya banyak cacian hingga hinaan yang didapat. Bahkan beliau dan pasukan muslimin tidak segan mengobarkan bendera perang demi Islam. Kemudliaan akhlak, kecerdasan dan sikap kepemimpinan membuat Rasulullah masuk ke dalam Top One orang paling berpengaruh di dunia.

Jika seorang Muslim mencintai Nabinya, maka mereka berkeinginan kuat untuk bertemu serta berkumpul dengan beliau. Generasi setelah sahabat hingga saat ini menginginkan untuk bertemu dengan Rasulullah di Surga kelak. Bahkan Allah menjanjikan kepada orang-orang beriman, yang menjauhi segala larangan dan perintah-Nya untuk bertemu dengan Muhammad di Firdaus nanti.

Menjalankan perintah Allah dan sunnah Rasulullah

Sumber: Kisahikmah.com

Dengan menaati Nabi Muhammad, maka sama halnya dengan menaati Allah SWT. Rasulullah bersabda jika beliau tidak meninggalkan apapun selain sunnah dan hadist. Melaksanakan apa yang telah disunnahkan akan memberikan kebahagiaan dan keistimewaan.

Salah satu yang terasa sekali manfaat dan kenikmatannya yakni Shalat Tahajud. Penelitian membuktikan bahwa aktivitas setelah bangun tdiur saat sepertiga malam (02.00 hingga 04.00) menjadikan tubuh dan otak lebih sehat. Di waktu tersebut, malaikat turun dari langit untuk memberikan hidayah kepada siapapun yang bersujud kepada Allah. Ia akan menganugerahkan segala bentuk kenikmatan serta kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat.

Di sisi lain, Tahajud merupakan terapi terbaik dari berbagai masalah penyakit, utamanya rasa stres yang selama ini meliputi. Di saat itu, sistem imun sedang bergerak aktif membentuk antibodi yang diperlukan tubuh untuk melawan segala jenis penyakit. Kemudian, rasa frustasi dan tertekan akan lebih baik bila mengadukan diri kepada Sang Pencipta saat tengah malam yang sunyi. Setiap doa dan keluh kesah akan didengar oleh-Nya. Perlahan aktivitas otak yang terasa terforsir rileks dan menjadikan diri lebih tenang.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Dirikanlah shalat malam karena itu adalah tradisi orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Allah, pencegah perbuatan dosa, penghapus kesalahan dan pencegah berbagai macam penyakit.” (HR Tirmidzi). Maka dengan menjalankan sunnahnya, selain merasa dekat dengan beliau juga akan memberikan keistimewaan dan kebahagiaan tersendiri.

Perbanyak shalawat serta salam

Sumber: minanews.net

Kerinduan kepada Rasulullah begitu membuncah ketika mereka senantiasa melaksanakan ibadah kepada Allah. Semua yang kita lakukan saat ini, termasuk sholat, zakat hingga puasa karena Muhammad yang telah mengajarkannya. Tidak ada maksut buruk di baliknya, semua yang beliau perintahnya mengandung kebaikan untuk diri pribadi, orang-orang di sekitar juga dunia.

Berpegang teguh kepada Kitab Suci Al-Qur’an yang berisi seluruh aturan kehidupan baik di dunia dan bagaimana baiknya untuk di akhirat, Nabi Muhammad mencoba mengaplikasikan itu semua untuk dirinya sendiri juga kaumnya. Kebaikan-kebaikan tanpa cacat itulah yang diingat oleh para sahabat hingga kaum muslimin saat ini.

Ketika mulai rindu beliau, perbanyaklah membaca shalawat atas Nabi. Beliau bersabda, “Barang siapa bershalawat atasku sekali, niscaya Allah bershalawat atasnya sepuluh kali.” (Muslim). Mengenai ini, Allah berjanji akan melindungi dan merahmati siapapun yang memperbanyak shalawat.

Mengikuti akhlaknya

Sumber: Tribunnews.com

Rasa rindu terhadap Rasulullah menjadikan manusia senantiasa beribadah kepada Allah dan mengingat bagaimana beliau memperjuangkan Islam bersama para sahabat. Semua itu akan tertanam dalam benak, sehingga berusaha berperilaku seperti beliau.

Tidak dipungkiri lagi bila Nabi Muhammad SAW memiliki akhlak yang mulai. Beliau tidak pernah membedakan antara satu kaum lainnya, atau bahkan si kaya dan miskin. Seperti yang tertulis dalam firman Allah, “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) berakhlak yang agung.” (QS al-Qalam ayat 4).

Setiap perilaku beliau selalu terpuji. Tutur kata dan tindak tanduk merupakan simbol dari kebaikan hati dan akhlaknya. Rasulullah merupakan manusia paling sempurna yang Allah ciptakanya. Namun demikian beliau terus merendah dengan bersabda, “Sesungguhnya aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR Bukhari).

Rasa cinta kepada Nabi Muhammad membuat manusia tetap berada di lingkaran kebaikan. Mereka akan senantiasa mengingat bahwa hidup di dunia hanyalah sementara, sementara akhirat merupakan tempat yang kekal. Maka tidak ada alasan untuk tidak menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya.

Di sisi lain, mencintai Rasulullah sama halnya mencintai para sahabat, para istri, keturunan hingga sesama muslim. Dengan demikian, kerinduan terhadap Rasulullah menjadikan hidup lebih baik.

 

 

Membeli dan memiliki rumah adalah tujuan hidup hampir seluruh orang. Rumah merupakan bagian penting dari hidup untuk dapat tumbuh bersama dengan keluarga. Kini sudah banyak rumah yang dipasarkan. Mulai dari rumah bersubsidi yang memiliki harga miring, hingga rumah yang berharga miliaran.

Namun, untuk rumah pertama, biasanya seseorang akan membeli rumah yang sesuai dengan kondisi finansial. Biasanya, rumah minimalis dijadikan pilihan. Hal tersebut karena banyak masyarakat, terutama keluarga muda, yang masih belum perlu untuk memiliki rumah besar dan mewah.

Rumah yang dibeli pun sesuai dengan kebutuhan, terutama menyesuaikan dengan jumlah anggota keluarga. Hanya saja, membeli rumah bukanlah pekerjaan yang mudah. Banyak langkah yang harus dilalui agar rumah yang dibeli benar-benar rumah yang tepat.

Karena membeli sebuah rumah adalah suatu hal besar yang harus dipertimbangkan secara matang, berikut adalah tips-tips membeli rumah pertama dengan sukses. Tulisan ini akan membahas mulai dari hal yang harus diperhatikan sebelum membeli rumah, biaya ekstra yang harus dikeluarkan saat membeli rumah, dan tips agar tidak jatuh miskin setelah membeli rumah.

Sebenarnya, kapan waktu yang tepat untuk membeli rumah pertama?

Banyak orang akan menjawab pertanyaan ini dengan jawaban seperti saat kondisi pasar sedang membaik, saat ekonomi sedang tumbuh, dan sebagainya. Hal tersebut memang tidak salah. Namun, waktu yang tepat untuk membeli rumah sejatinya adalah saat Anda sudah membutuhkan rumah dan memiliki dana yang cukup untuk membelinya. Kapan pun itu.

Setelah Anda memutuskan, barulah Anda bisa membeli rumah dengan mencari momen yang tepat. Biasanya banyak orang yang membeli rumah ketika ada pameran properti karena harganya lebih murah dan banyak diskon. Hal ini akan dibahas lebih lanjut di poin selanjutnya. Atau bisa juga saat ada perumahan yang baru dibuka dan memberikan banyak promosi juga potongan harga rumah.

Pertimbangkan Tujuan Jangka Panjang Membeli Rumah

Hal pertama yang harus dipertimbangkan ketika akan membeli rumah adalah tujuan utama dan jangka panjang membeli rumah. Jangan sampai Anda membeli rumah namun tidak digunakan. Apalagi jika rumahnya dibeli dengan cara mencicil.

Belilah rumah yang sebisa mungkin dapat Anda tempati dan berguna. Jangan beli rumah hanya karena harganya murah, namun memiliki lokasi tidak strategis. Hal ini tentunya tidak baik untuk Anda.

Jika memang ingin menggunakan rumah sebagai instrumen investasi, maka belilah rumah secara tunai. Kecuali, jika Anda ingin menempatinya.

Membeli Rumah dengan Jenis yang Sesuai Kebutuhan

Sebelum membeli rumah, pastikan Anda telah menghitung segala kebutuhan Anda. Sesuaikan rumah yang akan dibeli dengan kebutuhan itu.

Misalnya, Anda merupakan keluarga kecil yang berencana ingin memiliki dua anak. Maka Anda bisa membeli rumah dengan 3 kamar tidur. Luasnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan keluarga Anda.

Hal ini juga berpengaruh terhadap jenis rumah yang akan Anda beli. Apakah rumah yang dibeli adalah rumah tipe minimalis atau mewah, tradisional atau modern, rumah di perumahan yang bentuknya seragam atau yang bisa diubah sesuka hati Anda.

1.Carilah Rumah Dijual di Pameran Properti

Jika Anda kesulitan untuk mencari jenis rumah yang akan dibeli, datangilah pameran properti. Di sana, Anda akan menemukan banyak pilihan rumah yang dijual.

Dengan begitu, Anda akan bisa untuk membandingkan antara rumah yang satu dengan rumah lainnya.

Anda juga bisa bertanya secara langsung kepada agen apa saja kelebihan rumah yang mereka tawarkan di properti tersebut.

Bahkan, tidak hanya itu, pameran properti juga biasanya akan memberikan banyak diskon pembelian rumah. mulai dari DP gratis, hingga subsidi bunga KPR.

2.Berkonsultasi dengan Agen Properti

Konsultasikan rencana pembelian rumah Anda dengan agen properti. Hal ini dapat membantu Anda untuk mendapatkan rumah dengan spesifikasi terbaik.

Nantinya, agen properti akan dapat membantu Anda mencari rumah yang cocok dengan kebutuhan, juga sesuai dengan kondisi keuangan Anda.

Selain itu, agen properti juga bisa berdiskusi mengenai negosiasi harga, konsultasi proses dan juga jenis pinjaman pembelian rumah.

Pastikan bahwa agen properti yang dipilih adalah agen properti yang memiliki track record yang baik. Pastikan agen properti tidak memiliki banyak komplain dari pembeli sebelumnya.

3.Tentukan Cara Pembayaran Terbaik

Cara pembayaran rumah terdiri dari beberapa jenis. Mulai dari tunai keras, tunai bertahap, hingga Kredit Pemilikan Rumah atau KPR.

Pilihlah metode pembayaran yang sesuai dengan kemampuan Anda. pada umumnya, banyak rumah KPR yang ditawarkan. Namun, biasanya pengembang terbuka akan segala metode pembayaran.

Jika Anda memiliki dana yang cukup, Anda bisa membeli rumah dengan tunai keras atau tunai bertahap. Hal ini akan lebih menguntungkan karena Anda akan mendapatkan rumah dengan harga yang relatif murah.

Namun jika tidak, Anda bisa menggunakan KPR. KPR sendiri terdiri dari berbagai jenis. Jika Anda ingin membeli rumah tanpa riba, maka pilihlah KPR Syariah. Walau pada umumnya, produk KPR komersial lebih banyak macamnya.

4.Pastikan Kondisi Rumah Baik

Jika Anda membeli rumah yang sudah tersedia unitnya, pastikan bahwa Anda memeriksa seluruh bagian rumah. Pastikan tidak ada cacat yang tertinggal dari proses pembangunan.

Jika Anda menemukan kerusakan atau ketiak sesuaian, bernegosiasilah dengan penjual. Apakah kiranya Anda akan mendapatkan potongan harga, atau rumah akan mendapatkan garansi perbaikan.

Untuk mengetahui bagian mana saja yang penting untuk diperhatikan ketika membeli rumah, akan dibahas lebih mendalam di bagian selanjutnya.

5.Lingkungan yang Baik untuk Keluarga

Lingkungan adalah suatu faktor penting ketika memiliki rumah pertama. Terutama bagi Anda yang memiliki anak yang masih kecil.

Lingkungan tersebut nantinya akan menjadi bagian dari pertumbuhan sang anak. Pertumbuhan sendiri termasuk pertumbuhan fisik dan juga psikologis.

Maka dari itu, pastikan bahwa Anda memilih lingkungan yang baik untuk rumah Anda.

6.Jangan Lupakan Dana Darurat

Ketika Anda membeli rumah pertama, pastinya Anda ingin untuk mengisinya dengan perabotan-perabotan rumah terbaik. Selain itu juga ada beberapa kebutuhan yang diinginkan seperti memasang air panas, AC, dan lainnya.

Anda juga akan membutuhkan dana untuk perawatan rumah suatu waktu mendatang. Maka dari itu, Anda harus menyiapkan dana darurat rumah.

Hal ini harus dilakukan agar nantinya jika terjadi sesuatu yang tidak terduga pada rumah, Anda akan dapat menggunakan dana tersebut.

Baca terus tulisan ini, karena di bagian lain akan ada pembahasan mengenai langkah yang harus dilakukan agar tidak jatuh miskin setelah membeli rumah.

7.Lokasi, Lokasi, Lokasi

Lokasi menentukan harga rumah. Jika Anda memiliki dana yang terbatas, membeli rumah di pinggiran kota dapat menjadi pilihan.

Hanya saja, Anda tetap harus mempertimbangkan akses jalan, transportasi, dan juga fasilitas lain yang tersedia di sekitar lokasi rumah Anda.

Pastikan bahwa di sana terdapat fasilitas kesehatan, pendidikan, hiburan, hingga olah raga agar seluruh kebutuhan dapat terpenuhi dengan mudah. Akan lebih baik lagi jika lokasi tersebut dekat dengan tempat Anda bekerja.

Karena, jika terlalu jauh, nantinya Anda akan kewalahan sendiri. Selain itu, ongkos untuk bepergian dari rumah juga akan lebih mahal.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Rumah

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, ada beberapa bagian rumah yang harus diperhatikan ketika Anda sudah memutuskan untuk membeli sebuah rumah.

Hal ini penting untuk dilakukan karena Anda tidak boleh dirugikan ketika membeli rumah. Maka dari itu, periksalah bagian-bagian rumah berikut agar Anda mendapatkan unit rumah terbaik.

A.Dapur

Dapur adalah salah satu bagian yang biasanya perlu direnovasi ulang setelah dibeli. Hal ini tentunya akan menguras kantong Anda.

Maka dari itu, pastikan bahwa dapur yang dimiliki rumah memiliki kondisi yang baik. Periksalah bagian dinding dari keretakan. Jika dapur juga dilengkapi kabinet, maka periksa juga kondisinya.

Jangan lupa untuk juga mengecek aliran air, pembuangan, dan juga sambungan listrik. Keduanya harus berjalan dengan baik.

B.Kamar Mandi

Kamar mandi juga perlu untuk diteliti kondisinya. Pastikan bahwa shower yang ada berfungsi dengan baik. Pastikan bahwa arus air juga baik.

Jika kamar mandi yang dijanjikan memiliki bak mandi, maka periksalah dan pastikan bahwa bak mandi tidak mengalami kebocoran. Fungsi toilet juga harus tidak memiliki masalah.

Terakhir, periksalah dinding dan langit-langit kamar mandi apakah ada jamur yang menempel di sana.

C.Atap, Langit-langit, dan Lantai

Sebenarnya, mengecek langit-langit dan lantai haruslah dilakukan di setiap ruangan di dalam rumah. Pastikan bahwa langit-langit tidak berjamur. Karena, jika ada bagian yang berjamur, mada dapat dipastikan ada bagian atap yang bocor.

Selain itu, periksa juga bagian lantai rumah. jika lantai menggunakan ubin, maka pastikan bahwa ubin tidak retak. Selain itu, pastikan juga ubin tidak menggelembung.

Jika lantai menggunakan bahan kayu, pastikan bahwa kayu tersebut masih kuat, dan tak lapuk dimakan rayap.

D.Eksterior Rumah

Bagian eksterior rumah juga penting untuk dilihat. Pastikan bahwa warna cat belum pudar dan masih baik. Jika ada kerusakan pada salah satu bagian, maka segera minta perbaiki.

Bagian luar rumah sendiri tidak hanya penting untuk kecantikan rumah, namun juga penting untuk keamanan.

E.Sirkulasi Udara dan Cahaya

 

Sirkulasi udara yang baik adalah untuk bagi kesehatan penghuni rumah. Periksalah seluruh ventilasi di rumah Anda. Periksa juga apakah jendela yang dimiliki cukup untuk membuat rumah memiliki udara yang cukup.

Bukan hanya udara, sinar matahari juga penting untuk kesehatan rumah. Cahaya matahari haruslah cukup untuk masuk ke dalam rumah.

F.Air dan Listrik

Aliran air dan juga listrik haruslah dapat berfungsi dengan baik. Seluruh ruangan harus memiliki aliran listrik. Dan air harus dapat mengalir ke ruangan-ruangan yang diperlukan.

Jangan mau menerima unit rumah yang belum dipasangi meteran listrik karena itu akan merugikan Anda. tentunya Anda tidak ingin Ian memiliki rumah yang gelap karena tidak ada listriknya?

Biaya Ekstra yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah

Perlu diketahui, banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum membeli rumah pertama. Selain masalah lokasi, spesifikasi, fasilitas, dan juga harga, ada hal lain yang juga harus dipertimbangkan, yaitu adalah biaya tambahan.

Ya, biaya tambahan bisa muncul ketika Anda membeli rumah. biaya ini berbeda dari harga jual rumah yang disepakati. Biasanya, para penjual atau pengembang hanya akan memberikan informasi mengenai total harga jual atau DP yang harus dibayarkan.

Namun biaya tersebut tidak termasuk biaya administrasi dan juga biaya ekstra lainnya. Ada biaya lain yang harus dibayarkan terutama untuk mengurus surat-surat atau dokumen mengenai kepemilikan properti.

Tanyakan pada pengembang biaya apa saja yang dibutuhkan untuk mengurus seluruh biaya tersebut. Namun agar tidak dikelabui, cobalah tengok 3 biaya tambahan yang muncul saat membeli rumah berikut:

Biaya Bank

Ketika membeli rumah melalui pengembang dengan metode KPR, biasanya sudah ada bank yang bekerja sama dengan pengembang. Bank akan membutuhkan biaya pengecekan administrasi kelengkapan berkas.

Selain itu, bank juga biasanya akan membebankan biaya appraisal ketika pihak bank perlu untuk melakukan pengecekan sertifikat juga legalitas tanah. Biaya yang dibebankan biasanya sebesar Rp 300 ribu hingga Rp 700 ribu.

Ada juga biaya administrasi bank yang harus dibayar sebesar Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu. Harga tersebut tergantung dari persentase total pinjaman yang diberikan kepada nasabah/pembeli.

Bank juga akan mengharuskan pembeli membayar biaya provisi sebesar 0,5 hingga 1 persen dari total jumlah pinjaman.

Biaya Notaris

Untuk mengurus sertifikat dan dokumen lainnya, pembeli harus berhubungan dengan notaris. Biaya notaris sendiri biasanya ditanggung oleh pembeli dan besarannya berbeda-beda tergantung dengan lokasi rumah.

Jasa notaris diperlukan untuk memeriksa sertifikat, perjanjian kredit, Akta Pembebanan Hak Tanggungan (APHT), hingga Akta Jual Beli (AJB).

Biaya Pajak

Orang bijak taat bayar pajak, maka dari itu, ada juga biaya pajak yang akan dibebankan kepada pembeli. Biaya BPHTB Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan misalnya harus dibayarkan sebesar 5 persen dikalikan besaran NJOPTKP atau Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak. Besar NJOPTKP sendiri berbeda-beda di setiap daerah, tergantung dari lokasi dari rumah berada.

Kiat Agar Tidak Miskin Setelah Beli Rumah

Memebeli rumah membutuhkan banyak biaya. Selain biaya untuk membayar harga rumah atau cicilan, ada juga biaya lain seperti yang sudah dibahas pada bagian sebelumnya.

Namun, tentu saja masih ada dana lainnya yang harus disiapkan. Mulai dari dana renovasi atau perbaikan hingga juga dana membeli perabotan dan furnitur rumah.

Maka dari itu, banyak orang menyebut “beli rumah membuat miskin”. Tidak heran, karena banyak dana yang harus dibayarkan sebelum dan setelah membeli rumah.

Maka dari itu, penting untuk menghitung dengan cermat membeli rumah. agar nantinya tidak jatuh miskin setelah membeli rumah.

Berikut adalah tips agar tidak jatuh miskin setelah membeli rumah pertama. Pertimbangkan seluruh tips ini agar nantinya Anda tidak mengalami kesulitan setelah membeli rumah.

DP Besar sama dengan Cicilan Ringan

Semakin besar down payment (DP) atau uang muka yang Anda bayarkan ketika membeli rumah, maka semakin kecil nilai angsuran yang harus dibayarkan setiap bulannya.

Manfaatkanlah hal ini untuk meringankan Anda agar jumlah cicilan yang harus dibayar setiap bulannya menjadi lebih ringan.

Jika tidak memiliki dana yang cukup besar untuk membeli rumah, maka Anda bisa meminjam kepada kerabat untuk menaikkan jumlah DP. Nantinya Anda bisa mencoba mencicil pinjaman secara bertahap sehingga tidak terlalu memberatkan.

Anda juga bisa memanfaatkan promosi yang ditawarkan oleh developer rumah. Biasanya, ada beberapa developer yang memberikan keringanan pembayaran DP dengan cara mencicil beberapa kali.

Masa Tenor Panjang

Jika Anda tidak sanggup membayar DP yang tinggi, manfaatkanlah fasilitas tenor yang panjang. Dengan tenor yang panjang, maka semakin kecil pula jumlah angsuran setiap bulannya.

Pilihan masa tenor panjang kini banyak ditawarkan oleh bank atau penyedia KPR. Bahkan hingga 20, 25, dan 30 tahun pun ada yang menawarkannya.

Ketika mempertimbangkan hal ini, pastikan bahwa Anda juga sudah memperhatikan dan mempelajari bunga KPR Anda.

Pastikan saja, bahwa seluruh angsuran Anda tidak lebih tinggi dari 50 persen dari total pemasukan Anda setiap bukannya.

Sabar Membeli Furnitur

Mengisi rumah pertama dengan furnitur dan perabotan rumah memang menyenangkan. Hanya saja, Anda harus bisa menahan diri untuk mengisinya agar tidak memberatkan kondisi finansial Anda.

Hitunglah segala kebutuhan, dan prioritaskan untuk membeli barang-barang yang memang diperlukan. Misalnya keperluan tidur, peralatan dapur, juga peralatan mandi.

Demikianlah poin-poin penting yang harus diperhatikan ketika akan membeli rumah pertama kali. Ingat, pastikan untuk tidak membeli rumah secara terburu-buru, terlalu percaya diri, atau tidak banyak mencari informasi.

Karena sejatinya, membeli rumah adalah hal penting yang harus dipertimbangkan secara matang. Maka perhitungkan, pikirkan, dan pastikan Anda membeli rumah yang sesuai dengan kebutuhan dan juga keinginan Anda.

Sebagai pemula, Anda jangan mengambil langkah terburu-buru karena banyak hal yang harus dipelajari sebelum membeli suatu properti. Belum lagi Anda harus tahu banyak proses pembelian properti tidaklah mudah, terkadang ada proses panjang yang harus dilewati. Perhatikan juga cara pembayaran yang akan dipilih. Jadi, ada sekian pelajaran yang harus dikuasai terlebih dahulu sebelum meraih properti pertama kali. Untuk memudahkan Anda, berikut ini 10 langkah jitu berinvestasi properti bagi pemula.

  1. Pemilihan Lokasi

Lokasi adalah salah satu penentu ketika hendak membeli rumah. Banyak orang yang memutuskan untuk membeli rumah karena lokasinya strategis. Karena itulah, lokasi menjadi faktor utama oleh sebagian orang ketika membeli rumah. Lokasi juga mempengaruhi harga jual suatu rumah karena lokasi merupakan akses ke berbagai tempat, misalnya transportasi, pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit dan sebagainya.

  1. Ketersediaan Dana

Biaya juga menjadi salah satu faktor penentu orang dalam membeli properti. Selain biaya pokok, ada biaya ekstra yang menjadi kewajiban. Terkadang jumlahnya yang tidak sedikit membuat kaget orang awam baru pertama kali membeli.

Biaya pembelian properti yang menjadi kewajiban pembeli, antara lain:

Uang Tanda Jadi – biasanya ditentukan oleh para pengembang. Namun jika membeli properti tidak melalui pengembang, melainkan pasar sekunder, maka uang tanda jadi ini dapat ditentukan oleh penjual properti. Uang tanda jadi merupakan bentuk kejelasan Anda membeli rumah, seperti halnya biaya booking atau pemesanan.

Uang Muka – Kewajiban selanjutnya jika memang jadi membeli rumah, ialah melunasi uang muka jika membeli kepada pengembang. Sedangkan jika melalui pasar sekunder, besarnya uang muka berkisar antara 20 – 50% dan ini umumnya ditentukan oleh pihak bank yang bersangkutan.

Angsuran – idealnya besar tiap angsuran tidak lebih dari sepertiga gaji Anda sendiri atau bersama pasangan.

  1. Pengembang Terbukti Terpercaya

Jangan lantas percaya begitu saja dengan pengembang yang sudah terkenal namanya, kredibel dan bonafit. Anda tetap harus menyelidikinya dengan menemukan informasi yang benar adanya. Pengalaman merupakan salah satu tingkat kemahiran suatu pengembang, setidaknya pilihlah yang sudah berpengalaman minimal 5 tahun dalam bidang properti.

Periksa juga track record pengembang tersebut, apakah tepat waktu pada saat serah terima? Apakah perumahan sebelumnya berkualitas? Informasi tersebut dapat Anda dapatkan melalui website terkait atau orang-orang terdekat yang sudah mengenalnya dengan baik.

  1. Cek Harga Pasar

Jangan buru-buru dalam membeli properti pertama. Banyak hal yang harus ditinjau lebih dulu, seperti harga pasar. Anda harus tahu harga pasaran rumah yang akandibeli tersebut. Ini bisa dicari melalui online atau riset pasar secara langsung. Dengan begitu, Anda dapat menentukan harga terbaik dari properti pertama yang akan dibeli.

  1. Ketersediaan Fasilitas

Ketahui juga fasilitas apa saja yang disediakan oleh pengembang. Sebaiknya Anda juga melakukan survei lokasi ke daerah perumahan yang ingin dibeli. Perhatikan dengan baik fasilitas internal dan fasilitas eksternal yang ada.

Fasilitas internal antara lain tempat ibadah, arena olahraga, kawasan bermain, standar infrastruktur yang ada, gerbang perumahan dan sebagainya. Sedangkan fasilitas ekstern merupakan fasilitas yang ada di sekitar perumahan tersebut, seperti pusat perbelanjaan, kantor, sekolah, rumah sakit dan lain-lain.

  1. Persetujuan KPR

Banyak orang berusaha mendapatkan persetujuan KPR supaya lebih ringan dalam membeli rumah. Kepemilikan persetujuan KPR, membuat agen real estate serta vendor lebih yakin tentang minat dan keseriusan dalam membeli rumah yang bersangkutan. KPR akan memperbesar kekuatan dalam menawar dan mencegah kegagalan transaksi atas dasar finansial.

  1. Pilihlah Tenor yang Sesuai

Bank menawarkan berbagai macam tenor, berkisar antara 5 hingga 10 tahun. Ketersediaan tenor didasarkan pada kemampuan tiap debitur yang berbeda-beda. Pilihlah tenor yang sesuai dengan kemampuan Anda. Jangan memaksakan diri bila memang belum mampu mengambil tenor pendek! Selain cicilan rumah, ada beragam kebutuhan hidup lainnya yang perlu dipenuhi dan pertimbangkan dengan cermat.

  1. Pastikan Surat Pembelian Tanah

Jangan lupa untuk mengamati sertifikat tanah pengembang dengan teliti! Tanyakan hal tersebut melalui notaris yang mengurus akta tanah.

Surat-surat tersebut menentukan status tanah yang akan dikembangkan. Tidak cukup hanya memastikan status satu kavling tanah, tetapi semua kavling pada perumahan tersebut harus dipastikan dengan teliti.

  1. Persiapkan Dana Tambahan

Ada beberapa biaya tambahan yang perlu dipenuhi saat membeli properti, antara lain:

  1. Biaya untuk Bank

Pembelian dengan KPR berarti harus melalui tahap pengecekan dan kelengkapan berkas yang pasti berbayar. Utamanya ialah biaya survei aset properti (appraisal) sebelum membeli rumah. Pada umumnya pengecekan sertifikat tanah dan harga jual properti berdasarkan harga pasar yang sedang berlaku saat itu.

Dana yang perlu dipersiapkan untuk melewati tahap ini sebesar Rp300.000 hingga Rp750.000. Ada pula biaya provisi bank yang berkisar antara 0,5 – 1 % dari total pinjaman. Belum lagi biaya administrasi bank antara Rp250.000 – Rp500.000 atau bisa juga ditentukan berdasarkan persentase total pinjaman.

  1. Biaya Asuransi

Biaya untuk asuransi, yaitu Asuransi Jiwa (sebesar 1 – 2 % dari total pinjaman) dan Asuransi Kebakaran (1 % dari total pinjaman).

  1. Biaya Notaris

Notaris adalah pihak yang banyak berkontribusi dalam membantu Anda mengurus beragam akta serta sertifikat jual beli. Biaya jasa notaris ini menjadi kewajiban sepenuhnya. Besarnya biaya tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pembeli. Jasa notaris yang bisa digunakan antara lain pemeriksaan sertifikat, perjanjian kredit, biaya balik nama dan AJB (Akta Jual Beli), dan terakhir APHT (Akta Pembebanan Hak Tanggungan).

  1. Biaya Pajak

Pajak ialah kewajiban yang pasti tidak bisa dilewatkan dalam transaksi jual beli properti, baik dengan KPR ataupun tunai (cash). Pajak tersebut disebut dengan BPHTB atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Besarnya dihitung dengan rumus sebagai berikut:

5 % x (harga transaksi – Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak / NJOPTKP). Nilai NJOPTKP ditentukan berdasarkan peraturan pemerintah setempat.

  1. Pastikan Waktu Serah Terima Unit

Pastikan waktu serah terima rumah atau properti lain yang Anda beli. Ketahui juga jika mungkin ada keterlambatan atau ketidaksesuaian, kebijakan dan konsekuensi apa yang dikenakan pada pengembang. Waktu yang jelas juga merupakan faktor penting dalam membeli properti.

Hal-hal yang telah diuraikan di atas wajib dipahami terlebih dahulu sebelum membeli properti. Jangan lantas membeli tanpa berpengetahuan! Jadilah pembeli yang cerdas agar mendapatkan barang yang sesuai dengan keinginan dan terhindar dari berbagai tindak penipuan. Selamat membeli properti!

Selalu menunda dan memiliki berbagai alasan untuk tidak segera melakukan investasi adalah hal yang sering kita lakukan. Bahkan, meskipun kita tahu hal ini akan sangat memberikan banyak manfaat bagi kehidupan kita pada masa yang akan datang. Sebagian besar dari kita akan memilih untuk membelanjakan uang untuk memenuhi berbagai kebutuhan lainnya. Yang mungkin saja tidak begitu penting bagi kita. Ini tentu bisa saja menjadi kebiasaan buruk yang memengaruhi keuangan. Karena itu, pentingnya mengantisipasi dan segera membenahi keuangan agar terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan.

Rumah menjadi salah satu bentuk investasi yang paling ideal. Sebab properti menjadi salah satu kebutuhan yang sangat penting di dalam kehidupan semua orang. Namun, pada kenyataannya, sebagian besar dari kita justru lebih memilih untuk selalu menunda dalam memiliki aset yang satu ini. Tentunya dengan berbagai alasan yang sebenarnya tidak begitu penting. Jika terus berlanjut, besar kemungkinan Anda tidak akan memiliki rumah hingga bertahun-tahun ke depan atau bahkan seumur hidup Anda nanti. Bukankah ini adalah hal yang sama sekali tidak Anda inginkan?

Tak ada gunanya untuk selalu menunda, terutama saat usia Anda masih sangat muda dan belum menikah. Memiliki rumah dari sekarang jangan hanya dijadikan sebagai impian. Sebab semakin lama menundanya maka harganya juga akan semakin mahal. Rumah adalah salah satu investasi yang secara positif akan mengalami pertambahan nilai. Semakin lama tentu harganya akan semakin tinggi. Artinya, semakin lama menunda untuk memiliki aset yang satu ini maka akan semakin mahal dan mungkin saja semakin sulit Anda untuk memilikinya.

Siap atau tidak siap, ada baiknya Anda melakukan pembenahan keuangan, khususnya untuk kebutuhan yang satu ini. Membeli rumah tentu bukan sebuah hal yang mudah untuk dilakukan. Mengingat harga rumah belakangan ini terbilang cukup tinggi. Namun, jika Anda memiliki kemauan untuk mengatasi hal tersebut, menabung adalah salah satu cara yang bisa dijadikan sebagai solusi. Menabung untuk membeli sebuah rumah tentu bukanlah perkara yang mudah untuk dilakukan. Karena itu, sangat penting untuk memiliki komitmen yang tinggi sejak awal. Simak beberapa cara menabung di bawah ini yang bisa Anda ikuti untuk mewujudkan impian memiliki rumah idaman.

  1. Miliki Tujuan yang Jelas

Ini akan menjadi poin yang sangat penting bagi Anda yang ingin memulai untuk menabung. Tentukan dan milikilah tujuan yang jelas dalam menabung. Nantinya tujuan Anda untuk menabung menjadi lebih terarah dan tidak berjalan dengan asal-asalan. Tujuan yang jelas akan membantu Anda untuk tetap fokus dan selalu berupaya dengan sungguh-sungguh ke arah tersebut. Anda mengetahui dengan jelas tentang hal yang akan dituju dalam rencana keuangan yang Anda susun. Ini akan jauh lebih efektif dibandingkan dengan menabung tanpa tujuan ataupun keinginan yang kuat dari diri Anda sendiri.

Jangan hanya menetapkan tujuan saja pada awal-awal kemudian tidak diwujudkan dan dilupakan begitu saja. Memang hampir setiap orang tidak ada yang tak pernah lupa. Tidak ada salahnya untuk menuliskan tujuan Anda dan menempelkannya di tempat-tempat yang mudah terlihat. Hal ini akan membuat Anda selalu ingat dan fokus pada tujuan tersebut.

  1. Tentukan Jumlah yang Tepat

Setelah tujuan, besaran/jumlah tabungan adalah salah satu hal lainnya yang harus Anda miliki dengan jelas sejak awal. Hal ini akan membantu Anda untuk bisa memiliki gambaran yang paling tepat mengenai kapan dan bagaimana tabungan tersebut dapat membantu Anda dalam memiliki rumah impian. Lakukan perhitungan keuangan dengan baik, termasuk menentukan rasio tabungan yang bisa dilakukan di dalam pendapatan tetap bulanan yang Anda terima.

Jangan menentukan nominal yang tidak masuk akal di dalam rencana keuangan yang Anda buat. Sebab hal ini hanya akan membuat kegiatan menabung Anda menjadi sebuah beban. Bukan hanya itu saja, jumlah tabungan yang terlalu besar dan tidak proporsional ini hanya akan mengganggu berbagai pos-pos lainnya di dalam keuangan Anda. Miliki jumlah yang tepat dan segera sisihkan sejumlah uang sesuai dengan jumlah tersebut. Tabungan harus menjadi komponen tetap di dalam keuangan. Bukan sebuah pos yang kadang ada dan kadang hilang.

  1. Target Tabungan yang Tepat 

Kegiatan menabung yang Anda lakukan akan menjadi lebih mudah dan menyenangkan jika dilakukan secara tersistem. Terapkan sejumlah aturan dalam pengelolaan keuangan dengan memiliki sejumlah target secara berkala. Misalnya, target mingguan, target harian, dan yang lainnya.

Hal ini akan membuat Anda memiliki kontrol yang baik dalam mengelola keuangan. Terlebih menerapkan sejumlah sanksi bagi diri Anda sendiri jika sewaktu-waktu tidak bisa mencapai target tersebut dengan baik dan tepat. Tidak perlu menetapkan sejumlah target yang terlalu besar, yang justru akan membuat Anda malas untuk menjalankannya.

  1. Lunasi Semua Utang

Jika ternyata kita memiliki utang, akan sangat baik apabila utang tersebut segera dibayarkan. Ketika tidak lagi memiliki beban utang, proses menabung akan jauh lebih mudah dan menyenangkan. Sebab Anda bisa fokus pada kegiatan menabung. Utang juga akan menjadi beban pikiran yang mungkin saja akan membuat Anda menjadi tertekan. Karena itu, akan sangat lebih nyaman jika Anda tidak memiliki beban tersebut.

  1. Tabungan dalam Bentuk Emas 

Ini akan sangat tepat kalau Anda memiliki keinginan untuk menabung dalam jangka waktu yang cukup panjang. Emas adalah bentuk investasi/tabungan yang tidak terpengaruh oleh kenaikan inflasi sehingga nilainya akan cenderung stabil. Menabung dalam bentuk emas dapat dijadikan pertimbangan, terutama jika Anda membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mengumpulkan sejumlah dana untuk membeli rumah. Namun, jangan lupa untuk selalu mempelajari dan mengetahui dengan jelas mengenai seluk-beluk investasi emas itu secara detail terlebih dahulu.

  1. Kelola Pengeluaran dengan Ketat

Terkadang Anda begitu mudah mengeluarkan sejumlah uang, bahkan tanpa perhitungan yang baik. Hal ini sangat buruk, terutama jika Anda begitu sering melakukannya dan menjadikannya sebagai kebiasaan di dalam kehidupan. Segera hentikan dan mulailah membiasakan diri untuk selalu mempertimbangkan serta memperhitungkan setiap sen yang Anda keluarkan dari dompet. Sebab hal itu adalah uang yang Anda hasilkan dengan kerja keras, bukan?

  1. Hidup Hemat

Menjalani pola hidup hemat adalah hal yang terbilang cukup sulit untuk dilakukan, terutama apabila selama ini Anda terbiasa membelanjakan uang tanpa perhitungan yang jelas. Jangan menyepelekan hal ini. Sebab hidup hemat dapat membuat Anda menjadi bebas dari sejumlah masalah keuangan pada masa yang akan datang. Biasakan untuk selalu menjalankan pola hidup hemat agar sejumlah uang yang ada bisa dialokasikan ke dalam tabungan.

  1. Kumpulkan Nominal Tertentu

Kita juga bisa menabung lebih mudah dengan cara mengumpulkan uang pecahan dalam nominal tertentu, misalnya pecahan sepuluh ribu, dua puluh ribu, atau yang lainnya. Ini akan menjadi kegiatan yang menyenangkan. Sebab setiap kali Anda memiliki uang dalam pecahan tersebut, beberapa akan Anda sisihkan dan kumpulkan dalam wadah tertentu. Pada akhir bulan, Anda bisa menabungkannya ke rekening khusus dan menyimpannya dengan aman di sana.

  1. Belanja dengan Cerdas 

Kegiatan belanja adalah salah satu pos pengeluaran terbesar di dalam pengelolaan keuangan. Karena itu, sangat penting untuk mengelola dan melakukan ini dengan cara yang cerdas. Catat dan susun daftar belanja dengan tepat. Selalu bawa dan patuhi catatan tersebut saat berbelanja sehingga pengeluaran tetap terkontrol dengan baik.

  1. Menabung dalam Bentuk “Rumah”

Ini bisa membuat Anda lebih bersemangat dan terpacu untuk menabung. Sebab uang yang Anda terima bisa dijadikan sebagai cicilan untuk membangun rumah. Misalnya, menabung dan membayangkan jika Anda sedang mencicil bagian atapnya hari ini. Besok untuk dindingnya dan bagian yang lainnya.

  1. Libatkan Anggota Keluarga yang Lain 

Tidak ada salahnya mengutarakan niat Anda untuk membeli rumah kepada anggota keluarga yang lain. Anda juga bisa mengajak mereka untuk turut serta menabung bersama. Mereka akan senang dan merasa diikutsertakan untuk kegiatan yang penting di dalam keluarga.

Menabung untuk membeli rumah tentu bukan perkara yang mudah untuk dilakukan. Mengingat harga sebuah rumah cukup tinggi di pasaran. Karena itu, bisa dipastikan jika kegiatan ini akan membutuhkan waktu yang panjang. Namun, jika tidak dilakukan sejak sekarang, bisa jadi Anda tidak akan pernah membeli dan memiliki rumah. Mulailah sejak hari ini dan lakukan kegiatan ini dengan disiplin sehingga niat untuk memiliki sebuah rumah bisa tercapai pada masa yang akan datang.

 

Polemik Pemilhan Umum 2019 masih bergulir. Hasil Quick Count yang dikeluarkan oleh lembaga survey menunjukkan angka yang sesuai dengan data dilapangan. Dari hasil perhitungan sementara itu, Capres nomor urut 1 memiliki prosentase lebih besar dari Capres nomor urut 2. Kendati demikian, gerakan kawal KPU masih terus dilakukan hingga hasil real count keluar.

Di samping hasil Quick Count muncul sebagai gambaran data yang ada di lapangan, isu kecurangan juga menyeruak. Pasalnya ada beberapa kesalahan input di sistem KPU, sehingga tidak sesuai dengan yang tertulis pada form C1. Situasi ini yang kemudian memunculkan kekhawatiran.

Diduga demikian, masyarakat mengingatkan pada krisis politik di Venezuela. Namun sebenarnya kondisi di Indonesia sangatlah berbeda dengan negara tersebut. Pemilu di Indonesia masih berpegang teguh akan kejujuran, terbuka dan masing-masing pendukung dari dua belah pihak menyatakan bahwa harus ada keterbukaan untuk menciptakan kemakmuran di negeri ini.

Di satu sisi bila di Venezuela Presiden telah ditetapkan, namun di Indonesia krisis justru terjadi sebelum Presiden terpilih. Lantas krisis apa yang terjadi di negeri ini hingga timbul gejolak di tengah masyarakat?

Terbentuk dua kubu

Sumber: www.matamatapolitik.com

Pemungutan suara pada Pemilu 2019 dicurigai terjadi kecurangan, hal tersebut ditinjau dari banyaknya laporan yang masuk pada Bawaslu selaku Badan Pengawan Pemilihan Umum. Data yang berasal dari form C1 lantas diinput pada sistem dengan tujuan agar masyarakat bisa mengetahui dan turut mengoreksi. Bisa dikatakan ini adalah cara transparan.

Namun demikian, masyarakat modern kini lebih pintar dan getol menggunakan teknologi. Maka berangkat dari rasa khawatir, didukung oleh hasil Quick Count yang dinilai kurang tepat dengan apa yang terjadi di lapangan, mereka berbondong-bondong turut memeriksa data yang masuk di sistem KPU.

Hasilnya, banyak ketidaksesuaian antara form C1 dengan yang di sistem. Kejadian salah input itu bahkan tidak menimpa salah satu panselon, namun dua-duanya. Kondisi ini memicu terjadinya bentrok antar pendukung, utamanya di media sosial. Mereka saling berargumen bahwa ada kecurangan di balik pemungutan suara. Namun pihak lainnya bersikukuh tidak ada dan menunggu hasil real count. Perbedaana dan kericuhan ini membuat adanya dua kubu saat ini. Situasi panas masih terus berlanjut, sementara itu hasil real count masih belum muncul dan menunggu setidaknya hingga satu bulan.

Mengingatkan pada krisis di Venezuela

Sumber: inilahkoran.com

Pemilihan Umum haruslah dilaksanakan secara jujur dan adil. Landasan tersebut telah menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia saat memilih. Namun dengan adanya kecurangan, sejumlah pihak justru mengaitkan dengan krisis yang terjadi di Venezuela yang kabarnya berawal dari kecurangan Pemilihan Presiden.

Kondisi ini mengingatkan beberapa waktu lalu saat pencoblosan di luar negeri mengalamai halangan. Banyak warga negara Indonesia yang tidak bisa mencoblos karena alasan tertentu, sehingga membuat mereka tidak terima. Inilah yang memunculkan spekulasi terjadinya kecurangan. Bahkan fenomena itu disebut sebagai gunung es karena yang masih ketahuan hanya sedikit, sementara banyak yang tidak terdeteksi.

Akan tetapi krisis yang terjadi di Venezuela sebenarnya berbeda dengan yang ada di Indonesia. DI tanah air, masyarakat terbagi menjadi dua kubu yang mana masing-masing merupakan pendukung panselon nomor urut 1 dan nomor 2. Di tengah pemilihan umum yang memanas, mengingat kedua calon pernah bersi tegang pada pemilihan 2014, sejumlah kesalahan-kesalahan pada penginputan di sistem KPU ditemukan. Angka-angka tersebut jauh berbeda dengan yang tercantum pada C1.

Anehnya, kesalahan lebih banyak terjadi pada penselon nomor urut 2. Walaupun tidak menampik kemungkinan panselon 1 juga mengalaminya. Di lain sisi, hasil Quick Count dari lembaga survey mengatakan bahwa nomor urut 1 pemilik suara tertinggi untuk sementara. Sedangkan nomor urut 2 memiliki data internal yang menunjukkan bahwa pihaknya menang.

Angka-angka inilah yang kemudian digunakan oleh masing-masing pendukung untuk saling mendesak, menyerang dan menyebarkan informasi-informasi yang belum tentu kebenarannya. Bentrok antar dua kubu inilah yang kemudian menjadikan Indonesia tengah dilanda krisis politik. Hal ini tentu saja dapat menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Di lain sisi, krisis yang terjadi di Venezuela lebih cenderung pada krisis ekonomi yang berimbas pada politik. Negara yang dipimpin oleh Maduro mewarisi ekonomi yang lumpuh dari pendahulunya, Chavez. Jadilah pemimpin yang saat ini mengalami ketidak puasan dari cabang-cabang pemerintahan dan masyarakat.

Maduro dengan para loyalisnya membatalkan hukum yang telah disahkan oleh Majelis Nasional yang ditentang oleh Presiden. Pemilihan gubernur provinsi sempat ditangguhkan, sementara pembubaran legislatif nyaris terjadi. Di tahun 2017, ia mengikuti jejak Chavez dengan mengadakan pemilihan umum Majelis Konstituante. Kandidat sudah disetujui oleh pemerintah, namun nyatanya cara itu melangkahi Majelis Nasional yang dipimpin oleh oposisi.

Jaksa Agung yang diperkerjakan oleh Maduro melarikan diri ke Kolombia dan sejak saat itu terjadi konflik hingga menewaskan 110 orang. Di tahun 2018, krisis ekonomi mulai melanda. Diperkirakan empat juta orang meninggal di negara tersebut yang diakibatkan oleh kelaparan, wabah penyakit dan jatuh miskin. Bahkan orang-orang di sekitar Maduro terlibat dalam perdagangan narkoba.

Untuk mengkonsolidasikannya kekuasaannya, Maduro lebih dulu mengadakan pemilihan pada bulan Mei. Namun jumlah pendukungnya di bawah 50 persen. Sementara itu, PBB, Uni Eropa, dan Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) menolak pemilihan itu dengan mengatakan hal tersebut merupakan kecurangan. Tetapi, pelantikan Maduro tetap dilaksanakan pada 10 Januari 2019. Hal ini lah yang kemudian menimbulkan bentrokan dan krisis yang hingga kini masih melanda.

Laporkan kecurangan pada Mahkamah Konstitusi

Sumber: beritasatu.com

Dorongan masyarakat untuk mengawal Pemilu hingga detik ini membuat Bawaslu dan KPU bersama-sama membuka untuk siapapun yang menemukan ketidaksesuaian data. Di samping itu, pendukung salah satu panselon juga dikabarkan akan menempuh upaya salah satunya yakni dengan melaporkan aksi kecurangan pada Mahkamah Konsitusi.

Akibat dari itu, muncul suatu wacana akan adanya people power. Kabarnya apabila memang terbukti ada kecurangan, maka masa akan diturunkan ke jalan untuk menuntut keadilan. Kondisi ini tentu nantinya akan sama persis dengan yang terjadi di Venezuela. Di negara itu telah terjadi bentrok karena ketidak puasan terhadap seorang pemimpin. Masing-masing dari mereka memiliki pendukung fanatik, militer dan semua hal pada akhirnya terbagi menjadi dua. Maka tidak adanya pihak penengah membuat kerusuhan tak terbendung hingga memakan korban.

Banyak pihak yang mengatakan bahwa apa yang terjadi pada Pemilihan Umum kali ini mengalami kecurangan. Sementara masyarakat menginginkan keadilan dan perubahan. Krisis yang terjadi di Venezuela menjadi gambaran agar masyarakat saling bekerja sama mencari kebenaran.

Sementara di Indonesia sudah mengalami pemecahan dua kubu. Mereka saling perang di sosial media untuk menyuarakan adanya kecurangan hingga menuntut keadilan kepada Bawaslu hingga KPU, selaku badan yang berwenang terhadap Pemilihan Umum. Bisa jadi semakin runyam dan terjadi aksi nyata bilamana memang benar ada kecurangan.

 

 

 

Allah SWT merupakan sebaik-baiknya Pencipta. Dia yang menciptakan alam beserta isinya, mengatur satu per satu pergerakan yang ada di dalamnya. Menjadikan bumi sebagai tempat paling aman untuk dihuni oleh makhluknya, kemudian menjadikan semuanya saling bersinergi dan berjalan seimbang. Rasanya tidak ada hal yang kurang atau timpang. Lantas tidakkah kita sebagai makhluk kecil tidak bersyukur akan semua yang telah diberikan oleh-Nya?

Dengan semua nikmat yang telah Dia berikan, manusia masih menjadi makhluk yang tidak bisa sempurna. Mereka masih cenderung melalaikan apa yang diperintahkan, melakukan apa yang justru dilarang dan semua hal yang membawa pada kemudharatan. Begitulah Allah menguji ciptaan-Nya dengan nikmat dunia yang melenakan. Kendati demikian Sang Penguasa Alam adalah Maha Pemaaf. Sekalipun manusia berbuat dosa besar, namun Dia masih menyayangi dan senantiasa memberikan tempat terbaik.

Suatu kisah di zaman Nabi Isa AS. Kala itu pemerintahan dikuasi oleh Kekaisaran Romawi. Rakyat begitu menderita, tidak ada kemakmuran, situasi jauh dari kedamaian. Seluruh sumber daya alam hingga hasil kerja keras masyarakat dirampas. Maka akibatnya mereka hidup dalam kemelaratan.  Pemerintahan yang sewenang-wenang itu juga berpengaruh pada kondisi ekonomi.

Di saat situasi serba sulit, tinggal seorang wanita sendirian tanpa sanak saudara. Di tengah kerasnya kondisi ekonomi dan semua serba menderita, ia harus rela menjajakan dirinya. Meskipun tahu bahwa pekerjaan itu sungguhlah hina hingga mendapatkan cercaan serta hinaan, namun ia tetap tidak bisa melakukan apa pun selain menjual diri.

Pada suatu hari sang wanita seperti biasa, memulai hari dengan menjajakan diri. Namun hari itu berbeda, dari pagi hingga malam tidak seorang pun yang menghampiri dirinya. Kondisi yang begitu memprihatinkan membuat ia sama sekali tidak memiliki sepeser uang pun sembari berharap seseorang datang menggunakan jasanya. Walaupun sudah berkeliling kota, tapi tetap saja rezeki tidak datang. Padahal ia sama sekali merasa lelah, haus dan lapar.

Tidak putus asa, maka dia pun berjalan terus walau kakinya sudah terasa mati dan keringat mengucur di seluruh wajah serta badan. Belum lagi rasa dahaga yang begitu sangat. Setelah berjalan jauh dan sampai di pinggi kota, dia menemukan sungai. Namun sepertinya sungai itu pun hanya menyisahkan sedikit air.

Untuk mengobati rasa dahaga, ia mengikatkan sepatu dengan kerudungngnya dan mengambil air sungai yang tersisa sedikit. Di saat hendak meneguk, si wanita melihat anjing kurus yang juga merasa haus seperti dirinya. Ia sempat dilema, apakah meminum air ini atau memberinya kepada si anjing malang itu. Dipilihlah mengikuti kata hatinya untuk memberikan air tersebut. Tidak tahan dengan rasa lapar dan haus, akhirnya dia meninggal dunia.

Kemuliaan hati wanita tersebut justru menjadi perdebatan di antara Malaikat Malik penjaga pintu neraka dan Ridwa penjaga pintu surga. Mereka saling berebut, wanita itu telah menjual dirinya dan berbuat maksiat maka sudah seharusnya masuk neraka. Namun hatinya yang mulia karena memberikan anjing kurus itu air maka dia layak masuk surga. Akan tetapi, tidak ada yang seadil Allah SWT, sang pencipta alam. Dia mengatakan,

Hambaku itu telah menebus dosa-dosanya dengan mengorbankan dirinya dan menyelematkan nyawa makhluk-Ku, aku meridhoinya masuk surga.” Akhirnya wanita itu dimasukkan ke dalam surganya Allah diringi dengan takbir para malaikat.

Dari kisah tersebut, kita bisa mengambil hikmah bahwa segala sesuatu yang menurut orang buruk dapat ditebus dengan sikap belas asih dan penuh rasa cinta terhadap sesama. Pada dasarnya kedudukan manusia di muka bumi ini sama, pun dengan hewan dan tumbuhan. Maka, sebagai manusia tidak sepatutnya menyombongkan diri. Jika seorang yang telah menjajakan dirinya mampu berbuat baik terhadap ciptaan Tuhan lainnya, mengapa kamu tidak?

Sementara itu, orang yang terlihat menjijikkan di dunia belum tentu hidupnya juga akan sengsara di akhirat. Sebab semua itu ditentukan oleh kemuliaan hati, iman serta takwa yang dimiliki. Sedangkan Allah SWT adalah Sang Maha Pebngampun, sebesar apapun kesalahan hambanya akan Dia maafkan. Maha Besar Allah Dengan Segala Nikmatnya.

Seringkali bertanya pada diri sendiri apa itu independen. Apakah sikap independen dengan melakukan segala sesuatunya dgn lurus seperti kaca mata kuda ?Lantas dalam hal apa saja, kehidupan sehari-hari, pekerjaan atau yang lainnya?

Adanya teori sosial yang mengatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial, sehingga harus senantiasa tolong menolong dan mereka menggantungkan satu sama lain membuat saya diam sejenak dan mengesampingkan konsep independen. Jika mereka saling menggantungkan, lalu kenapa manusia harus dituntut mandiri?

Setelah membaca beberapa referensi, menimbang dari banyak hal, hingga mengamati satu persatu apa yang terjadi di kehidupan sendiri dan orang lain, sikap independen sebenarnya mendukung konsep sosial. Misalnya saja begini, seseorang terbiasa melakukan segala sesuatunya sendiri, lambat laun akan terbentuk karakter kuat dan tidak mudah menyerah. Sikap inilah yang bisa digunakan untuk membantu orang lain, terlebih bila mereka lebih lemah dari kita. Dengan demikian sebenarnya manusia ini saling melengkapi satu sama lain.

Dalam proses menuju independen, tidaklah mudah bagi saya. Banyak tekanan dari berbagai sisi, entah dari dalam diri sendiri, lingkungan sekitar, dan faktor luar. Saya mengerti bila bisnis, bidang yang saya tekuni menuntut pelakunya untuk selalu independen. Namun dalam prosesnya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Tepat pada tahun 2008, saya memulai karir sebagai konsultan appraisal. Di titik itu, mulai mengerti pentingnya independen. Seperti diketahui bahwa bidang tersebut menuntut saya bisa memberikan penilaian berupa perkiraan tentang nilai sebuah obyek dengan melakukan penelitian yang menekankan pada segi ekonomi. Maka dalam praktiknya appraiser harus menilai baik buruknya obyek yang terlihat maupun tidak. Sementara hasil wajib sesuai dengan fakta, jujur, profesional dan metode yang telah ditetapkan. Tidak mungkin bukan bila menggantungkan kepada lainnya dalam penelitian. Saya dituntut untuk melakukan segala sesuatunya secara independen, mulai dari riset memberikan konsultasi kepada klien dan sebagainya.

Kemudian, kembali kepada sifat asli manusia yakni tidak mudah puas. Pada tahun 2010 saya menantang diri sendiri untuk berbalik pada bidang yang berbeda, yakni riset market. Bergelut dengan pengamatan tentang sikap konsumen, selera, hingga bagaimana mengatur strategi marketing yang baik menuntut harus mengeluarkan ide, pengetahuan serta mengaplikasikan pengalaman. Lagi-lagi semuanya membutuhkan sikap mandiri.

Sebagai seseorang yang tertarik dengan ilmu pengetahuan baru tentang riset, lantas pada tahun 2017 melalui perkenalan saya dengan salah satu founder lembaga riset politik.. saya mulai ekspansi bisnis di bidang riset politik. Bersamaan dengan Pemilu 2019 yang  digelar, tentu perkiraan perhitungan suara capres dan cawapres sangatlah ditunggu-tunggu. Bagi saya itu sangat membantu para pendukung mereka agar berlomba-lomba menyumbangkan suara nantinya, sehingga bisa menggenjot perolehan akhir.

Nah, di titik inilah yang kemudian membuat saya sadar akan pentingnya independen. Sebuah survey tidaklah bisa dibeli dengan uang berapapun. Proses dan hasil haruslah netral tidak memihak salah satunya. Sebab kembali lagi, dugaan perolehan sangat berguna bagi para pendukung agar mereka berbondong-bondong memberikan suara nantinya. Memihak salah satu justru akan berdampak pada tindakan tidak menyenangkan, seperti memanipulasi data ataupun tabulasi yang ada. Dengan demikian, selama saya melakukan riset politik saya selalu menekankan kepada rekan untuk berlaku seadil-adilnya, independen, dan tidak memihak agar hasil benar-benar real dan dapat dipercaya.

Maka independen bagi saya bukanlah sekadar dapat melakukan segala sesuatunya sendiri. Juga bagaimana kita bersikap berani mengambil keputusan dan berlaku adil pada apapun itu. Jika dalam praktiknya ada banyak hal yang menghalangi seperti tekanan, itu adalah hal yang lumrah. Sebab segala sesuatu yang baik pasti ada rintangannya. Tapi tenang saja, tentu semua akan terjawab pada waktunya

 

Penelitian dilakukan untuk membuktikan suatu hal, misalnya saja jumlah populasi penduduk, pendidikan, keefektivan suatu kinerja dan lain sebagainya. Dalam praktiknya riset perlu perencanaan matang. Mulai dari proses penentuan obyek, perumusan masalah, langkah-langkah kerja, siapa saja yang bertugas, hingga hipotesa. Di samping itu, kegiatan tersebut juga membutuhkan biaya sebab bisa saja dilakukan di beberapa tempat, baik luar kota, pulau, atau bahkan luar negeri.

Sementara itu, orang-orang yang terlibat juga merupakan mereka yang memang ahli di bidangnya. Pekerjaan langsung dilakukan secara serempak dengan menyebar ke beberapa titik lokasi untuk memulai proses sampling. Sampling merupakan kegiatan mengambil contoh dari populasi atau yang mewaklinya untuk kemudian diteliti.

Sampel sebagai bagian terbatas dari populasi target. Sedangkan populasi target merupakan seluruh rangkaian subjek yang karakteristiknya menarik bagi para tim peneliti. Maka dengan demikian, hasil yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan. Sedangkan prosesnya disebut dengan inferensi statistik.

Ketika sampel hanya terdiri dari sedikit individu daripada kebutuhan minimum, maka keterwakilan tetap dipertahankan. Kesimpulan dari statistik kemudian dikompromikan dengan studi prevalensi. Di sisi lain, sampel tanpa keterwakilan bukanlah sumber yang bisa dipercaya untuk proses penarikan kesimpulan nantinya. Sedangkan kurangnya keterwakilan dapat terjadi dikarenakan prosedur seleksi yang cacat atau bias.

Namun yang terjadi dalam lapangan, meskipun sebagian besar penelitian dilakukan dengan menggunakan sampel terkadang masih timbul pertanyaan apakah mereka cukup mewakili populasi target? Berikut langkahnya dan jenis sampling yang perlu Anda ketahui!

Proses frame sampel

Sumber: www.biobest.co.uk

Kerangka sampel merupakan kelompok contoh yang dpilih oleh populasi target. Tujuannya yakni agar tim memperoleh cukup contoh, tidak keluar jalur yang telah ditentukan dalam perumusan masalah.

Mengingat sampel hanya dapat mewakili sebagian dari populasi, peneliti juga perlu memeriksa dengan saksama apakah kerangka sudah sesuai dengan tujuan penelitian atau hipotesis. Jika Anda memiliki strategi mengatasi batasan kerangka sampel, maka bisa juga diaplikasikan.

Teknik sampling non probabilistik

Sumber: www.climatecommunication.yale.edu

Pada teknik pengambilan sampel nonprobabilistik, kemungkinan memilih beberapa individu dari populasi target adalah nol. Jenis pengambilan ini tidak memberikan sampel yang representatif. Maka dari itu, hasil yang diamati biasanya tidak dapat digeneralisasikan.

Akan tetapi, sampel yang tidak dapat direpresentasikan mungkin berguna untuk tujuan penelitian tertentu. Bisa juga untuk membantu menjawab pertanyaan riset lain, serta berkontribusi pada generasi hipotesis baru. Maka teknik ini kemudian dibagi lagi menjadi 4 bagian:

  1. Convenience sampling

Para peserta dipilih secara berurutan sesuai dengan aksesibilitinya. Proses pengambilan sampel berakhir ketika jumlah total peserta dan/atau batas waktu yang ditentukan tercapai. Teknik biasanya digunakan pada uji klinis.

Setelah pengambilan sampel, peserta dialokasikan secara acak ke kelompok intervensi atau pengacakan. Meskipun ini termasuk dalam proses probabilistik untuk mendapatkan dua kelompok yang sebanding, sampel yang digunakan umumnya tidak mewakili populasi target.

  1. Purposive sampling

Teknik ini digunakan untuk tujuan tertentu atau sampel yang lebih beragam. Biasanya dilakukan dengan mengambil hasil dari pendapat ahli dalam bidang tertentu atau topik-topik yang menarik.

  1. Quota sampling

Menurut teknik pengambilan sampel ini, populasi pertama diklasifikasikan berdasarkan karakteristik seperti jenis kelamin, usia, dan lain sebagainya. Kemudian, unit pengambilan sampel dipilih untuk menyelesaikan setiap kuota.

  1. Snowball sampling

Pada teknik ini, peneliti memiliki kelompok individu pertama. Lalu, para peserta mengindikasikan anggota potensial lainnya dengan karakteristik yang sama untuk mengambil bagian dalam penelitian. Biasanya banyak ditemukan dalam riset pengguna narkoba, dan lain sebagainya.

Teknik sampling probablistik

Sumber: gponline.com

Cara mudahnya mengingat teknik sampling probabilistik yaitu merupakan metode pengambilan sampel secara random. Dengan demikian seluruh populasi yang diasumsikan memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai sampel. Sama halnya dengan non, teknik ini juga dikategorikan lagi menjadi beberapa cara:

  • Systematic random sampling

Langkah ini menggunakan interval dalam memilih sampel. Contohnya jika riset membutuhkan 20 sampel dari 200 orang, maka jumlah intervalnya 200/20=10. Kemudian responden dibagi lagi ke dalam masing-masing kelompok dan diambil secara acak pada tiap grup tersebut.

  • Stratified sampling

Pada metode ini populasi target dibagi ke dalam tingkat yang berbeda. Lalu, sampel dipilih dalam setiap strata, baik melalui pengambilan sederhana atau sistematis. Jumlah total individu yang akan dipilih di setiap tingkat dapat diperbaiki atau sebanding dengan ukuran masing-masing.

Setiap individu memiliki kemungkinan yang sama untuk dipilih. Namun metode biasanya melibatkan pengguna bobot sampel dalam analisis statistik. Cara ini berbanding terbalik dengan probabilitas seleksi.

  • Cluster sampling

Metode ini membagi sampel menjadi beberapa kelompok atau area tertentu. Tujuannya yakni mempermudah penelitian pada bagian-bagian yang berbeda. Misalnya aja seperti penelitian kepuasan pelanggan pada restoran.

  • Complex/Multi-stage sampling

Metode pengambilan sampel ini menggabungkan berbagai strategi dalam pemilihan unit sampel. Kata lainnya yakni dilakukan secara bertingkat, baik tingkat dua, tiga ataupun lebih. Contohnya, Kecamatan > Kelurahan > RT/RW.

Sampel sedikit atau banyak?

Sumber: blog.masterofproject.com

Meskipun konsep tentang sampel terbilang cukup sederhana, yakni dengan mengambil contoh dari populasi saja lalu diteliti. Namun nyatanya proses ini adalah yang paling menentukan keberhasilan suatu penelitian. Kesesuaian hasil juga dapat dilihat dari sini. Maka terkadang beberapa riset mengeluhkan ketidaksesuaian yang dikarenakan pengambilan sampel kurang efektif.

Lantas untuk mengatasi itu semua yakni dengan mengulang kembali penelitian sejak awal. Bukankah langkah tersebut sama halnya dengan membuat waktu, tenaga dan biaya? Maka dari itu, poin yang perlu ditekankan yakni populasi tidak boleh dikacaukan oleh sampel, meskipun sampel merupakan wakil dari seluruhnya.

Pada penelitian, apabila jumlah sampel dan populasi sama, maka itu dinamakan dengan sensus. Banyak dijumpai bila jumlah sampel tentu lebih sedikit dari populasinya. Tetapi, sebenarnya yang terpenting adalah bagaimana cara mengambil wakil tersebut.

Sampel yang berjumlah banyak justru membuat hasil tidak sesuai dan kurang efektif, apalagi jika tekniknya salah. Sebaliknya, jika sampel diambil secukupnya, namun teknik sampling benar maka hasil akan lebih akurat. Di sisi lain, teknik sampling juga tidak lantas diaplikasikan, sebab semua itu tergantung dari sifat populasi. Semakin homogen, maka semakin kecil sampelnya.

Kemudian, responden juga tidak boleh mengacaukan populasi dan sampel. Beberapa mengira, responden bukanlah suatu yang harus ada, padahal ialah terdiri dari orang yang memberikan informasi sesuai dengan permintaan atau pernyataan tim peneliti. Maka akan sangat membantu sekali dalam mencari kesesuaian serta perbandingan.

Akan tetapi tidak semua penelitian membutuhkan sampel karena kecilnya populasi, seperti dalam bidang pendidikan, psikologi dan lainnya. Demikian pula jika populasinya sangat besar dan ingin melibatkan seluruhnya, contoh sensus penduduk.

Pada proses penelitian seringkali pengambilan sampel tidak memperhatikan teknik, biaya, waktu serta tenaga. Akan lebih baik bila sampel yang digunakan porsinya cukup mewakili populasi. Tidak juga terlalu berlebihan, namun justru teknik yang digunakan salah maka juga berdampak kurang efektif. Yang terpenting adalah bagaimana dari sampling kesimpulan valid.

 

 

 

Umat muslim tentu sudah tidak asing lagi dengan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang terkenal berani. Ya, siapa lagi jika bukan Umar bin Khatab. Ialah pemimpin dan penguasa Muslim yang paling kuat dan berpengaruh pada periode 633M hingga 644M. Meskipun dalam sejarah barat di eranya terkenal dengan zaman kegelapan, namun dalam sejarah Arab adalah era keemasan.

Umar dijuluki sebagai Al-Faruq yang berarti orang membedakan antara benar dan salah. Ia tokoh luar biasa di dunia Islam yang dikenal sebagai pemimpin, negarawan, pelopor dan seorang Muslim saleh. Kebaikan hatinya ditunjukkan terhadap semua masyarakat tanpa membeda-bedakan meskipun mereka bukan umat Muslim.

Sahabat Nabi satu ini masuk ke dalam THE 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History oleh Michael H. Hart dan berada di posisi ke-52. Menurut sang penulis, kepemimpinan Umar yang brilian dan bertanggung jawab berhasil mengekspansi berbagai wilayah Islam. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Umar bin Khattab memerintah pasukan Muslim untuk membiarkan penduduk asli dari tanah yang ditaklukannya dalam keadaan damai.

Prestasi Umar bin Khattab sangat mengesankan dan akan menjadi kesalahan besar jika mengabaikan kontribusinya terhadap kemanusiaan. Perlu dicatat bahwa kepemimpinannya bertanggung jawab atas kemakmuran wilayah-wilayah yang berada di bawah peran Islam pada waktu itu. Bagaimana Sang Khalifah memimpin rakyatnya pada masa itu? Lantas suri tauladan apa yang patut ditiru oleh pemimpin saat ini?

Kehidupan awal Umar bin Khattab

Sumber: suarahati.org

Umar bin Khattab lahir di Mekkah pada tahun 458 Masehi. Ayahnya bernama Al-Khaththab bin Naufail dari Bani ‘Adi. Sementara ibunya dari Bani Makhzum bernama Hantamah. Semasa hidup ia dikenal sebagai pria yang kuat secara fisik. Berotot, tinggi, kaki dan tangan yang besar. Cara bicaranya terkenal tegas dan tidak segan langsung pada intinya. Disebutkan bila menantu Nabi ini juga teguh terhadap apa yang diyakininya.

Saat masih anak-anak Umar belajar membaca dan menulis. Ia sangat menyukai puisi serta sastra. Di masa remaja, sang pemimpin ini belajar seni beladiri, menunggang kuda dan gulat. Anas bin Malik seorang sahabat Nabi Muhammad berkata bila saat Umar berjalan, langkahnya cepat, bicaranya begitu jelas, ketika memukul rasanya sakit.

Gemar mempelajari tentang ilmu masyarakat

Sumber: muadz.com

Syarat suatu wilayah dikatakan sebagai negara apabila memiliki penduduk. Mereka merupakan sekumpulan orang yang tinggal di daerah tertentu yang turut membangun dan memelihara lingkungan, menjalankan kewajiban, mengelola segala aspek hingga yang menjadikan area yang diduduki lebih hidup. Bagi seorang pemimpin, kesejahteraan masyarakat sangatlah penting.

Pemimpin harus bisa menjamin hak dan kewajiban mereka terlaksana dengan baik. Akan tetapi perilaku mereka berbeda-beda yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, misal kondisi geografis, budaya, adat istiadat hingga kepercayaan yang dianut. Oleh sebab itu, leader harus mengetahui tentang masing-masing perilaku rakyatnya agar mudah dalam menyikapi dan berhubungan baik dengan mereka.

Sebelum menjadi seorang pedagang dan melakukan perjalanan ke Roma dan Persia, Umar bin Khattab sudah banyak memperkaya ilmunya dengan mengamati masyarakat yang berbeda. Sampai pada akhirnya ia masuk Islam pada 616 Masehi. Menurut Abdullah bin Masoud, salah seorang sahabat Nabi Muhammad mengatakan bila ketika ia memeluk Islam adalah kemenangan, hijrahnya ke Madinah adalah kesuksesan serta pemerintahannya merupakan berkah dari Allah.

Umar bin Khattab adalah seorang Muslim taat. Beliau berpartisipasi dalam semua pertempuran. Di eranya, kerajaan Islam berkembang hingga ke Madinah, Mekkah, Iran, Mesir, Palestina, Suriah, Afrika Utara hingga Armenia.

Rendah hati

Sumber: portal-islam.id

Sebagai seorang pemimpin, Umar adalah orang yang terkenal rendah hati. Dia biasa mengunjungi rakyatnya dari rumah ke rumah. Tidak segan pula beliau menyamar bukan sebagai seorang khalifah sembari mendengarkan keluhan dan masalah. Nantinya sahabat Nabi ini turut mencari jalan keluar dan memberikan solusi terbaikya.

Kerendahan hati itu ditunjukkan pula dengan kebiasaanya keluar setiap malam sambil membawa kantong-kantong beras, gandum dan tepung di punggungnya, lantas dibagikan kepada orang-orang yang kelaparan. Sebuah kisah yang terkenal menceritakan tentang dia yang tiba-tiba saja di Yerusalem sembari berjalan di samping untanya.

Diriwayatkan bila Umar juga orang yang sangat menyayangi hewan, sehingga ia sangat khawatir bila seseuatu terjadi pada kuda-kudanya. Dalam buku Early Caliphate oleh Muhammad Ali, Umar pernah mengatakan, “Bagaimana aku dapat menganggap diriku sebagai seorang gembala, sementara aku tidak terpukul dengan apa yang dilakukan oleh kawanan domba.”

Umar senang terlibat dengan permasalahan rakyat. Bahkan ia menjauhkan diri dari segala hal yang membuat orang-orang kehilangan. Dikisahkan bila ia pernah berpesan, janganlah menunda-nunda pekerjaan sehingga membuat semuanya menumpuk bahkan terbengkalai. Standar kesuksesan baginya yakni tekad serta kebaikan kepada setiap orang tanpa terkecuali.

Merangkul semua golongan

Sumber: boombastis.com

Umar bin Khattab merupakan pemimpin yang adil dan tidak memihak. Dia percaya bahwa individu tidak boleh kehilangan kebebasan dan harga diri. Di bawah kepemimpinannya Islam tersebar luas dengan pedang tetapi karena keindahan, kesederhanaan, keterbukaan dan kepemimpinan yang netral, jadilah menciptakan suatu kehidupan yang damai.

Dia percaya bahwa setiap manusia dilahirkan bebas dan tidak seorang pun harus merendahkan diri di depan orang lain. Di masa kepemimpinannya, Umar membiarkan orang-orang non Muslim menyembah apa yang mereka yakini, mulai dari ritual dan upacara keagamaan.

Jumlah umat muslim berkembang pesat saat itu. Bahkan mereka yang dulunya memeluk Yahudi dan Kristen berbondong-bondong untuk taat kepada Allah SWT.

Ardkun, seorang Uskup Damaskus menerima Islam setelah pasukan muslim memasuki kota yang saat itu dipimpin oleh Khalid bin Whalid. Para pengikut Ardkun tertarik pada agama yang dibawa oleh Umar hingga akhirnya masuk Islam.

Kemudian administrator Kota Shata di Mesir yang terkenal karena pabrik tekstilnya memutuskan untuk meninggalkan kotanya bersama dengan dua ribu orang ke Kota Damietta di mana tentara muslim berkemah hingga memeluk Islam. Bahkan perjanjian yang menyatakan kebebasan memeluk agama manapun ditandatangani langsung oleh Umar dengan menjamin kebebasan beragama dalam damai.

Disebutkan dalam buku The Second Calpih of Islam oleh Abdul Basit Ahmad, Umar mengatakan bila mereka yang tidak memeluk Islam tidak diharuskan untuk mengubah agama mereka, juga tidak akan ada campur tangan dari umat Muslim.

Pemimpin yang beraksi dan pandai berbicara

Sumber: pintuledeng.com

Sudah sepatutnya seorang pemimpin tidak hanya pandai berdiplomasi tetapi juga melakukan aksi. Orasi juga penting untuk menyampaikan aspirasi kepada masyarakat, namun yang terpenting adalah mewujudkan apa yang telah dicita-citakan bersama.

Berbicara tentang kepemimpinan Umar, ia adalah orang yang pandai berbicara dengan tegas dan benar. Kendati demikian kemampuan tersebut diimbangi dengan pencapaian sebagai cerminan pemimpin sukses.

Ia memiliki banyak prestasi dalam aksi Islam dan mandat sosial. Setelah Nabi Muhammad wafat, sebagian besar sahabatnya yang telah mempelajari Al-Qur’an meninggal dalam keadaan syahid. Tidak ingin petunjuk umat itu hilang begitu saja, akhirnya ia memulai proyek penulisan kembali kitab suci dan membuat satu salinan yang disetujui untuk disimpan oleh orang-orang yang dipercaya.

Dari sanalah ia dikenal sebagai orang yang telah menyelamatkan Al-Qur’an dari kehilangan atau kerusakan. Tidak hanya itu, sebagai pemimpin yang memang berdedikasi untuk rakyat dan terus beraksi, Umar menetapkan Kalender Hijriah yang hingga kini digunakan oleh seluruh umat Islam.

Dengan kesucian hatinya, ia juga menghapus dan menghilangkan perbudakan yang selama ini menjadi momok dari penindasan. Dia bahkan memainkan peran yang sangat keras saat itu. Tidak ada seorang pun di tanah Arab yang memiliki budak atau memperbudak.

Suatu hari putra Amr bin As melecehkan dan memukuli seorang budak Kristen Koptik. Mendengar hal itu, Umar menyuruh putra Amr tersebut dihukum secara terbuka oleh tangan korban. Kemudian beliau berbicara kepada ayah pelaku, “Sejak kapan kamu mengubah manusia menjadi budak, padahal mereka dilahirkan bebas dari ibu mereka?”

Bertindak di ranah pemerintahan dan politik

Sumber: Kiblat.net

Kerajaan Islam yang berkembang pesat saat itu menjadikan Umar berpikir untuk membangun sistem administrasi. Sebagai pemimpin liberal dan berpikiran terbuka, ia menggunakan pengalamannya saat berkunjung ke Persia dan Rumania dalam mengelola dan menambahkan banyak hal yang sesuai untuk negaranya.

Umar bin Khattab juga mendirikan perbendaharaan publik yang memungkinkan membayar gaji untuk semua pegawai kekaisaran termasuk para tentara Islam. Didirikan pula Departemen Pendapatan Tanah dan ia diakui jenius secara politis sehingga di masanya negara memiliki organisasi militer serta para balatentara yang hebat.

Kisah inspirasi Umar sebagai seorang pemimpin juga tergambar dalam setiap organisasi yang ia bentuk. Mengelompokkan sesuai fungsinya dengan baik memungkinkan ia bisa mengontrol setiap aspek. Untuk pertama kalinya dalam Islam, sahabat Nabi ini membentuk sistem administrasi peradilan yang efektif, membangun Departemen Kepolisian pertama dalam sejarah.

Menjunjung tinggi demokrasi dan keterbukaan

Sumber: ibnuasmara.com

Adanya seorang pemimpin bertujuan untuk mewujudkan segala aspirasi masyarakat. Sebuah negara dan tatanannya ada dikarenakan rakyat selalu mendukung. Maka sudah sepatutnya bila semua hal harus melibatkan mereka.

Sudah semestinya bila pemimpin menggelar musyawarah untuk segala hal yang sulit dipecahkan dan meresahkan warganya. Mereka tidak bisa mengambil keputusan sepihak, oleh karenanya harus menghadirkan wakil-wakil rakyat sebagai penampunga aspirasi.

Seperti yang dicontohkan oleh Umar bin Khattab di suatu kisahnya. Pada suatu hari orang-orang yang telah memeluk Islam menerima sebuah tantangan baru. Pertanyaan kompleks tentang cara hidup menurut Islam muncul. Banyak yang tidak dapat dijawab karena semua memang mengacu pada Nabi Muhammad SAW dan Kitab Suci Al-Qur’an.

Para sahabat, seperti Abdullah bin Ma’sud, Ammar bin Yasar, Abu Musa Ash’ari, Abu Ubaidah bin Jarrah, Mughira bin Shuba dan lainnya merujuk kepada Umar. Diskusi dilakukan dengan kebebasan dan ketajaman besar. Shah Waliullah menulis dalam Hujjatullah al-Baligha, “Itu adalah praktik Umar untuk berkonsultasi dan menegakkan diskusi dengan mereka sampai tabir diangkat dan keyakinan tercapai.” Setelah pertanyaan-pertanyaan tersebut dibahas, ia lantas memberikan penilaiannya.

Menunjukkan integritas dan kecintaan kepada agama dan rakyat

Sumber: tr.eyeni.biz

Ketika seseorang ditunjuk sebagai seorang pemimpin, maka ia harus bertanggung jawab atas seluruh rakyat dan wilayah. Ribuan nyawa bergantung dan semua hal di dalamnya membutuhkan tanggung jawab dari leader-nya.

Umar bin Khattab menunjuk Amr bin Al-As sebagai gubernur Mesir. Amr menunda pengiriman pendapatan ke kas. Sang pemimpin akhirnya menuliskan surat kepadanya dan mengingatkan soal penundaan itu. “Aku mengerti hal yang membuatmu tidak membalas adalah fakta bahwa bawahanmu tidaklah baik. Mereka telah membuatmu menjadi perisai dan itu adalah penyakit. Aku terkejut telah menuliskan surat panjang lebar seperti ini kepadamu, tetapi kamu lalai mengirimkan pendapatan dan menghindari memberi jawaban langsung. Jadi Abu, Abdullah, jangan khawatir. Karena akan diambil darimu dan kamu harus membayar mereka karena seperti sungai yang menghasilkan mutiara, demikian juga kamu harus memberikan iuran.”

Mengenai masalah itu Umar bin Khattab berdoa kepada Allah SWT untuk tidak membiarkan dirinya jatuh dalam kelalaian atau biarkan saja dirinya bertanggung jawab atas hal yang tidak disengaja. Tindakan ini mencerminkan karakternya yang tegas, berintegritas tinggi dan rasa cintanya kepada orang-orang Muslim. Dia bahkan berkeliling pada malam hari untuk mengecek kondisi masyarakat yang dicintainya.

Kuat dan berani

Sumber: muslimobsession.com

Pemimpin ditunjuk karena dianggap kuat dan mampu melindungi rakyatnya. Melalui kekuatan yang dimiliki, mereka diharapkan bisa membangun wilayah dengan benar, menghapus yang dazlim dan menegakkan peraturan yang tegas.

Sebagai seorang pemimpin, Umar dikenal karena pribadinya yang kuat dan ketangguhan dalam menegakkan kebenaran. Ketika ada sesuatu yang dianggapnya tidak beres, maka dengan segera sahabat Nabi ini mencari duduk perkaranya.

Saat dia memutuskan untuk memeluk Islam, dia tidak menyembunyikan fakta tersebut dari para sahabat dan kaum Quraisy yang selama itu mengagungkannya. Ia bahkan pergi keluar dan secara terbuka mendeklarasikan Islam kepada para pemimpin Mekkah.

Sebelum hijrah ke Madinah, alih-alih diam ia bahkan menyatakan keputusannya secara terbuka. Beberapa orang mungkin berpikir bahwa tindakan tersebut tidaklah bijaksana. Tetapi Umar memiliki tubuh dan mental yang kuat, tidak mudah takut meski sempat dihentikan oleh bangsawan Mekkah.

Sikap berani dan kuat itu adalah kualitas yang sangat berharga bagi seorang pemimpin. Leader yang baik harus menunjukkan tindakan yang bijaksana, tegas, menyampaikan tanpa ragu-ragu dan berusaha untuk mencapai apa yang sudah matang dipikirkannya.

Rasa tanggung jawab yang besar

Sumber: ramadan.sindonews.com

Bicara soal tanggung jawab, seseorang yang diamanahi jabatan pemimpin harus memikul tanggung jawab ribuan nyawa di pundaknya. Mereka adalah orang pilihan yang diutus mengurus, membenahi, mengatur dan segala hal dalam suatu wilayah. Bukan hanya pada rakyatnya, pada hal kecil pun nantinya akan dimintai pertanggung jawaban.

Pada suatu hari Ali melihat Umar bergegas. Dia bertanya kepada sahabatnya itu, hendak kemana. Sang pemimpin menjawab, “Aku akan menangkap salah satu unta amal yang telah melarikan diri.”

Ibn al Jawzi meriwayatkan, “Jika seekor kambing hilang di tepi sungai Eufrat, Umar akan bertanggung jawab atas hal itu pada hari penghakiman.”

Begitu tajamnya rasa tanggung jawab Umar juga dicerminkan dengan kebiasaannya berkeliling kota untuk mengetahui bagaimana keadaaan rakyatnya. Dia juga sering mengunjungi negara bagian lain guna mendengarkan keluhan rakyatnya.

Dapat membaca kelebihan dan kelemahan

Sumber: islam.babe.news

Tidak banyak yang diberi kemampuan membaca kelebihan serta kelemahan orang lain. Mereka yang mampu ialah tentu sudah bergaul dengan luas, memiliki pengalaman mumpuni serta pengetahuan luar biasa.

Sebagai seorang pemimpin yang diamanatkan untuk menjaga rakyat, sudah barang tentu harus bisa menjadi sandaran. Dengan demikian ia harus bisa membaca kelemahan serta kelebihan untuk kemudian mendengarkan dan memberi solusi.

Umar dikenal sebagai pemimpin yang dapat membaca kelemahan dan kelebihan orang secara tepat. Dia pernah bersama dengan teman-teman paling berpengalaman dan berkualitas di Madinah sebagai penasihat. Akan tetapi ia tidak tetap bepegang teguh kepada instingnya saat rakyatnya datang meminta pendapat. Ia memiliki ide-ide tajam, bahkan bisa menerka maksut musuh.

Beberapa pencapaian dan aksi Umar yang sangat berjasa

Sumber: www.halhalal.com

Kuat dan berani berbicara saja tidak cukup. Umar bin Khattab membuktikan bila dirinya adalah pemimpin yang bisa mewujudkan keinginan rakyat. Maka dengan aksinya selama memimpin, berikut merupakan pencapaian yang telah ia raih dan hingga kini diaplikasikan oleh negara-negara di dunia:

  1. Umar bin Khattab mendirikan banyak institusi dalam sistem administrasi negara Islam. Sejarawan menyebut aksinya ini sebagai inovasi.
  2. Mendirikan perbendaharaan publik atau Bait-ul-Mal
  3. Mendirikan pengadilan beserta hakimnya
  4. Untuk berjaga dari pasukan anti Islam, ia mengatur dan mendirikan Departemen Perang
  5. Memberikan gaji kepada tentara yang sudah berjuang. Selain itu Umar juga menempatkan beberapa fungsi dalam kemiliteran, seperti perwira perbendaharaan, akuntan, penerjemah, dokter serta ahli bedah. Dia lantas menginstruksikan komandan militer untuk menyerahkan laporan pengeluaran dan daftar rampasan perang. Catatan sejarah menunjukkan bahwa pada 16 Hijriah, Ziyad bin Abi Sufyan datang ke Kota Jualan. Setelah penaklukkannya ia membawa catatan-catatan pengeluaran ke Madinah dan menyerahkan kepada Umar.
  6. Mendirikan Departemen Pendapatan Tanah. Ia memerintahkan survei, penilaian tanah serta sensus. Catatan pemeliharaan tanah dibuat dalam bahasa Persia, Syria, dan Koptik.
  7. Mendirikan Kota Kufah, Basrah, Jazirah, Fustat dan Musal. Lantas ia membangun kanal-kanal di sana.
  8. Negara yang ditaklukkan dibagi menjadi beberapa provinsi
  9. Memerintahkan pungutan bea masuk
  10. Pejabat yang ditunjuk diberi tugas mengumpulkan pajak hasil laut
  11. Memberi izin kepada para pedagang dari negara asing untuk melakukan bisnis di wilayah Islam
  12. Sistem dalam penjara yang terorganisir dan adanya hukuman cambuk
  13. Mendirikan barak militer dan menempatkannya di tempat-tempat strategis
  14. Departemen Kepolisian yang terorganisir
  15. Mendirikan penginapan-penginapan dari Mekah ke Madinah sebagai tempat istirahat para pelancong
  16. Memberikan tunjangan untuk orang-orang Yahudi dan Kristen yang kurang mampu
  17. Mendirikan sekolah, lantas memberikan gaji kepada guru dan dosen publik
  18. Mengusulkan prinsip Qiyas dan formulasinya
  19. Mengusulkan pembagian warisan yang tepat
  20. Mengusulkan pernyataan tambahan setelah adzan sholat Subuh, “Sholat lebih baik daripada tidur.”
  21. Ditahbiskan melakukan sholat teraweh berjamaah
  22. Memberikan hukuman delapan puluh cambukan kepada peminum alkohol
  23. Membuat pengaturan untuk menghidupkan lampu di masjid pada malam hari.
  24. Menetapkan prosedur untuk memberikan gaji dari kas umum kepada para imam dan muazzin

Diberi amanah menjadi seorang pemimpin, sudah seharusnya mengabdi sepenuhnya kepada rakyat. Di samping memiliki rasa tanggung jawab, mereka juga perlu memiliki pengetahuan luas, bisa diandalkan, bersikap tegas, beraksi sesuai dengan apa yang dibicarakan, hingga bagaimana menjadikan wilayah tersebut makmur, damai meski berbeda agama serta etnis. Apakah Anda sudah terinspirasi dengan kepemimpinan Umar bin Khattab?

 

Menjelang Pemilihan Umum pada April mendatang, masyarakat Indonesia dihimbau menetapkan pilihannya. KPU menyarankan bila memilih adalah keharusan, sebab golput sama saja dengan sikap tidak peduli. Padahal dengan memilih salah satu kandidat yang dinilai berpotensi sama halnya dengan bertanggung jawab terhadap nasib bangsa selama 5 tahun ke depan.

Ada banyak cara untuk mengetahui apakah calon yang dipilih berpotensi atau tidak. Anda bisa melihat bagaimana visi dan misi, sumbangsih untuk negara, hingga kedekatan dengan rakyat. Kini tidaklah sulit untuk mengetahui siapa pemimpin masa depan, sebab beragam informasi yang ada di media sosial cukup memberikan masyarakat pengetahuan.

Akan tetapi sepatutnya tidak terlalu mempercayai informasi yang beredar di media online dan media sosial. Sebab kini sudah bukan rahasia lagi bila mereka tentu memihak salah satu calon. Selain dari berita, Anda juga bisa mempertimbangkan pilihan melalui hasil survei dari berbagai lembaga.

Pada praktik normalnya, mereka akan memberikan prosentase pemilih dari masing-masing calon-calon yang disesuaikan dengan survei di berbagai kota, koresponden, usia, jenis kelamin, hingga pekerjaan. Hasilnya akan ditayangkan di berbagai media sebagai informasi.

Namun demikian, sama halnya dengan berita di media sosial dan online, hasil survei di Indonesia kini justru dipertanyakan. Masing-masing lembaga tentu menjagokan salah satu calon, tetapi hasil survei seharusnya netral. Meski tidak dapat dijadikan sumber kredikredibel, tapi sebagian masyarakat yang belum melek survei menganggap hal itu benar.

Lalu, bagaimana cara untuk mengetahui apakah hasil survei tersebut benar-benar netral dan bisa dipertanggung jawabkan? Benarkah beberapa lembaga survei bersifat abal-abal karena dipesan oleh salah satu pihak?

Survei pesanan

Sumber: makassartoday.com

Sejauh ini masyarakat percaya bahwa hasil survei yang dikeluarkan oleh beberapa lembaga memang menunjukkan hasil yang sebenarnya. Akan tetapi bagi mereka yang melek akan survei mengetahui bila tidak semuanya benar-benar netral. Bagaimana dengan Anda? Percaya atau tidak?

Survei pesanan memang benar adanya. Kendati demikian menurut saya mengatakan bahwa ada atau tidaknya survei abal-abal atas permintaan tertentu sebenarnya tidak jadi masalah. Apalagi bila hal tersebut hanya untuk mengetahui bagaimana sentimen publik terhadap kandidat.

Sementara Prof. Dr. Hamdi Muluk, Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia mengatakan bahwa survei pesanan adalah hal yang sah-sah saja selama tidak melakukan kecurangan seperti memalsukan data, sampling dan lain sebagainya. Biasanya, hasilnya diarahkan kepada si pemesan, kemudian publik.

Kendati tidak masalah, survei pesanan tidak serta merta dikeluarkan kepada publik sehingga memunculkan isu-isu. Jika memang telah dipesan alangkah lebih baik bila pihak atau lembaga tertentu mengumumkan siapakah pemilik dananya. Dengan demikian akan jauh lebih bagus dan bisa dipertanggung jawabkan.

Pilihan lain bila memang tidak mengumumkan pemberi funding yakni dengan tidak harus menyebar luaskannya kepada publik. Jadi hanya pihak tertentu atau keluarga yang bersangkutan saja yang boleh tahu.

Masyarakat perlu berhati-hati terhadap survei abal-abal

Sumber: merdeka.com

Menjelang Pemilihan Presiden 2019, berita tidak tentu sumber dan arahnya banyak menyebar di media sosial. Masing-masing pendukung bahkan kerap bersiteru yang diakibatkan dari informasi yang belum tentu benar adanya. Pun demikian dengan hasil survei.

Siti Zuhro menghimbau agar berhati-hati terhadap lembaga survei pesanan menjelang Pemilihan Umum. Banyaknya yang belum melek survei tentu dengan mudah mempercayainya, akan tetapi hal tersebut justru bisa berdampak tidak baik hingga memecah belah. Menurutnya survei yang dibuat-buat itu hanyalah tarikan politik belaka.

Maka cara terbaik untuk mengetahui apakah hasil survei netral atau tidak, mesti dilihat siapakah pendananya. Lembaga survei yang kredibel akan menyertakan siapa pemilik funding dan mendeklarasikan sendiri sumber pemasukannya.

Survei dan kepentingan politik

Sumber: www.islampos.com

Pada dasarnya setiap partai politik melakukan survei teratur guna mengambil keputusan, seperti strategi kampanye dan respon publik terhadap mereka. Bisa juga dilakukan oleh pemerintah atau kepala daerah tertentu untuk menentukan kebijakan.

Terkadang untuk kepentingan politik tidak menjunjung tinggi nilai-nilai akademis. Hal inilah yang ditakuti karena masyarakat bisa dijejali dengan informasi yang tidak benar, sementara masih banyak yang belum mengerti benar tentang survei.

Sementara itu, sah-sah saja bila suatu partai membiayai lembaga. Namun sudah sepatutnya bila hasil juga digunakan untuk kepentingan di dalam saja, tidak untuk disebar luaskan kepada publik. Pihak-pihak tertentu menggunakan survei sebagai alat untuk berbohong guna menarik pendukung salah satu kandidat, sehingga suasana menjadi keruh. Kondisi demikianlah yang memungkinkan terjadinya perpecahan.

Hanya berpengaruh sebagian kecil

Sumber: wartakota.co

Ketika hasil survei disebar luaskan kepada masyarakat tentu akan menimbulkan berbagai asumsi publik. Jika itu benar maka tidak akan terjadi masalah sebab pada dasarnya ialah informasi untuk umum. Nantinya justru bisa dibuat sebagai acuan untuk berargumentasi dan pengambilan keputusan.

Sementara untuk survei abal-abal dari lembaga yang tidak bertanggung jawab akan menimbulkan opini yang justru menjatuhkan, menciptakan hoax dan informasi-informasi yang belum tentu kebenarannya.

Menurut Prof Hamdi, sebuah studi menunjukkan bila publik sebenranya tidak begitu mudah terpengaruh oleh hasil survei yang beredar. Sebab pada dasarnya mereka memiliki dugaan dan menilai sendiri siapa kandidat yang layak.

Kendati demikian, bila dilihat dari sudut pandang psikologi orang-orang yang tidak memiliki ketetapan serta penilaian tegas akan turut serta ke mana banyak orang memilih. Misalnya saja, seorang kandidat yang memang disokong oleh orang-orang berpengaruh. Maka mereka pun akhirnya memesan survei abal-abal dan membuat kandidatnya seolah-olah menang.

Ketika diluncurkan ke publik, mereka juga membuat seolah-olah kandidat tersebut memiliki pendukung yang banyak. Maka orang yang tidak memiliki pilihan tegas akan mudah terpengaruh dan hanya mengikut saja.

Meskipun cara ini pada beberpa pemilihan berhasil namun sebenarnya ialah langkah bunuh diri. Terang saja, saat era sudah menjadi semakin terbuka, masyarakat juga lebih melek dan sadar siapakah kandidat terbaiknya. Maka jika survei tersebut sepanjang etika dan metodologinya tidak jelas, sehingga misal saja menghasilnya survei yang berbeda dengan perbandingan 1 banding 10, sama saja merugikan si kandidat.

Cara mengetahui survei abal-abal

Sumber: kanalinfo.web.id

Sebenarnya untuk mengetahui apakah survei tersebut netral atau tidak sangatlah tidak mudah. Sebab kebanyakan survei pesanan tidak menyertakan sumber dananya, sehingga masyarakat mengira itu adalah hasil yang benar.

Dengan demikian ada beberapa cara untuk mengetahuinya. Pertama adalah mempelajari track record dari lembaga yang menyelenggarakan. Anda bisa mencari tahu lewat informasi-informasi yang beredar. Apalagi sekarang sudah didukung oleh teknologi, sehingga mudah dalam menelusuri suatu evident.

Rekam jejak merupakan hal penting untuk melihat dengan jelas apa yang telah dilakukan oleh lembaga survei di masa lalu. Apabila nanti ditemukan bila lembaga tersebut pernah melakukan kecurangan dan kesalahan yang disengaja, secara otomatis reputasinya juga tercoreng.

Kedua, bersamaan dengan rekam jejak dari lembaga survei patut pula untuk mengetahui siapa orang-orang yang mengelola, bagaimana penelitiannya, telisik juga kualitas akademik hingga metodologi yang digunakan. Sebab begini, dalam hitungan cepat biasanya tingkat kesalahan begitu sedikit karena perhitungan menurut apa yang sudah terjadi. Jika hal tersebut salah meski hanya nol sekian persen pasti ada sesuatu yang terjadi.

Nah, soal metodologi juga berhubungan dengan penyusunan pertanyaan dalam kuesioner untuk masyarakat. Menurut Emrus, pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan mengatakan bila pertanyaan disusun secara berurutan dengan sistem penomoran pilihan jawaban a,b,c dan seterusnya maka akan memunculkan nama salah satu calon. Dengan demikian dalam konteksi riset pemilu harusnya dilakukan secara acak.

Emrus meneruskan bila masyarakat akan cenderung memilih salah satu nama yang berada di posisi atas, terus menerus secara konsisten dalam urutan tersebut.

Ketiga, menurut peneliti dari Departemen Politik dan Hubungan Internasional Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes mengatakan bahwa mencari tahu apakah lembaga survei tersebut termasuk anggota asosiasi lembaga survei tidak kalah pentingnya. Mengapa demikian? Karena setiap yang menjadi member tentu akan melewati tahap seleksi dan secara hukum tentu terikat dengan pakta integritas yang berlaku di asosiasi.

Menurutnya pula, mekanisme dalam asosiasi bisa digunakan untuk menjaga kredibilitas suatu lembaga survei. Tidak hanya soal metodologi dan prosedur yang dikoreksi, tetapi lebih lanjut juga audit keuangan.

Keempat, untuk mengetahui validasi hasil survei juga bisa dilihat dari Komisi Pemilihan Umum. Saat ini KPU memiliki mekanisme untuk mempublikasikan hasil survei setiap lembaga yang terdaftar di sana.

Dengan demikian diharapkan agar media juga tidak menelan mentah-mentah hasil survei dari lembaga. Pada saat press release, mereka harus bisa mencari sedalam mungkin tentang kredibilitas, hingga bagaimana jalannya hasil sampai ke publik, metodologi, sampling, hingga seluruh prosedur ilimiah yang menyertainya.

Pada dasarnya survei merupakan bahan untuk mengistruksi cara berpendapat, pandangan dan bagaimana masyarakat menyimpulkan suatu informasi. Hingga kini masih belum juga diketahui lembaga mana bertanggung jawab. Sebab tidak semua masyarakat melek survei, maka sudah sepatutnya harus ada yang memberikan petunjuk dengan benar kapan survei bisa dijadikan acuan dan petunjuk.

Adakah cara mencegah survei abal-abal?

Sumber: ciarciar.com

Sampai detik ini tidak ada cara yang pasti untuk mencegah adanya survei abal-abal. Sementara hasil dari survei pesanan kerap kali disebar luaskan kepada publik. Meskipun telah dibuat undang-undang yang tidak memperbolehkan survei, namun pada akhirnya muncul survei pesanan.

Pada dasarnya Indonesia adalah negara demokrasi, sebagaimana yang tercantum dalam undang-undang bila siapa saja berhak untuk mengemukakan pendapat. Pun demikian mereka juga berhak menilai serta berasumsi. Apalagi kini masyarakat madani sudah lebih cerdas, sehingga bisa menilai mana yang benar dan salah.

Jika ada yang abal-abal juga tidak akan bertahan lama karena cepat atau lambat kedok akan terbuka. Maka, biarkan saja masyarakat yang menilai sendiri.

Saran dari KPU terkait survei abal-abal

Sumber: zonasultra.com

Munculnya fenomena survei abal-abal ini membuat Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) angkat bicara. Seperti dilansir dari Tempo bila untuk mencegah hal tersebut perlu adanya sebuah otoriter yang kompeten.

Baginya seorang pengamat harus memiliki alat, dasar dan metodologi yang benar sebagai acuan untuk menganalisa dan menarik kesimpulan. Peran mereka harusnya tidak sekadar memunculkan hasil, namun juga pernyataan tegas untuk mematahkan kerja lembaga-lembaga yang tidak kredibel.

Sementara itu, media yang biasanya digunakan untuk melaporkan hasil survei kepada masyarakat luas baik berupa angka maupun informasi berita dihimbau untuk waspada. Mereka juga perlu memiliki sikap cuek dengan tidak mempublikasikan rilisan dari lembaga survei tidak jelas.

Sebab pada prinsipnya begini, ketika lembaga tersebut membuat hasil survei dan dilempar ke media, lalu media menyebarkannya kepada masyarakat. Nantinya pasti akan muncul asumsi, pendapat hingga adu mulut yang berbeda. Kondisi ini menimbulkan suatu ketidak kondusifan, sehingga menjadi viral dan perpecahan.

Dengan media tidak memperdulikannya, maka hasil tersebut akan menghilang sendiri. Sementara orang-orang di baliknya akan menghentikan langkah tersebut. Kesimpulannya, KPU berpesan bila peran publik lewat media sangat dibutuhkan untuk mematahkan fenomena yang merugikan ini.

Meskipun masing-masing orang termasuk yang ada di balik lembaga survei menjagokan salah satu kandidat, namun alangkah lebih baik bila bersifat profesional dengan tidak menyakut pautkan pilihan pribadi pada hasil survei. Demikian pula dengan masalah keuangan, meskipun lembaga survei menerima dari pihak ketiga sudah sepatutnya untuk mengumumkan siapakah pendananya.

Cara ini untuk menciptakan adanya keterbukaan dan suatu bentuk tanggung jawab. Banyaknya survei abal-abal di Indonesia menggambarkan kemunduran demokrasi. Meski masyarakat kini sudah cerdas, tetapi mereka juga perlu diarahkan untuk menciptakan situasi yang kondusif.