Membeli dan memiliki rumah adalah tujuan hidup hampir seluruh orang. Rumah merupakan bagian penting dari hidup untuk dapat tumbuh bersama dengan keluarga. Kini sudah banyak rumah yang dipasarkan. Mulai dari rumah bersubsidi yang memiliki harga miring, hingga rumah yang berharga miliaran.

Namun, untuk rumah pertama, biasanya seseorang akan membeli rumah yang sesuai dengan kondisi finansial. Biasanya, rumah minimalis dijadikan pilihan. Hal tersebut karena banyak masyarakat, terutama keluarga muda, yang masih belum perlu untuk memiliki rumah besar dan mewah.

Rumah yang dibeli pun sesuai dengan kebutuhan, terutama menyesuaikan dengan jumlah anggota keluarga. Hanya saja, membeli rumah bukanlah pekerjaan yang mudah. Banyak langkah yang harus dilalui agar rumah yang dibeli benar-benar rumah yang tepat.

Karena membeli sebuah rumah adalah suatu hal besar yang harus dipertimbangkan secara matang, berikut adalah tips-tips membeli rumah pertama dengan sukses. Tulisan ini akan membahas mulai dari hal yang harus diperhatikan sebelum membeli rumah, biaya ekstra yang harus dikeluarkan saat membeli rumah, dan tips agar tidak jatuh miskin setelah membeli rumah.

Sebenarnya, kapan waktu yang tepat untuk membeli rumah pertama?

Banyak orang akan menjawab pertanyaan ini dengan jawaban seperti saat kondisi pasar sedang membaik, saat ekonomi sedang tumbuh, dan sebagainya. Hal tersebut memang tidak salah. Namun, waktu yang tepat untuk membeli rumah sejatinya adalah saat Anda sudah membutuhkan rumah dan memiliki dana yang cukup untuk membelinya. Kapan pun itu.

Setelah Anda memutuskan, barulah Anda bisa membeli rumah dengan mencari momen yang tepat. Biasanya banyak orang yang membeli rumah ketika ada pameran properti karena harganya lebih murah dan banyak diskon. Hal ini akan dibahas lebih lanjut di poin selanjutnya. Atau bisa juga saat ada perumahan yang baru dibuka dan memberikan banyak promosi juga potongan harga rumah.

Pertimbangkan Tujuan Jangka Panjang Membeli Rumah

Hal pertama yang harus dipertimbangkan ketika akan membeli rumah adalah tujuan utama dan jangka panjang membeli rumah. Jangan sampai Anda membeli rumah namun tidak digunakan. Apalagi jika rumahnya dibeli dengan cara mencicil.

Belilah rumah yang sebisa mungkin dapat Anda tempati dan berguna. Jangan beli rumah hanya karena harganya murah, namun memiliki lokasi tidak strategis. Hal ini tentunya tidak baik untuk Anda.

Jika memang ingin menggunakan rumah sebagai instrumen investasi, maka belilah rumah secara tunai. Kecuali, jika Anda ingin menempatinya.

Membeli Rumah dengan Jenis yang Sesuai Kebutuhan

Sebelum membeli rumah, pastikan Anda telah menghitung segala kebutuhan Anda. Sesuaikan rumah yang akan dibeli dengan kebutuhan itu.

Misalnya, Anda merupakan keluarga kecil yang berencana ingin memiliki dua anak. Maka Anda bisa membeli rumah dengan 3 kamar tidur. Luasnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan keluarga Anda.

Hal ini juga berpengaruh terhadap jenis rumah yang akan Anda beli. Apakah rumah yang dibeli adalah rumah tipe minimalis atau mewah, tradisional atau modern, rumah di perumahan yang bentuknya seragam atau yang bisa diubah sesuka hati Anda.

1.Carilah Rumah Dijual di Pameran Properti

Jika Anda kesulitan untuk mencari jenis rumah yang akan dibeli, datangilah pameran properti. Di sana, Anda akan menemukan banyak pilihan rumah yang dijual.

Dengan begitu, Anda akan bisa untuk membandingkan antara rumah yang satu dengan rumah lainnya.

Anda juga bisa bertanya secara langsung kepada agen apa saja kelebihan rumah yang mereka tawarkan di properti tersebut.

Bahkan, tidak hanya itu, pameran properti juga biasanya akan memberikan banyak diskon pembelian rumah. mulai dari DP gratis, hingga subsidi bunga KPR.

2.Berkonsultasi dengan Agen Properti

Konsultasikan rencana pembelian rumah Anda dengan agen properti. Hal ini dapat membantu Anda untuk mendapatkan rumah dengan spesifikasi terbaik.

Nantinya, agen properti akan dapat membantu Anda mencari rumah yang cocok dengan kebutuhan, juga sesuai dengan kondisi keuangan Anda.

Selain itu, agen properti juga bisa berdiskusi mengenai negosiasi harga, konsultasi proses dan juga jenis pinjaman pembelian rumah.

Pastikan bahwa agen properti yang dipilih adalah agen properti yang memiliki track record yang baik. Pastikan agen properti tidak memiliki banyak komplain dari pembeli sebelumnya.

3.Tentukan Cara Pembayaran Terbaik

Cara pembayaran rumah terdiri dari beberapa jenis. Mulai dari tunai keras, tunai bertahap, hingga Kredit Pemilikan Rumah atau KPR.

Pilihlah metode pembayaran yang sesuai dengan kemampuan Anda. pada umumnya, banyak rumah KPR yang ditawarkan. Namun, biasanya pengembang terbuka akan segala metode pembayaran.

Jika Anda memiliki dana yang cukup, Anda bisa membeli rumah dengan tunai keras atau tunai bertahap. Hal ini akan lebih menguntungkan karena Anda akan mendapatkan rumah dengan harga yang relatif murah.

Namun jika tidak, Anda bisa menggunakan KPR. KPR sendiri terdiri dari berbagai jenis. Jika Anda ingin membeli rumah tanpa riba, maka pilihlah KPR Syariah. Walau pada umumnya, produk KPR komersial lebih banyak macamnya.

4.Pastikan Kondisi Rumah Baik

Jika Anda membeli rumah yang sudah tersedia unitnya, pastikan bahwa Anda memeriksa seluruh bagian rumah. Pastikan tidak ada cacat yang tertinggal dari proses pembangunan.

Jika Anda menemukan kerusakan atau ketiak sesuaian, bernegosiasilah dengan penjual. Apakah kiranya Anda akan mendapatkan potongan harga, atau rumah akan mendapatkan garansi perbaikan.

Untuk mengetahui bagian mana saja yang penting untuk diperhatikan ketika membeli rumah, akan dibahas lebih mendalam di bagian selanjutnya.

5.Lingkungan yang Baik untuk Keluarga

Lingkungan adalah suatu faktor penting ketika memiliki rumah pertama. Terutama bagi Anda yang memiliki anak yang masih kecil.

Lingkungan tersebut nantinya akan menjadi bagian dari pertumbuhan sang anak. Pertumbuhan sendiri termasuk pertumbuhan fisik dan juga psikologis.

Maka dari itu, pastikan bahwa Anda memilih lingkungan yang baik untuk rumah Anda.

6.Jangan Lupakan Dana Darurat

Ketika Anda membeli rumah pertama, pastinya Anda ingin untuk mengisinya dengan perabotan-perabotan rumah terbaik. Selain itu juga ada beberapa kebutuhan yang diinginkan seperti memasang air panas, AC, dan lainnya.

Anda juga akan membutuhkan dana untuk perawatan rumah suatu waktu mendatang. Maka dari itu, Anda harus menyiapkan dana darurat rumah.

Hal ini harus dilakukan agar nantinya jika terjadi sesuatu yang tidak terduga pada rumah, Anda akan dapat menggunakan dana tersebut.

Baca terus tulisan ini, karena di bagian lain akan ada pembahasan mengenai langkah yang harus dilakukan agar tidak jatuh miskin setelah membeli rumah.

7.Lokasi, Lokasi, Lokasi

Lokasi menentukan harga rumah. Jika Anda memiliki dana yang terbatas, membeli rumah di pinggiran kota dapat menjadi pilihan.

Hanya saja, Anda tetap harus mempertimbangkan akses jalan, transportasi, dan juga fasilitas lain yang tersedia di sekitar lokasi rumah Anda.

Pastikan bahwa di sana terdapat fasilitas kesehatan, pendidikan, hiburan, hingga olah raga agar seluruh kebutuhan dapat terpenuhi dengan mudah. Akan lebih baik lagi jika lokasi tersebut dekat dengan tempat Anda bekerja.

Karena, jika terlalu jauh, nantinya Anda akan kewalahan sendiri. Selain itu, ongkos untuk bepergian dari rumah juga akan lebih mahal.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Rumah

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, ada beberapa bagian rumah yang harus diperhatikan ketika Anda sudah memutuskan untuk membeli sebuah rumah.

Hal ini penting untuk dilakukan karena Anda tidak boleh dirugikan ketika membeli rumah. Maka dari itu, periksalah bagian-bagian rumah berikut agar Anda mendapatkan unit rumah terbaik.

A.Dapur

Dapur adalah salah satu bagian yang biasanya perlu direnovasi ulang setelah dibeli. Hal ini tentunya akan menguras kantong Anda.

Maka dari itu, pastikan bahwa dapur yang dimiliki rumah memiliki kondisi yang baik. Periksalah bagian dinding dari keretakan. Jika dapur juga dilengkapi kabinet, maka periksa juga kondisinya.

Jangan lupa untuk juga mengecek aliran air, pembuangan, dan juga sambungan listrik. Keduanya harus berjalan dengan baik.

B.Kamar Mandi

Kamar mandi juga perlu untuk diteliti kondisinya. Pastikan bahwa shower yang ada berfungsi dengan baik. Pastikan bahwa arus air juga baik.

Jika kamar mandi yang dijanjikan memiliki bak mandi, maka periksalah dan pastikan bahwa bak mandi tidak mengalami kebocoran. Fungsi toilet juga harus tidak memiliki masalah.

Terakhir, periksalah dinding dan langit-langit kamar mandi apakah ada jamur yang menempel di sana.

C.Atap, Langit-langit, dan Lantai

Sebenarnya, mengecek langit-langit dan lantai haruslah dilakukan di setiap ruangan di dalam rumah. Pastikan bahwa langit-langit tidak berjamur. Karena, jika ada bagian yang berjamur, mada dapat dipastikan ada bagian atap yang bocor.

Selain itu, periksa juga bagian lantai rumah. jika lantai menggunakan ubin, maka pastikan bahwa ubin tidak retak. Selain itu, pastikan juga ubin tidak menggelembung.

Jika lantai menggunakan bahan kayu, pastikan bahwa kayu tersebut masih kuat, dan tak lapuk dimakan rayap.

D.Eksterior Rumah

Bagian eksterior rumah juga penting untuk dilihat. Pastikan bahwa warna cat belum pudar dan masih baik. Jika ada kerusakan pada salah satu bagian, maka segera minta perbaiki.

Bagian luar rumah sendiri tidak hanya penting untuk kecantikan rumah, namun juga penting untuk keamanan.

E.Sirkulasi Udara dan Cahaya

 

Sirkulasi udara yang baik adalah untuk bagi kesehatan penghuni rumah. Periksalah seluruh ventilasi di rumah Anda. Periksa juga apakah jendela yang dimiliki cukup untuk membuat rumah memiliki udara yang cukup.

Bukan hanya udara, sinar matahari juga penting untuk kesehatan rumah. Cahaya matahari haruslah cukup untuk masuk ke dalam rumah.

F.Air dan Listrik

Aliran air dan juga listrik haruslah dapat berfungsi dengan baik. Seluruh ruangan harus memiliki aliran listrik. Dan air harus dapat mengalir ke ruangan-ruangan yang diperlukan.

Jangan mau menerima unit rumah yang belum dipasangi meteran listrik karena itu akan merugikan Anda. tentunya Anda tidak ingin Ian memiliki rumah yang gelap karena tidak ada listriknya?

Biaya Ekstra yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah

Perlu diketahui, banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum membeli rumah pertama. Selain masalah lokasi, spesifikasi, fasilitas, dan juga harga, ada hal lain yang juga harus dipertimbangkan, yaitu adalah biaya tambahan.

Ya, biaya tambahan bisa muncul ketika Anda membeli rumah. biaya ini berbeda dari harga jual rumah yang disepakati. Biasanya, para penjual atau pengembang hanya akan memberikan informasi mengenai total harga jual atau DP yang harus dibayarkan.

Namun biaya tersebut tidak termasuk biaya administrasi dan juga biaya ekstra lainnya. Ada biaya lain yang harus dibayarkan terutama untuk mengurus surat-surat atau dokumen mengenai kepemilikan properti.

Tanyakan pada pengembang biaya apa saja yang dibutuhkan untuk mengurus seluruh biaya tersebut. Namun agar tidak dikelabui, cobalah tengok 3 biaya tambahan yang muncul saat membeli rumah berikut:

Biaya Bank

Ketika membeli rumah melalui pengembang dengan metode KPR, biasanya sudah ada bank yang bekerja sama dengan pengembang. Bank akan membutuhkan biaya pengecekan administrasi kelengkapan berkas.

Selain itu, bank juga biasanya akan membebankan biaya appraisal ketika pihak bank perlu untuk melakukan pengecekan sertifikat juga legalitas tanah. Biaya yang dibebankan biasanya sebesar Rp 300 ribu hingga Rp 700 ribu.

Ada juga biaya administrasi bank yang harus dibayar sebesar Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu. Harga tersebut tergantung dari persentase total pinjaman yang diberikan kepada nasabah/pembeli.

Bank juga akan mengharuskan pembeli membayar biaya provisi sebesar 0,5 hingga 1 persen dari total jumlah pinjaman.

Biaya Notaris

Untuk mengurus sertifikat dan dokumen lainnya, pembeli harus berhubungan dengan notaris. Biaya notaris sendiri biasanya ditanggung oleh pembeli dan besarannya berbeda-beda tergantung dengan lokasi rumah.

Jasa notaris diperlukan untuk memeriksa sertifikat, perjanjian kredit, Akta Pembebanan Hak Tanggungan (APHT), hingga Akta Jual Beli (AJB).

Biaya Pajak

Orang bijak taat bayar pajak, maka dari itu, ada juga biaya pajak yang akan dibebankan kepada pembeli. Biaya BPHTB Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan misalnya harus dibayarkan sebesar 5 persen dikalikan besaran NJOPTKP atau Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak. Besar NJOPTKP sendiri berbeda-beda di setiap daerah, tergantung dari lokasi dari rumah berada.

Kiat Agar Tidak Miskin Setelah Beli Rumah

Memebeli rumah membutuhkan banyak biaya. Selain biaya untuk membayar harga rumah atau cicilan, ada juga biaya lain seperti yang sudah dibahas pada bagian sebelumnya.

Namun, tentu saja masih ada dana lainnya yang harus disiapkan. Mulai dari dana renovasi atau perbaikan hingga juga dana membeli perabotan dan furnitur rumah.

Maka dari itu, banyak orang menyebut “beli rumah membuat miskin”. Tidak heran, karena banyak dana yang harus dibayarkan sebelum dan setelah membeli rumah.

Maka dari itu, penting untuk menghitung dengan cermat membeli rumah. agar nantinya tidak jatuh miskin setelah membeli rumah.

Berikut adalah tips agar tidak jatuh miskin setelah membeli rumah pertama. Pertimbangkan seluruh tips ini agar nantinya Anda tidak mengalami kesulitan setelah membeli rumah.

DP Besar sama dengan Cicilan Ringan

Semakin besar down payment (DP) atau uang muka yang Anda bayarkan ketika membeli rumah, maka semakin kecil nilai angsuran yang harus dibayarkan setiap bulannya.

Manfaatkanlah hal ini untuk meringankan Anda agar jumlah cicilan yang harus dibayar setiap bulannya menjadi lebih ringan.

Jika tidak memiliki dana yang cukup besar untuk membeli rumah, maka Anda bisa meminjam kepada kerabat untuk menaikkan jumlah DP. Nantinya Anda bisa mencoba mencicil pinjaman secara bertahap sehingga tidak terlalu memberatkan.

Anda juga bisa memanfaatkan promosi yang ditawarkan oleh developer rumah. Biasanya, ada beberapa developer yang memberikan keringanan pembayaran DP dengan cara mencicil beberapa kali.

Masa Tenor Panjang

Jika Anda tidak sanggup membayar DP yang tinggi, manfaatkanlah fasilitas tenor yang panjang. Dengan tenor yang panjang, maka semakin kecil pula jumlah angsuran setiap bulannya.

Pilihan masa tenor panjang kini banyak ditawarkan oleh bank atau penyedia KPR. Bahkan hingga 20, 25, dan 30 tahun pun ada yang menawarkannya.

Ketika mempertimbangkan hal ini, pastikan bahwa Anda juga sudah memperhatikan dan mempelajari bunga KPR Anda.

Pastikan saja, bahwa seluruh angsuran Anda tidak lebih tinggi dari 50 persen dari total pemasukan Anda setiap bukannya.

Sabar Membeli Furnitur

Mengisi rumah pertama dengan furnitur dan perabotan rumah memang menyenangkan. Hanya saja, Anda harus bisa menahan diri untuk mengisinya agar tidak memberatkan kondisi finansial Anda.

Hitunglah segala kebutuhan, dan prioritaskan untuk membeli barang-barang yang memang diperlukan. Misalnya keperluan tidur, peralatan dapur, juga peralatan mandi.

Demikianlah poin-poin penting yang harus diperhatikan ketika akan membeli rumah pertama kali. Ingat, pastikan untuk tidak membeli rumah secara terburu-buru, terlalu percaya diri, atau tidak banyak mencari informasi.

Karena sejatinya, membeli rumah adalah hal penting yang harus dipertimbangkan secara matang. Maka perhitungkan, pikirkan, dan pastikan Anda membeli rumah yang sesuai dengan kebutuhan dan juga keinginan Anda.

Sebagai pemula, Anda jangan mengambil langkah terburu-buru karena banyak hal yang harus dipelajari sebelum membeli suatu properti. Belum lagi Anda harus tahu banyak proses pembelian properti tidaklah mudah, terkadang ada proses panjang yang harus dilewati. Perhatikan juga cara pembayaran yang akan dipilih. Jadi, ada sekian pelajaran yang harus dikuasai terlebih dahulu sebelum meraih properti pertama kali. Untuk memudahkan Anda, berikut ini 10 langkah jitu berinvestasi properti bagi pemula.

  1. Pemilihan Lokasi

Lokasi adalah salah satu penentu ketika hendak membeli rumah. Banyak orang yang memutuskan untuk membeli rumah karena lokasinya strategis. Karena itulah, lokasi menjadi faktor utama oleh sebagian orang ketika membeli rumah. Lokasi juga mempengaruhi harga jual suatu rumah karena lokasi merupakan akses ke berbagai tempat, misalnya transportasi, pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit dan sebagainya.

  1. Ketersediaan Dana

Biaya juga menjadi salah satu faktor penentu orang dalam membeli properti. Selain biaya pokok, ada biaya ekstra yang menjadi kewajiban. Terkadang jumlahnya yang tidak sedikit membuat kaget orang awam baru pertama kali membeli.

Biaya pembelian properti yang menjadi kewajiban pembeli, antara lain:

Uang Tanda Jadi – biasanya ditentukan oleh para pengembang. Namun jika membeli properti tidak melalui pengembang, melainkan pasar sekunder, maka uang tanda jadi ini dapat ditentukan oleh penjual properti. Uang tanda jadi merupakan bentuk kejelasan Anda membeli rumah, seperti halnya biaya booking atau pemesanan.

Uang Muka – Kewajiban selanjutnya jika memang jadi membeli rumah, ialah melunasi uang muka jika membeli kepada pengembang. Sedangkan jika melalui pasar sekunder, besarnya uang muka berkisar antara 20 – 50% dan ini umumnya ditentukan oleh pihak bank yang bersangkutan.

Angsuran – idealnya besar tiap angsuran tidak lebih dari sepertiga gaji Anda sendiri atau bersama pasangan.

  1. Pengembang Terbukti Terpercaya

Jangan lantas percaya begitu saja dengan pengembang yang sudah terkenal namanya, kredibel dan bonafit. Anda tetap harus menyelidikinya dengan menemukan informasi yang benar adanya. Pengalaman merupakan salah satu tingkat kemahiran suatu pengembang, setidaknya pilihlah yang sudah berpengalaman minimal 5 tahun dalam bidang properti.

Periksa juga track record pengembang tersebut, apakah tepat waktu pada saat serah terima? Apakah perumahan sebelumnya berkualitas? Informasi tersebut dapat Anda dapatkan melalui website terkait atau orang-orang terdekat yang sudah mengenalnya dengan baik.

  1. Cek Harga Pasar

Jangan buru-buru dalam membeli properti pertama. Banyak hal yang harus ditinjau lebih dulu, seperti harga pasar. Anda harus tahu harga pasaran rumah yang akandibeli tersebut. Ini bisa dicari melalui online atau riset pasar secara langsung. Dengan begitu, Anda dapat menentukan harga terbaik dari properti pertama yang akan dibeli.

  1. Ketersediaan Fasilitas

Ketahui juga fasilitas apa saja yang disediakan oleh pengembang. Sebaiknya Anda juga melakukan survei lokasi ke daerah perumahan yang ingin dibeli. Perhatikan dengan baik fasilitas internal dan fasilitas eksternal yang ada.

Fasilitas internal antara lain tempat ibadah, arena olahraga, kawasan bermain, standar infrastruktur yang ada, gerbang perumahan dan sebagainya. Sedangkan fasilitas ekstern merupakan fasilitas yang ada di sekitar perumahan tersebut, seperti pusat perbelanjaan, kantor, sekolah, rumah sakit dan lain-lain.

  1. Persetujuan KPR

Banyak orang berusaha mendapatkan persetujuan KPR supaya lebih ringan dalam membeli rumah. Kepemilikan persetujuan KPR, membuat agen real estate serta vendor lebih yakin tentang minat dan keseriusan dalam membeli rumah yang bersangkutan. KPR akan memperbesar kekuatan dalam menawar dan mencegah kegagalan transaksi atas dasar finansial.

  1. Pilihlah Tenor yang Sesuai

Bank menawarkan berbagai macam tenor, berkisar antara 5 hingga 10 tahun. Ketersediaan tenor didasarkan pada kemampuan tiap debitur yang berbeda-beda. Pilihlah tenor yang sesuai dengan kemampuan Anda. Jangan memaksakan diri bila memang belum mampu mengambil tenor pendek! Selain cicilan rumah, ada beragam kebutuhan hidup lainnya yang perlu dipenuhi dan pertimbangkan dengan cermat.

  1. Pastikan Surat Pembelian Tanah

Jangan lupa untuk mengamati sertifikat tanah pengembang dengan teliti! Tanyakan hal tersebut melalui notaris yang mengurus akta tanah.

Surat-surat tersebut menentukan status tanah yang akan dikembangkan. Tidak cukup hanya memastikan status satu kavling tanah, tetapi semua kavling pada perumahan tersebut harus dipastikan dengan teliti.

  1. Persiapkan Dana Tambahan

Ada beberapa biaya tambahan yang perlu dipenuhi saat membeli properti, antara lain:

  1. Biaya untuk Bank

Pembelian dengan KPR berarti harus melalui tahap pengecekan dan kelengkapan berkas yang pasti berbayar. Utamanya ialah biaya survei aset properti (appraisal) sebelum membeli rumah. Pada umumnya pengecekan sertifikat tanah dan harga jual properti berdasarkan harga pasar yang sedang berlaku saat itu.

Dana yang perlu dipersiapkan untuk melewati tahap ini sebesar Rp300.000 hingga Rp750.000. Ada pula biaya provisi bank yang berkisar antara 0,5 – 1 % dari total pinjaman. Belum lagi biaya administrasi bank antara Rp250.000 – Rp500.000 atau bisa juga ditentukan berdasarkan persentase total pinjaman.

  1. Biaya Asuransi

Biaya untuk asuransi, yaitu Asuransi Jiwa (sebesar 1 – 2 % dari total pinjaman) dan Asuransi Kebakaran (1 % dari total pinjaman).

  1. Biaya Notaris

Notaris adalah pihak yang banyak berkontribusi dalam membantu Anda mengurus beragam akta serta sertifikat jual beli. Biaya jasa notaris ini menjadi kewajiban sepenuhnya. Besarnya biaya tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pembeli. Jasa notaris yang bisa digunakan antara lain pemeriksaan sertifikat, perjanjian kredit, biaya balik nama dan AJB (Akta Jual Beli), dan terakhir APHT (Akta Pembebanan Hak Tanggungan).

  1. Biaya Pajak

Pajak ialah kewajiban yang pasti tidak bisa dilewatkan dalam transaksi jual beli properti, baik dengan KPR ataupun tunai (cash). Pajak tersebut disebut dengan BPHTB atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Besarnya dihitung dengan rumus sebagai berikut:

5 % x (harga transaksi – Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak / NJOPTKP). Nilai NJOPTKP ditentukan berdasarkan peraturan pemerintah setempat.

  1. Pastikan Waktu Serah Terima Unit

Pastikan waktu serah terima rumah atau properti lain yang Anda beli. Ketahui juga jika mungkin ada keterlambatan atau ketidaksesuaian, kebijakan dan konsekuensi apa yang dikenakan pada pengembang. Waktu yang jelas juga merupakan faktor penting dalam membeli properti.

Hal-hal yang telah diuraikan di atas wajib dipahami terlebih dahulu sebelum membeli properti. Jangan lantas membeli tanpa berpengetahuan! Jadilah pembeli yang cerdas agar mendapatkan barang yang sesuai dengan keinginan dan terhindar dari berbagai tindak penipuan. Selamat membeli properti!

Selalu menunda dan memiliki berbagai alasan untuk tidak segera melakukan investasi adalah hal yang sering kita lakukan. Bahkan, meskipun kita tahu hal ini akan sangat memberikan banyak manfaat bagi kehidupan kita pada masa yang akan datang. Sebagian besar dari kita akan memilih untuk membelanjakan uang untuk memenuhi berbagai kebutuhan lainnya. Yang mungkin saja tidak begitu penting bagi kita. Ini tentu bisa saja menjadi kebiasaan buruk yang memengaruhi keuangan. Karena itu, pentingnya mengantisipasi dan segera membenahi keuangan agar terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan.

Rumah menjadi salah satu bentuk investasi yang paling ideal. Sebab properti menjadi salah satu kebutuhan yang sangat penting di dalam kehidupan semua orang. Namun, pada kenyataannya, sebagian besar dari kita justru lebih memilih untuk selalu menunda dalam memiliki aset yang satu ini. Tentunya dengan berbagai alasan yang sebenarnya tidak begitu penting. Jika terus berlanjut, besar kemungkinan Anda tidak akan memiliki rumah hingga bertahun-tahun ke depan atau bahkan seumur hidup Anda nanti. Bukankah ini adalah hal yang sama sekali tidak Anda inginkan?

Tak ada gunanya untuk selalu menunda, terutama saat usia Anda masih sangat muda dan belum menikah. Memiliki rumah dari sekarang jangan hanya dijadikan sebagai impian. Sebab semakin lama menundanya maka harganya juga akan semakin mahal. Rumah adalah salah satu investasi yang secara positif akan mengalami pertambahan nilai. Semakin lama tentu harganya akan semakin tinggi. Artinya, semakin lama menunda untuk memiliki aset yang satu ini maka akan semakin mahal dan mungkin saja semakin sulit Anda untuk memilikinya.

Siap atau tidak siap, ada baiknya Anda melakukan pembenahan keuangan, khususnya untuk kebutuhan yang satu ini. Membeli rumah tentu bukan sebuah hal yang mudah untuk dilakukan. Mengingat harga rumah belakangan ini terbilang cukup tinggi. Namun, jika Anda memiliki kemauan untuk mengatasi hal tersebut, menabung adalah salah satu cara yang bisa dijadikan sebagai solusi. Menabung untuk membeli sebuah rumah tentu bukanlah perkara yang mudah untuk dilakukan. Karena itu, sangat penting untuk memiliki komitmen yang tinggi sejak awal. Simak beberapa cara menabung di bawah ini yang bisa Anda ikuti untuk mewujudkan impian memiliki rumah idaman.

  1. Miliki Tujuan yang Jelas

Ini akan menjadi poin yang sangat penting bagi Anda yang ingin memulai untuk menabung. Tentukan dan milikilah tujuan yang jelas dalam menabung. Nantinya tujuan Anda untuk menabung menjadi lebih terarah dan tidak berjalan dengan asal-asalan. Tujuan yang jelas akan membantu Anda untuk tetap fokus dan selalu berupaya dengan sungguh-sungguh ke arah tersebut. Anda mengetahui dengan jelas tentang hal yang akan dituju dalam rencana keuangan yang Anda susun. Ini akan jauh lebih efektif dibandingkan dengan menabung tanpa tujuan ataupun keinginan yang kuat dari diri Anda sendiri.

Jangan hanya menetapkan tujuan saja pada awal-awal kemudian tidak diwujudkan dan dilupakan begitu saja. Memang hampir setiap orang tidak ada yang tak pernah lupa. Tidak ada salahnya untuk menuliskan tujuan Anda dan menempelkannya di tempat-tempat yang mudah terlihat. Hal ini akan membuat Anda selalu ingat dan fokus pada tujuan tersebut.

  1. Tentukan Jumlah yang Tepat

Setelah tujuan, besaran/jumlah tabungan adalah salah satu hal lainnya yang harus Anda miliki dengan jelas sejak awal. Hal ini akan membantu Anda untuk bisa memiliki gambaran yang paling tepat mengenai kapan dan bagaimana tabungan tersebut dapat membantu Anda dalam memiliki rumah impian. Lakukan perhitungan keuangan dengan baik, termasuk menentukan rasio tabungan yang bisa dilakukan di dalam pendapatan tetap bulanan yang Anda terima.

Jangan menentukan nominal yang tidak masuk akal di dalam rencana keuangan yang Anda buat. Sebab hal ini hanya akan membuat kegiatan menabung Anda menjadi sebuah beban. Bukan hanya itu saja, jumlah tabungan yang terlalu besar dan tidak proporsional ini hanya akan mengganggu berbagai pos-pos lainnya di dalam keuangan Anda. Miliki jumlah yang tepat dan segera sisihkan sejumlah uang sesuai dengan jumlah tersebut. Tabungan harus menjadi komponen tetap di dalam keuangan. Bukan sebuah pos yang kadang ada dan kadang hilang.

  1. Target Tabungan yang Tepat 

Kegiatan menabung yang Anda lakukan akan menjadi lebih mudah dan menyenangkan jika dilakukan secara tersistem. Terapkan sejumlah aturan dalam pengelolaan keuangan dengan memiliki sejumlah target secara berkala. Misalnya, target mingguan, target harian, dan yang lainnya.

Hal ini akan membuat Anda memiliki kontrol yang baik dalam mengelola keuangan. Terlebih menerapkan sejumlah sanksi bagi diri Anda sendiri jika sewaktu-waktu tidak bisa mencapai target tersebut dengan baik dan tepat. Tidak perlu menetapkan sejumlah target yang terlalu besar, yang justru akan membuat Anda malas untuk menjalankannya.

  1. Lunasi Semua Utang

Jika ternyata kita memiliki utang, akan sangat baik apabila utang tersebut segera dibayarkan. Ketika tidak lagi memiliki beban utang, proses menabung akan jauh lebih mudah dan menyenangkan. Sebab Anda bisa fokus pada kegiatan menabung. Utang juga akan menjadi beban pikiran yang mungkin saja akan membuat Anda menjadi tertekan. Karena itu, akan sangat lebih nyaman jika Anda tidak memiliki beban tersebut.

  1. Tabungan dalam Bentuk Emas 

Ini akan sangat tepat kalau Anda memiliki keinginan untuk menabung dalam jangka waktu yang cukup panjang. Emas adalah bentuk investasi/tabungan yang tidak terpengaruh oleh kenaikan inflasi sehingga nilainya akan cenderung stabil. Menabung dalam bentuk emas dapat dijadikan pertimbangan, terutama jika Anda membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mengumpulkan sejumlah dana untuk membeli rumah. Namun, jangan lupa untuk selalu mempelajari dan mengetahui dengan jelas mengenai seluk-beluk investasi emas itu secara detail terlebih dahulu.

  1. Kelola Pengeluaran dengan Ketat

Terkadang Anda begitu mudah mengeluarkan sejumlah uang, bahkan tanpa perhitungan yang baik. Hal ini sangat buruk, terutama jika Anda begitu sering melakukannya dan menjadikannya sebagai kebiasaan di dalam kehidupan. Segera hentikan dan mulailah membiasakan diri untuk selalu mempertimbangkan serta memperhitungkan setiap sen yang Anda keluarkan dari dompet. Sebab hal itu adalah uang yang Anda hasilkan dengan kerja keras, bukan?

  1. Hidup Hemat

Menjalani pola hidup hemat adalah hal yang terbilang cukup sulit untuk dilakukan, terutama apabila selama ini Anda terbiasa membelanjakan uang tanpa perhitungan yang jelas. Jangan menyepelekan hal ini. Sebab hidup hemat dapat membuat Anda menjadi bebas dari sejumlah masalah keuangan pada masa yang akan datang. Biasakan untuk selalu menjalankan pola hidup hemat agar sejumlah uang yang ada bisa dialokasikan ke dalam tabungan.

  1. Kumpulkan Nominal Tertentu

Kita juga bisa menabung lebih mudah dengan cara mengumpulkan uang pecahan dalam nominal tertentu, misalnya pecahan sepuluh ribu, dua puluh ribu, atau yang lainnya. Ini akan menjadi kegiatan yang menyenangkan. Sebab setiap kali Anda memiliki uang dalam pecahan tersebut, beberapa akan Anda sisihkan dan kumpulkan dalam wadah tertentu. Pada akhir bulan, Anda bisa menabungkannya ke rekening khusus dan menyimpannya dengan aman di sana.

  1. Belanja dengan Cerdas 

Kegiatan belanja adalah salah satu pos pengeluaran terbesar di dalam pengelolaan keuangan. Karena itu, sangat penting untuk mengelola dan melakukan ini dengan cara yang cerdas. Catat dan susun daftar belanja dengan tepat. Selalu bawa dan patuhi catatan tersebut saat berbelanja sehingga pengeluaran tetap terkontrol dengan baik.

  1. Menabung dalam Bentuk “Rumah”

Ini bisa membuat Anda lebih bersemangat dan terpacu untuk menabung. Sebab uang yang Anda terima bisa dijadikan sebagai cicilan untuk membangun rumah. Misalnya, menabung dan membayangkan jika Anda sedang mencicil bagian atapnya hari ini. Besok untuk dindingnya dan bagian yang lainnya.

  1. Libatkan Anggota Keluarga yang Lain 

Tidak ada salahnya mengutarakan niat Anda untuk membeli rumah kepada anggota keluarga yang lain. Anda juga bisa mengajak mereka untuk turut serta menabung bersama. Mereka akan senang dan merasa diikutsertakan untuk kegiatan yang penting di dalam keluarga.

Menabung untuk membeli rumah tentu bukan perkara yang mudah untuk dilakukan. Mengingat harga sebuah rumah cukup tinggi di pasaran. Karena itu, bisa dipastikan jika kegiatan ini akan membutuhkan waktu yang panjang. Namun, jika tidak dilakukan sejak sekarang, bisa jadi Anda tidak akan pernah membeli dan memiliki rumah. Mulailah sejak hari ini dan lakukan kegiatan ini dengan disiplin sehingga niat untuk memiliki sebuah rumah bisa tercapai pada masa yang akan datang.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *